Crowdfunding Typography Banner
Owner D’Kromo Residence

Rangga Prasetya Aji Wibowo, Setiap Proses Sebagai Pijakan Kesuksesan di Masa Depan

Bagikan:

1



MajalahInspiratif.com, Jakarta – Karier Rangga Prasetya Aji Wibowo sebagai pengusaha muda bidang property terbilang moncer. Terbukti dengan D’Kromo Residence di Kota Yogyakarta yang tak pernah berkurang penghuninya. Mengusung konsep hunian kos modern bak hotel berbintang yang dibalut keramahan dan tata krama khas budaya Jawa, tak heran D’Kromo selalu diburu mahasiswa hingga profesional. Saat ini pun D’Kromo yang kedua sedang dalam tahap pembangunan.

Pria kelahiran Solo, 11 Maret 1996 ini, bersyukur dengan setiap proses yang ia jalani hingga saat ini. Ia memahami bahwa suka duka membangun bisnis harus dijalani dengan penuh semangat dan keikhlasan.

Alhamdulillah, banyak fase yang telah saya lalui dalam menjalankan pekerjaan sebagai pengusaha, mulai dari dibohongi rekan kerja, mendapat karyawan yang tidak jujur, atau penghuni kos dengan tingkah laku aneh.. namun semua itu saya jadikan pembelajaran. Karena agar karier bisa berkembang, saya percaya akan setiap prosesnya, selama prosesnya baik, perkembangannya akan menunjukkan hasil yang baik pula,” yakin Rangga.

Menurut pria yang juga seorang penulis puisi ini, perkembangan yang ia alami tidak hanya dalam bidang bisnis tapi juga kepribadian, baik secara emosional maupun sifat dan sikap. Rangga mulai mampu berpikir bijak dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan, termasuk memikirkan dampak keputusan tersebut terhadap diri sendiri, lingkungan sekitar, maupun usaha yang dirintisnya.

Tahun 2023 Sarat Makna Mendalam

Lantas, apa arti tahun 2023 bagi Rangga? Baginya, tahun 2023 menjadi momen berharga. Di dalamnya ada suka duka, jatuh bangun, juga berbagai tantangan yang harus dihadapi. Bukan hanya dalam bidang bisnis, tapi juga dalam kehidupan personalnya.

Rangga mengakui tahun 2023 terbilang ‘berat’, salah satunya karena ia harus menghadapi kenyataan bahwa hubungan romansa yang dibangun dengan seseorang tidak bisa berlanjut. “Saya menganggap she’s the one dan saya menemukan yang hilang dalam diri saya, tapi akhirnya saya terpuruk secara emosional. Rasa duka dan kehampaan itu sempat memengaruhi saya dalam mengelola D’Kromo Residence, hampir dua bulan saya tidak bisa running well, bahkan saya menyerahkan tongkat komando pengawasan dan urusan keuangan D’Kromo ke orang lain. Namun akhirnya saya menyadari, inilah hidup, life must go on.

Itulah tantangan besar yang dihadapi Rangga. Bukan soal bisnis, melainkan bagaimana ia mampu bangkit dari rasa duka, berdiri tegak, dan kembali melangkah maju. Namun, di balik duka yang ia rasakan, Rangga mensyukuri anugerah yang Allah SWT berikan padanya melalui D’Kromo Residence yang resmi berusia satu tahun.

Ada rasa bangga menyeruak, menyadari bahwa ia mampu mengelola D’Kromo Residence dengan baik. Rangga pun bersyukur dapat bertemu dengan banyak orang yang membuka wawasannya lebih luas, mulai dari dokter pengusaha mebel, manajer salah satu minimart terbesar di Indonesia, dan banyak lainnya.

Digitalisasi, Sebuah Langkah Awal

Dari perbincangan hangat dengan para tamunya itulah, Rangga menimba ilmu dan mengambil banyak pelajaran berharga. Banyak insight yang ia dapatkan untuk perkembangan karier maupun pribadinya, juga bagaimana untuk mampu menyikapi kerasnya dunia. Terlebih lagi dalam menjalankan bisnis di tengah era digital saat ini, tentu tantangan yang dihadapi akan semakin beragam.

“Saya banyak melakukan digitalisasi untuk operasional D’Kromo Residence, mulai dari pemesanan kamar, sistem keuangan, sistem pembelanjaan stok kafe dan minimart, sistem penjualan berbasis apps dan clouds, hingga sistem keamanan. Awalnya banyak orang menentang sistem yang saya buat, ada juga karyawan yang meragukan sistem digital ini bisa diterapkan dan diperlukan untuk kos-kosan. Saya yakinkan mereka bahwa digitalisasi ini sangat diperlukan, dan yang terpenting adalah kemauan beradaptasi,” ungkap lulusan dengan gelar MBA dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini.

Diakui Rangga, butuh waktu hampir empat bulan dalam mengedukasi para karyawan untuk menjalankan sistem berbasis digital yang ia bangun. Demikian juga dengan penghuni kos, mereka menggunakan sistem one-way gate system, termasuk untuk mengingatkan tanggal jatuh tempo sewa kamar. Menariknya, ketika sudah jatuh tempo, pintu kamar tidak bisa dibuka.

Para penghuni juga awalnya keberatan dengan perubahan dari kunci konvensional ke smart access door. Namun Rangga berhasil meyakinkan mereka bahwa ini demi kebaikan para penghuni, terutama untuk memastikan keamanan lebih terjaga. Dan kini, semua penghuni sudah bisa menerima dengan baik sistem digital yang dijalankan di D’Kromo Residence. Beberapa bahkan menanyakan kapan D’Kromo akan buka di kota-kota selain Yogyakarta.

Bicara tentang inovasi dan kreativitas, digitalisasi menjadi terobosan pertama yang dilakukan Rangga dalam mengembangkan bisnisnya. Digitalisasi berbentuk sistem yang user-friendly ternyata memudahkannya dalam menjalankan usaha.

“Selanjutnya, D’Kromo Residence bisa dikatakan sebagai pionir di Yogyakarta untuk kos yang mengadopsi sistem hotel. Dengan full services yang memanjakan penghuni, mulai dari one month cleaning room, laundry, room service, serta sistem check-in & check-out yang mudah, diharapkan dapat membuat penghuni betah untuk menetap lebih lama,” papar Rangga.

Prestasi dalam Waktu Singkat, Mengapa Tidak?

Dengan bisnis yang berkembang dalam waktu cepat ini, apakah Rangga melihatnya sebagai sebuah prestasi? “Prestasi yang membanggakan bagi saya adalah ketika saya berhasil menerapkan sistem usaha yang mampu membuat D’Kromo berada di top position yang bisa membuat para pemilik kos di sekitarnya melihat bahwa ‘pemain baru’ ini bisa begitu diminati. Ditambah lagi, reputasi D’Kromo yang terbilang gemilang, selama periode Juni 2023-Januari 2024, occupancy rate (keterisian kamar) mencapai 98 persen. D’kromo bahkan selama tiga bulan berturut-turut memiliki waiting list sebanyak 28 orang,” ujar Rangga bangga.

Menurut Rangga, seorang pengusaha memang sudah seharusnya beradaptasi dengan perubahan di era digital yang telah memasuki fase industri 5.0. D’Kromo Residence mencoba beradaptasi dengan era digital dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan bagi penghuni. Sudah pasti, masalah terberat yang dihadapi dalam sistem digital adalah system error maupun bug terkait jaringan. Namun dengan kesiapsiagaan teknisi dan maintenance yang terjaga, segala permasalahan bisa diatasi dengan cepat.

Bicara tentang kiat sukses seorang Rangga, ia menyebutkan 4 Key Success Factor yaitu Strategi, SDM, Keuangan, serta Marketing & Operasional. “Pertama, saya harus memahami strategi yang dibutuhkan agar usaha ini berkembang, mulai dari digitalisasi, branding, hingga bagaimana mewujudkan target cozy to stay di D’Kromo Residence. Kedua, saya harus memiliki SDM yang kompeten, yang mau diedukasi dan disiplin dalam bekerja. Ketiga, saya harus cerdas mengatur keuangan terutama agar tidak ada utang menumpuk dan selalu memiliki dana darurat untuk keperluan tak terduga. Dan keempat, memastikan kualitas layanan terbaik untuk penghuni,” terang pria yang hobi bermain game ini.

Lantas, dengan segala kesibukan menjadi pengusaha, bagaimana Rangga menjaga kesehatan agar selalu berstamina menjalankan bisnis? Diakuinya, meskipun termasuk jarang berolahraga, ia berusaha mengimbangia dengan menjaga asupan nutrisi agar tubuh tidak mudah sakit. Demikian pula untuk refreshing, Rangga memilih untuk mengunjungi café dengan suasana baru yang membuatnya mampu me-refresh otak dari kepenatan bekerja.

Sesekali Rangga mengunjungi café di daerah pegunungan, tak hanya memanjakan mata dengan keindahan alam tapi juga mampu menenangkan, dan ia pun merasa siap kembali untuk bekerja. Termasuk juga menyantap comfort food ala Rangga yaitu mie, baik Mie Rebus maupun Mie Goreng. Semua untuk recharge tubuh dan pikiran agar kembali bersemangat dalam bekerja.

Inspirasi dalam Hidup

Kesuksesan yang diraih Rangga sekarang tidak serta merta datang dari dirinya sendiri. Ia mengaku ada dua orang yang menjadi inspirasi dan teladan baginya dalam menjalani kehidupan. “Ada dua orang yang sangat menginspirasi hidup saya. Yang pertama adalah orang tua yaitu Papa (Joko Eko Purwanto) dan Ibu (Sriwigati Purwanto), yang berperan aktif dalam perkembangan saya adalah Ibu. Beliau ibarat CEO rumah tangga yang mengatur semua urusan di rumah, dari urusan sepele hingga urusan yang rumit. Ditambah lagi, Ibu harus mampu menyatukan semua anggota keluarga dengan karakter yang berbeda. Ibu juga harus mampu menuntun semua anggota keluarga untuk bisa berjalan bersama menuju satu tujuan. Pun, Ibu adalah guru yang harus bisa mendidik anak-anaknya agar menjadi memiliki iman yang kuat, cerdas dan intelektual, bermental kuat, dan berkepribadian baik.”

Dan, sosok inspiratif berikutnya yang menjadi panutan Rangga adalah Prabowo Subianto. “Yang kedua adalah Bapak Prabowo Subianto. Beliau adalah sosok yang sangat legowo dalam menjalani kehidupan. Dihina seperti apa pun, beliau tetap tersenyum dan ikhlas menerima, tidak mendendam. Sosok Prabowo adalah contoh figur publik dan negarawan yang pantas dijadikan idola. Terlebih lagi, beliau juga seorang pengusaha yang berkontribusi besar bagi bangsa dan negara, itulah mengapa saya sangat mengidolakan beliau,” tegas Rangga.

Harapan di 2024

Di tahun yang baru ini, Rangga sudah menancapkan strategi bisnis untuk D’Kromo Residence. Salah satu business plan besarnya adalah membangun D’Kromo baru sebagai bentuk perluasan dari tempat kos saat ini, yang memiliki 70 kamar tambahan dengan tipe kamar Standar, Deluxe Suite, dan Suites VIP berikut area fitness, roof top café, ruang rekreasi yang menghadirkan meja billiard dan PS 5, juga area bisnis termasuk meeting room.

Saat ini menurut Rangga, manajemen D’Kromo Residence sedang dalam tahap perizinan dari Dinas terkait untuk unit cabang yang baru. Diharapkan segala urusan perizinan resmi bisa selesai sesuai waktunya, dan pembangunan bisa dimulai pada bulan Agustus 2024.

Sementara secara pribadi, Rangga mengaku tak punya harapan muluk. Ia hanya berdoa agar Allah SWT melindungi kedua orang tua dan adik-adiknya, dan memudahkannya dalam menjemput rezeki yang berlimpah dan barakah. Ia pun berdoa agar Allah mempertemukannya dengan seseorang yang mampu memahami profesinya sebagai pengusaha, yang tentu saja ada jatuh bangun dan perjuangannya.

Terbilang sukses di usia muda, Rangga berpesan untuk anak-anak muda agar tidak menyia-nyiakan waktu di usia produktif. “Untuk Generasi Z yang merupakan generasi emas Indonesia, tolong jangan banyak mengeluh soal kehidupan, atau mengeluhkan life balance yang tidak tercapai. Karena kita hidup di dunia ini harus memiliki target yang ingin dicapai, bukan hanya tentang menyenangkan diri sendiri. Yakinlah, ketika kita mampu mencapai target yang kita rencanakan, life balance pasti akan tercapai,” pungkas Rangga.

Bagikan:

Bagikan: