Crowdfunding Typography Banner
Universitas Aisyah Pringsewu

Putri Rahmah Alamsyah S.Gz.,M.Si, Vaksin TBC dan Nutrisi Esensial: Pilar Penting dalam Melawan Tuberkulosis di Indonesia

Bagikan:

2

MajalahInspiratif.com, Jakarta – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan yang mengintai masyarakat Indonesia. Sebagai salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia, upaya pencegahan dan penanganan penyakit ini menjadi prioritas utama. Dari estimasi satu juta kasus TBC di Indonesia, ada peningkatan temuan kasus yang sangat signifikan, dimana 724.309 kasus ditemukan di tahun 2022. Temuan kasus terus meningkat di tahun 2023 sebanyak 821.200 kasus. Dan sampai September tahun ini saja sudah 627.797 kasus yang teridentifikasi. Menkes menargetkan di tahun 2025 sebanyak 1.035.000 kasus TBC dapat dideteksi. Vaksinasi Bacillus Calmette-Guérin (BCG) memegang peranan krusial dalam pencegahan, terutama pada kelompok usia rentan. Di sisi lain, asupan nutrisi yang adekuat menjadi fondasi penting dalam meningkatkan imunitas penderita TBC dan mempercepat pemulihan.

Vaksinasi BCG: Benteng Pertahanan Awal Melawan TBC

Vaksin BCG adalah satu-satunya vaksin yang saat ini tersedia untuk melawan TBC. Di Indonesia, vaksin ini termasuk dalam program imunisasi wajib dan diberikan secara gratis kepada bayi baru lahir. Berikut adalah alasan mendasar mengapa vaksin BCG sangat penting dalam konteks kesehatan masyarakat Indonesia:

  1. Perlindungan Efektif Terhadap TBC Berat pada Anak: Manfaat utama vaksin BCG terletak pada kemampuannya melindungi bayi dan anak-anak dari bentuk-bentuk TBC yang parah dan berpotensi fatal, seperti TBC milier (penyebaran bakteri TBC ke seluruh tubuh) dan meningitis TBC (infeksi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang). Kedua kondisi ini memiliki tingkat kematian dan risiko kecacatan yang tinggi. Vaksin BCG secara signifikan mengurangi risiko terjadinya penyakit TBC berat pada kelompok usia ini.
  2. Mengurangi Tingkat Keparahan Penyakit: Meskipun efektivitas vaksin BCG dalam mencegah TBC paru pada orang dewasa bervariasi, penelitian menunjukkan bahwa vaksin ini dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit jika infeksi tetap terjadi. Vaksinasi dini dapat membantu membatasi penyebaran bakteri dan mengurangi risiko komplikasi serius.
  3. Kontribusi Terhadap Pengendalian TBC Nasional: Dengan memberikan vaksinasi BCG secara universal kepada bayi baru lahir, Indonesia berinvestasi dalam pengendalian TBC jangka panjang. Cakupan vaksinasi yang tinggi membantu menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) dan memutus rantai penularan bakteri Mycobacterium tuberculosis dalam populasi.
  4. Intervensi Kesehatan Masyarakat yang Cost-Effective: Vaksinasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dan efisien secara biaya. Mencegah penyakit melalui vaksinasi jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan biaya pengobatan dan penanganan komplikasi TBC yang bisa berlangsung lama dan mahal.

Tantangan dalam Implementasi Vaksinasi BCG di Indonesia:

Meskipun penting, program vaksinasi BCG di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan, di antaranya:

  1. Akses Geografis: Mencapai populasi di daerah terpencil dan kepulauan dengan infrastruktur terbatas dapat menjadi kendala dalam memastikan semua bayi mendapatkan vaksinasi.
  2. Kesadaran dan Edukasi Masyarakat: Tingkat pemahaman masyarakat tentang pentingnya vaksinasi perlu terus ditingkatkan. Misinformasi dan penolakan vaksin oleh sebagian kecil masyarakat juga menjadi tantangan.
  3. Logistik dan Penyimpanan Dingin: Memastikan vaksin tetap dalam kondisi optimal selama penyimpanan dan distribusi (ruang penyimpanan dingin) sangat penting untuk efektivitasnya.
  4. Penelitian dan Pengembangan Vaksin Baru: Vaksin BCG, meskipun efektif untuk bentuk TBC parah pada anak, memiliki keterbatasan dalam mencegah TBC paru pada orang dewasa. Oleh karena itu, investasi dalam penelitian dan pengembangan vaksin TBC yang lebih efektif untuk semua bentuk TBC sangat dibutuhkan. Kehadiran vaksin M72/AS01E-4, yang kini sedang diuji coba klinis di berbagai negara, membawa harapan baru bagi orang dewasa. Sebab, TBC tak bisa dianggap enteng karena cukup mematikan. Vaksin M72 adalah kandidat vaksin TBC terbaru yang dikembangkan sejak 1999 dan menunjukkan efektivitas hingga 50 persen dalam mencegah TBC aktif terhadap orang yang sudah terinfeksi laten. Pada fase uji klinis ketiga, vaksin M72 melibatkan sekitar 20 ribu partisipan di berbagai negara dengan angka tertinggi TBC dan negara endemis, termasuk Indonesia.

Nutrisi Esensial untuk Meningkatkan Imunitas Penderita TBC

Selain vaksinasi sebagai langkah pencegahan primer, nutrisi yang adekuat memainkan peran krusial dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, terutama bagi mereka yang telah terinfeksi TBC. Penderita TBC seringkali mengalami penurunan berat badan dan kekurangan nutrisi akibat nafsu makan yang berkurang, peningkatan kebutuhan energi karena infeksi kronis, dan gangguan penyerapan nutrisi. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi yang tepat sangat penting untuk mendukung pengobatan, mempercepat pemulihan, dan mencegah komplikasi. Berikut adalah beberapa kelompok makanan bergizi yang dianjurkan untuk penderita TBC:

  1. Sumber Protein Berkualitas Tinggi: Protein berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk sel-sel kekebalan. Asupan protein yang cukup sangat penting untuk pemulihan penderita TBC. Contoh: Daging tanpa lemak (ayam, ikan, sapi), telur, produk susu (susu, yoghurt, keju), kacang-kacangan (kedelai, kacang merah, lentil), dan tahu tempe.
  2. Karbohidrat Kompleks: Karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh. Pilihlah karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat dan memberikan energi yang stabil. Contoh: Nasi merah, roti gandum utuh, pasta gandum, ubi jalar, singkong, dan jagung.
  3. Lemak Sehat: Lemak sehat penting untuk penyerapan vitamin larut lemak dan memberikan energi tambahan. Contoh: Alpukat, minyak zaitun, minyak kelapa, ikan berlemak (salmon, sarden, makarel) yang kaya akan asam lemak omega-3, dan biji-bijian.
  4. Vitamin dan Mineral: Berbagai vitamin dan mineral berperan penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh.
  • Vitamin A: Penting untuk kesehatan selaput lendir di saluran pernapasan (melindungi epitel paru-paru). Sumber: Wortel, ubi jalar, bayam, hati.
  • Vitamin C: Antioksidan kuat yang mendukung fungsi sel imun. Sumber: Jeruk, stroberi, jambu biji, paprika, brokoli.
  • Vitamin D: Berperan dalam regulasi sistem imun. Sumber: Ikan berlemak, telur, paparan sinar matahari pagi.
  • Vitamin E: Antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Sumber: Biji bunga matahari, almond, minyak sayur.
  • Zink: Penting untuk perkembangan dan fungsi sel-sel imun. Sumber: Daging merah, kerang, biji labu.
  • Selenium: Antioksidan yang mendukung fungsi kekebalan tubuh. Sumber: Ikan tuna, telur, biji bunga matahari.
  • Zat Besi: Penting untuk pembentukan sel darah merah dan fungsi kekebalan tubuh. Sumber: Daging merah, hati, bayam, kacang-kacangan.
  1. Cairan yang Cukup: Dehidrasi dapat memperburuk kondisi kesehatan. Penderita TBC perlu memastikan asupan cairan yang cukup. Contoh: Air putih, jus buah tanpa gula tambahan, teh hijau.

Tips Nutrisi untuk Penderita TBC:

  • Makan sedikit tapi sering: Jika nafsu makan berkurang, cobalah makan dalam porsi kecil namun lebih sering sepanjang hari.
  • Pilih makanan yang mudah dicerna: Hindari makanan yang terlalu pedas, berlemak tinggi, atau mengandung gas yang berlebihan.
  • Perhatikan kebersihan makanan: Pastikan makanan yang dikonsumsi bersih dan diolah dengan benar untuk menghindari infeksi tambahan.
  • Konsultasikan dengan ahli gizi: Ahli gizi dapat membantu menyusun rencana makan yang sesuai dengan kebutuhan individu dan kondisi kesehatan penderita TBC.

Sinergi Vaksinasi dan Nutrisi dalam Penanggulangan TBC

Vaksinasi BCG dan nutrisi yang adekuat adalah dua pilar penting dalam upaya penanggulangan TBC di Indonesia. Vaksinasi memberikan perlindungan awal, terutama terhadap bentuk TBC yang berat pada anak-anak. Sementara itu, nutrisi yang baik memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu mencegah perkembangan penyakit aktif pada individu yang terinfeksi, dan mempercepat pemulihan bagi mereka yang sedang menjalani pengobatan TBC.

Penting bagi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk terus meningkatkan cakupan vaksinasi BCG, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya nutrisi seimbang, dan memastikan akses terhadap makanan bergizi bagi semua lapisan masyarakat, terutama kelompok rentan dan penderita TBC. Dengan sinergi antara pencegahan melalui vaksinasi dan peningkatan imunitas melalui nutrisi, Indonesia dapat mencapai kemajuan signifikan dalam menurunkan beban penyakit TBC dan mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.

Sumber referensi

  1. https://news.detik.com/x/detail/spotlight/20250520/Vaksin-Bill-Gates-di-Antara-Darurat-TBC/
  2. https://kemkes.go.id/id/menkes-tegaskan-indonesia-serius-tangani-tbc
  3. https://www.siloamhospitals.com/en/informasi-siloam/artikel/mengenal-imunisasi-bcg-cara-kerja-jadwal-efek-samping
  4. https://www.bbc.com/indonesia/articles/cz63jlwll6eo
  5. https://20.detik.com/detikupdate/20250520-250520070/video-program-vaksin-tbc-bill-gates-hingga-uji-klinis-di-indonesia
  6. https://www.metrotvnews.com/read/kpLCavOv-kota-bandung-siap-jadi-uji-coba-vaksin-tbc-bill-gates
  7. https://www.dw.com/id/indonesia-jadi-lokasi-uji-coba-vaksin-tbc-bill-gates-jadi-kelinci-percobaan/video-72521489
  8. https://news.detik.com/berita/d-7908626/hasan-nasbi-vaksin-tbc-bill-gates-uji-klinis-tahap-3-di-ri-dijamin-aman

Bagikan:

Bagikan: