Crowdfunding Typography Banner
Aktris, Womanpreneur, Owner Shalia Pilates dan Shalia The Contour Club

Shandy Aulia, Konsisten, Fokus, dan Bermanfaat Bagi Banyak Orang

Bagikan:

Evoto
Evoto

MajalahInspiratif.com, Jakarta – Artis sekaligus womanpreneur cantik Shandy Aulia, semakin mengukuhkan dirinya sebagai Kartini masa kini yang tangguh, berdaya, dan mandiri. Prestasi dan kesuksesan yang ditorehnya, baik di dunia entertainment maupun bisnis, kian melambungkan popularitas artis pemeran dalam film Eiffel I’m In Love ini.

Kiprah Shandy di dunia bisnis patut diacungi jempol. Kini ia memiliki beberapa lini bisnis yang terus berkembang. Mulai dari Shalia Pilates, Shalia The Contour Club, hingga bisnis clothing line, skincare yang lebih khusus untuk intimate areas, holistic treatment, juga Micellar Jewelry yang fokus pada Diamond Jewerly for Baby and Kids.

Kesuksesan yang diraih Shandy tidak lepas  dari prinsip dan kunci sukses yang selalu dipedomaninya, yaitu konsisten, berkomitmen untuk fokus, dan bisa memberi manfaat bagi banyak orang. Sukses menjalankan sesuatu yang besar harus dimulai dari hal-hal kecil, lakukan dengan sungguh-sungguh apa yang bisa dilakukan, meskipun itu hal-hal sepele!!

Fokus di Bisnis Wellness dan Kecantikan

Memasuki usia 35 tahun, Shandy terlihat makin bersinar. Ibu satu anak ini sangat pandai merawat kesehatan dan kecantikan. “Bagi saya sehat itu segalanya dan sehat itu mahal. Jika tubuh sehat, pikiran menjadi jernih, inner beauty muncul, kecantikan akan mengikuti,”ucapnya bersemangat.

Ditemui Inspirati saat sesi pemotretan, Shandy begitu antusias berbicara tentang bisnis yang sedang digelutinya,di bidang wellness dan kecantikan. Pilates premium dengan brandShalia Pilates dan Shalia The Contour Club, dalam sebuah studio yang didesain modern, berlokasi di Kawasan Jakarta Selatan, adalah bisnis utama Sandy. Dengan desain interior studio yang hangat dan elegan, bernuansa putih, ia ingin menawarkan kepada para perempuan pengalaman pilates unik dan menarik.

“Sebenarnya pilates ini lebih pada kebutuhan pribadi sih! Jadi, sekitar delapan tahun lalu saya merasa punya problem di low back pain, dari bagian leher ke punggung ada masalah. Ternyata setelah diperiksa dokter, saya punya scoliosis. Memang tidak parah, tapi lumayan mengganggu.. Karena sering kumat dan selalu ke dokter, akhirnya dokter menyarankan agar saya mengganti  jenis olahraga, jangan gym lagi tapi pilates,” ujar wanita cantik kelahiran 23 Juni ini.

Shandy pun mencoba menekuni olahraga pilates. Olahraga yang bertujuan untuk menguatkan otot inti tubuh, meningkatkan fleksibilitas dan memperbaiki postur tubuh.Setelah menekuni pilates, ternyata manfaat luar biasa didapatkan Shandy,rasa sakit berkurang dan ada kenyamanan.

Menurut Shandy, pilates memiliki manfaat luar biasa bagi tubuh, yaitu meningkatkan fleksibilitas, memperkuat otot inti, dan memperbaiki postur tubuh, tanpa risiko cedera yang tinggi. Pilates juga memiliki dimensi terapeutik, membantu perempuan merasa lebih selaras dengan tubuhnya sendiri. Pilates juga mengajarkan keseimbangan antara tubuh dan pikiran, yang bagi Shandy sangat relevan untuk perempuan modern yang kerap terbebani oleh tuntutan baik keluarga, karier, maupun sosial.

“Karena pilates gerakannya merupakan kombinasi gerakan lambat dan pernapasan serta fokus pada kekuatan otot inti, keseimbangan dan fleksibilitas maka pilates memiliki manfaat bisa memperbaiki postur tubuh, mengencangkan otot, menjaga berat badan, dan meringankan nyeri punggung,” jelas pemilik nama lengkap Nyimas Shandy Aulia ini.

Mengingat olahraga ini sangat penting dan mulai banyak disukai banyak orang maka Shandy pun tertarik untuk menjadikan jenis olahraga ini bagian dari bisnisnya.Ia pun mendirikan Shalia Pilates, yang soft opening-nya pada akhir Desember 2024.

Selain Pilates, Shandy juga memperkenalkan Shalia The Contour Club, pusat perawatan tubuh yang mengombinasikan teknik pijat limfatik dan body contouring. Ia terinspirasi dari aktivitasnya selama ini yakni menjalani pola makan dan gaya hidup sehat.

“Jadi, sebenarnya saya sudah sekitar dua atau tiga tahun belakangan menjalani pola makan dan hidup yag namanya Lymphatic Train, yaitu pola makan yang fokus pada makanan yang mudah dicerna saja dan mendukung sirkulasi limfa,” ujar wanita lulusan Sarjana S1 dari Universitas Pelita Harapan ini.

Lymphatic Train fokusnya untuk mendetoks karena Shandy pernah merasakan ada gangguan lambung dan sering merasa kembung. Setelah menjalankan treatmentlimfatik, gangguan tersebut hilang. Menurut pemeran film Eiffel I’m In Love tahun 2003 ini, jika konsep ini dijalankan banyak orang pastinya akan terselamatkan dari berbagai macam gangguan lambung serta penyakit lainnya. Karena menurut Shandy, keindahan adalah tentang bagaimana kita merawat diri dengan penuh kesadaran. Perawatan tubuh bukan sekadar soal estetika, tetapi juga kesehatan. Ketika tubuh kita sehat, kita merasa lebih percaya diri, dan dari sanalah kecantikan sejati terpancar.

Harus Paham Teori dan Praktik

Sejak merintis dunia bisnis, ibu dari Claire Herbowo ini tak hanya dikenal sebagai artis berbakat saja tapi juga sebagai pengusaha. Dunia bisnis telah digeluti wanita berdarah campuran Sumatra Selatan, Manado, Minangkabau, dan Minahasa ini sebelum menjadi artis. Deretan bisnis Shandy antara lain produk fashion yang dipasarkan secara e-commerce hingga ke Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Kemudian bisnis kosmetik dengan merk SA Naturel, bisnis produk bayi hair care, bisnis perhiasan, bisnis makan dan minuman, dan masih banyak lagi.

Diakui Shandy, dalam menekuni bisnis memang ia sangat serius dan selalu menguasai dari sejak awal. Seperti bisnis barunya di bidang kecantikan dan kesehatan, Shandy tak hanya menguasai secara teori tapi juga praktik. Bahkan untuk lymphatic train, Shandy berusaha menjalani pola makan lebih dulu. Setelah dirasakan sangat bermanfaat dan baik bagi tubuh maka ia merasa perlu men-share apa yang telah didapatkannya itu ke setiap orang baik pria maupun wanita. Untuk itulah Shandy membuka bisnis tersebut. ”Sebenarnya ini perlu banget dicoba karena manfaatnya langsung dirasakan oleh tubuh kita,” jelas Shandy.

Mengenai lymphatic train, sebenarnya banyak versi dan ada di berbagai negara dan memiliki style yang berbeda tapi tujuannya sama, mendetoks tubuh tanpa zat kimia. Versinya ada di Brasil, Rusia dan London. Shandy mengadaptasi yang dari London.

Untuk kepentingan ini Shandy mendatangkan tenaga khusus dari luar negeri untuk melatih terapisnya. Mereka langsung mendapat sertifikat. “Jadi, bisa dibayangkan kan, kalau terapis yang sudah mendapat sertifikat khusus, lantas pindah kerja hanya karena bujuk rayu kompetitor?” lirih Shandy.

Sebagai single parent yang sangat peduli dengan putri semata wayangnya, Shandy mengakui kesibukannya dalam dunia bisnis memang cukup tinggi. Namun, bukan berarti waktu luang bersama si kecil tak ada. Inilah beruntungnya mengelola bisnis sendiri, bisa mengatur waktu untuk bisa bersama anak.

“Karena saya menekuni bisnis sudah sejak anak masih kecil maka tak mengalami kesulitan membagi waktu dengan anak. Bahkan saya juga suka mengajak anak untuk beberapa kepentingan bisnis.Mungkin ini yang membedakan dengan dunia entertain yang terkadang sulit bekerja sambil mengajak anak. Ya…hitung-hitung memperkenalkan pekerjaan ibunya biar suatu saat dia sudah dewasa tidak kaget lagi! Siapa tau dia bisa bantu-bantu,” ujar Shandy tersenyum.

Berarti ada kemungkinan mewariskan bisnisnya pada putri semata wayang? “Wah. Saya tidak tau, belum bisa ngomong sekarang. Kalau dia mau, saya senang tapi kalau tidak, ya tidak apa-apa, saya tidak mau memaksakan,” tandas Shandy.

Konsisten, Komitmen, dan Fokus

Malang melintang di dunia bisnis, pernah ditipu, jatuh, bangun, jatuh lagi bagai irama hidup yang dijalani Shandy, namun semua itu tak membuatnya jera. Justru itu merupakan batu ujian untuk naik kelas.

Diakui Shandy, kiat suksesnya untuk meng-handle  bisnis adalah konsisten, komitmen dan fokus. “Konsisten itu memang sulit, terlebih saat usaha tidak seperti yang kita harapkan. Ini tantangan! Untuk menghadapi semia itu, saya harus memilih oang-orang yang tepat, harus memiliki visi yang sama,energi yang sama. Ini tidak mudah mendapatkannya.  Namun saya sangat percaya pada Tuhan. Jika kita memiliki niat yang baik, Tuhan pasti akan mengirim orang yang tepat ke kita.”

Shandy mengaku pernah ditipu oleh partner bisnis yang membuatnya sempat kecewa. Namun ia tak putus asa dan meninggalkan bisnis itu. Pengalaman tersebut dijadikan pelajaran paling berharga agar tidak kejeblos di lubang yang sama.Sejak saat itu, Shandy lebih ketat memilih rekan bisnis.

Menyinggung tentang UMKM Indonesia dalam menghadapi iklim bisnis tak menentu saat ini, Shandy mengakui memang berat. Namun sebagai pengusaha kita harus menghadapinya, karena dalam bidang usaha pasanng surut itu adalah hal biasa dan merupakan tantangan.Insya Allah kondisi ini akan berubah dan menjadi baik

Bagikan:

Bagikan: