Crowdfunding Typography Banner
Owner Wedari Holistic Care, Influencer

Ns. Ni Nyoman Sri Windari, S.Kep, Hadirkan Perawatan Profesional Langsung di Rumah Anda

Bagikan:

1

MajalahInspiratif.com, Jakarta – Perjalanan panjang penuh jatuh bangun membentuk sosok Ns. Ni Nyoman Sri Windari, S.Kep, menjadi pebisnis tangguh. Dari sekadar mengumpulkan bunga kamboja semasa kecil untuk dijual, kini ia menjadi pemilik Wedari Holistic Care, sebuah layanan kecantikan yang siap menjadikan customer tampil cantik tanpa harus meninggalkan rumah.

Ns. Ni Nyoman Sri Windari, S.Kep, bukanlah pebisnis yang lahir dari keberuntungan instan. Sejak kecil, ia sudah terbiasa mencari cara untuk mandiri secara finansial. Semenjak remaja, ia bahkan telah mengasah bakat dagangnya dengan berjualan bunga kamboja. “Waktu SMP, teman saya cerita kalau bunga kamboja bisa dijual setelah dijemur. Karena di sekolah ayah banyak pohon kamboja, saya mulai mengumpulkan dan menjualnya,” kenangnya. Dukungan penuh dari orang tua menjadikan langkah awal itu terasa bermakna.

Ketika duduk di bangku SMA, pengguna gadget yang semakin banyak mendorong wanita ayu yang akrab disapa Mang Winda ini mulai menjual pulsa. Tanpa banyak bicara kepada orang tua, ia membangun kepercayaan pelanggan dari tetangga hingga teman sekolah. ”Sewaktu SMA, bersama seorang teman sebangku sepulang sekolah kami pernah bawa karung ke pantai untuk mengumpulkan botol-botol bekas lalu dijual,” kenangnya.

Ketika kuliah, Mang Winda bekerja paruh waktu sebagai Koki di sebuah kafe kecil. Dari pemilik kafe, ia belajar sistem cash on delivery (COD) dan mulai menjual barang secara daring serta mempelajari pengiriman barang secara otodidak.

Namun dunia bisnis sempat ia tinggalkan kala fokus menyelesaikan pendidikan keperawatan hingga kini menjalani profesi sebagai Ners (Perawat). Usai lulus, ia mencoba berbagai hal, dari belajar make-up hingga membuat konten kecantikan. Keaktifannya di komunitas kecantikan membawanya ke berbagai kesempatan, termasuk undangan sebagai Influencer lokal.

Perjalanan kariernya sempat singgah di sebuah klinik kecantikan. Namun, pengalaman pahit sebagai perawat yang diperlakukan seperti pengasuh anak membuatnya sadar akan nilai dirinya. “Saya kuliah lima tahun, tapi diperlakukan seperti Baby Sitter. Income yang saya dapat juga tidak sesuai dengan kebutuhan bulanan yang saat itu harus indekost,” ujar Mang Winda.

 Bisnis Sampingan. Saat ini, Mang Winda bekerja di sebuah perusahaan besar sebagai Perawat Kecantikan. Pengalaman selama bekerja membuatnya paham jenis-jenis penyakit kulit dan perawatan yang tepat. Hingga ia pun terdorong untuk merintis bisnis sampingan dengan membuka layanan home service berlabel Wedari Holistic Care, di kampung halamannya.

Bisnis tersebut dirintis karena ia prihatinan melihat para ibu yang harus menunda waktu merawat diri karena kesibukan mengurus anak dan rumah. Ia menghadirkan solusi praktis perawatan kulit berkualitas klinik yang bisa dinikmati langsung dari rumah. “Saya ingin para ibu tetap bisa me time tanpa perlu keluar rumah, tanpa harus khawatir meninggalkan anak,” ujarnya.

Dengan peralatan yang awalnya di-support oleh orang tua, Mang Winda mulai menawarkan berbagai treatment estetik kepada teman dan kerabat. Meski sempat sepi dan jauh dari ekspektasi karena teman-teman kuliah tak menyambut tawarannya, namun ia tak pernah gentar. Mang Winda bersyukur, banyak teman semasa kecil yang bersedia menjadi ‘model percobaan’. Konsep usaha yang sederhana tapi berdampak, membuat layanan perawatan wajah yang bisa diakses dari rumah dengan harga terjangkau mendapat sambutan hangat. Kini, ia bahkan menjalankan layanan kecantikan ke berbagai daerah seperti Denpasar dan Kintamani.

“Banyak ibu rumah tangga yang tidak sempat ke klinik karena sibuk mengurus anak atau tinggal jauh. Saya hadir untuk mereka,” ujar Mang Winda. Ia bahkan pernah membantu seorang ibu menyusui menjalani perawatan sambil tetap menjaga bonding dengan anaknya. “Itu yang bikin saya paling bahagia,” tambahnya.

Mang Winda membuktikan bahwa kegigihan, keberanian untuk berubah, dan ketulusan membantu sesama adalah fondasi kuat dalam membangun bisnis. Wedari Holistic Care bukan sekadar usaha kecantikan, tapi ruang aman dan nyaman bagi para perempuan, terutama ibu, untuk merawat diri tanpa harus meninggalkan rumah.

Menjaga Kualitas. Diceritakan Mang Winda, strategi promosi Wedari Holistic Care cukup sederhana tapi sangat efektif, yakni dari mulut ke mulut. Namun bagi Mang Winda, kualitas layanan adalah kunci utama. “Kalau saya sedang kelelahan, saya lebih baik menolak pasien daripada hasilnya tidak maksimal. Karena saya percaya, pelayanan terbaik akan membuat pelanggan datang kembali dan bercerita ke orang lain,” jelasnya.

Meski begitu, Mang Winda juga memanfaatkan Instagram untuk memperkenalkan layanan, memberikan edukasi, dan menjaring pasien baru. Kini, ia mulai mengembangkan strategi iklan digital untuk memperluas jangkauan layanannya.

 Treatment Andalan. Dari berbagai treatment yang ditawarkan, Facial menjadi andalan utama. “Percuma menggunakan skincare jutaan kalau kulit tidak bersih. Masih ada lapisan kulit mati yang menghalangi penyerapan skincare. Facial rutin itu penting,” tegasnya.

Produk yang digunakan Mang Winda juga tidak sembarangan, semuanya berasal dari distributor resmi klinik-klinik besar. Beberapa bahkan direkomendasikan langsung oleh dokter tempat Mang Winda menjalani kursus kecantikan.

Ditekankan Mang Winda, keunggulan utama Wedari Holistic Care adalah layanan home service yang fleksibel dan cocok untuk segala kalangan, dari ibu menyusui, lansia, hingga kaum adam yang kini mulai sadar pentingnya perawatan diri. “Banyak pasien saya tetap bisa beraktivitas  seperti menyapu, memasak, bahkan bikin kue untuk dijual sambil menjalani treatment,” ceritanya.

Dengan pendekatan yang hangat, praktis, dan tetap profesional, Wedari Holistic Care sukses menjawab kebutuhan masyarakat urban yang ingin merawat diri tanpa mengorbankan waktu untuk keluarga.

 Peluang Tanpa Batas. Di era digital yang berkembang pesat seperti sekarang, peluang bagi perempuan untuk mandiri secara ekonomi terbuka sangat lebar. Hal ini dirasakan langsung oleh Mang Winda, yang memanfaatkan kemajuan teknologi untuk membangun dan mengembangkan bisnisnya dari rumah.

“Sekarang semua serba mudah. Dahulu saya pernah memulai bisnis dari nol, modal kecil sekali. Tapi sekarang, cukup dengan HP dan internet, kita udah bisa jualan, promosi, bahkan belajar,” kata Mang Winda.

Menurut Mang Winda, media sosial seperti Instagram dan TikTok jadi alat penting untuk personal branding. Ia sering melihat para ibu rumah tangga yang tinggal di gang kecil, tapi jualannya ramai karena pintar memanfaatkan platform digital. “Kita bisa jual diri kita dalam artian positif. Tunjukkan keahlian, cerita, dan value yang kita bawa. Nanti kalau kita sudah punya brand, akan lebih mudah memperkenalkannya ke orang banyak,” tambahnya.

 Terus Belajar. Bagi Mang Winda, teknologi juga memudahkan dalam hal edukasi. Ia belajar berbagai teknik perawatan kulit, strategi pemasaran, hingga inspirasi bisnis melalui YouTube dan TikTok. “Saya tidak harus sekolah formal atau beli buku. Cukup satu genggaman, bisa belajar dari mana saja,” ujarnya.

Tak hanya itu, komunitas online juga membuka peluang kolaborasi dan pertukaran ide. Kini, ia bisa terhubung dengan banyak orang tanpa harus hadir secara fisik. “Mau ikut diskusi, tinggal Zoom. Mau kerja, bisa sambil di café. Fleksibel banget,” katanya antusias.

Ditambahkan Mang Winda, kemajuan teknologi bukan hanya soal alat, tapi soal cara berpikir. Perempuan kini bisa mandiri, berkembang, bahkan membangun karier dari rumah, tanpa mengabaikan peran keluarga. Dan ia adalah buktinya.

“Selama kita mau belajar dan adaptif, teknologi bisa jadi jembatan untuk siapa pun, terutama perempuan, untuk maju dan bersinar,” imbuh perempuan muda kelahiran Busungbiu-Bali, 17 Juli 1998 ini.

 Kiat Sukses. Menjalani peran ganda sebagai karyawan, pebisnis, dan Content Creator bukan hal yang mudah. Tapi Mang Winda, berhasil membuktikan bahwa dengan niat kuat dan strategi tepat, semua bisa dijalani secara seimbang.

Ia pun berbagi beberapa kiat sukses. Dimulai dengan membagi perannya dengan cermat. Mulai dari jam kerja sebagai karyawan, mengelola pelanggan di bisnis kecantikan home service, hingga menciptakan konten edukatif dan promosi. Semua dilakukan tanpa mengorbankan kualitas. “Saya harus pintar mengatur waktu. Bangun pagi, begadang kalau lagi ramai, semua harus dihitung dan direncanakan,” katanya.

Berikutnya adalah investasi ilmu, yakni dengan mengalokasikan sebagian besar gajinya untuk mengikuti kursus dan pelatihan.“Satu kali kursus bisa setara gaji bulanan saya. Tapi saya percaya, itu investasi penting. Makanya saya rela menabung lebih banyak supaya bisa ikut,” jelasnya.

Selain itu, Mang Winda juga memiliki tekad yang kuat. Layaknya pejuang, ia pernah berada di titik hampir menyerah. Namun ia memilih bertahan.“Kalau waktu itu saya menyerah, mungkin saya tidak akan sampai di titik saat ini,” ungkapnya.

Dan sejauh ini, Mang Winda bersyukur mendapat support system yang sehat dari keluarga maupun kekasihnya. “Awalnya pacar saya tidak setuju, karena khawatir saya terlalu sibuk dan kami kurang komunikasi. Tapi setelah ngobrol panjang, akhirnya dia bisa ngerti dan sekarang mendukung,” katanya.

Untuk bisa menjalani semua peran, Mang Winda juga begitu memerhatikan kondisi fisik maupun mentalnya, yakni dengan menjalani gaya hidup sehat dan self talk. “Saya tidak mau memaksakan diri. Sebelum menerima permintaan order, saya selalu bertanya kepada diri sendiri ‘Kamu siap tidak?’. Ini saya lakukan agar kesehatan mental saya tetap terjaga,” tuturnya.

Dan dari semua kiat sukses Mang Winda, dua hal yang paling utama adalah doa dan disiplin. “Ketika merasa lelah, saya mencoba ’berkomunikasi’ dengan tuhan dan memohon kekuatan dari-Nya. Dan yang paling penting adalah disiplin. Harus punya mental baja. Semua rasa sakit, rasa ingin menyerah, harus saya tahan, biar Tuhan percaya saya siap untuk hal yang lebih besar,” tutupnya penuh keyakinan.

Aesthetic and Wellness in One

Di balik Wedari Holistic Care, ada harapan besar yang terus Mang Winda bawa, yakni menghadirkan tempat perawatan yang bukan hanya estetik, tapi juga menyentuh sisi wellness dan menyeluruh untuk seluruh keluarga.

“Saya pernah menangani satu keluarga dengan berbagai permasalahan, mulai dari kulit kusam, pegal, stress, atau kulit anak yang sensitif. Dan mereka pulang dengan solusi. Ibunya glowing, anaknya cerah, bapaknya lebih rileks dan segar. Semua dapat manfaat,” jelas Mang Winda.

Dengan jargon “asthetic and wellness in one”, ia bercita-cita membangun sebuah sistem pelayanan yang inklusif. Tidak hanya untuk ibu dan anak, tapi juga melibatkan ayah, bahkan seluruh keluarga dalam satu ekosistem holistik.

“Nama holistic care itu bukan sekadar nama. Saya ingin benar-benar memberi pelayanan menyeluruh. Baik fisik, mental hingga emosional, dalam suasana kekeluargaan yang hangat dan nyaman,” ungkapnya.

Mang Winda pun berharap suatu hari bisa fokus penuh pada bisnis ini. Ia sadar bahwa untuk tumbuh besar, kadang harus merelakan satu hal agar bisa maksimal di sisi lainnya. “Untuk berkembang lebih besar, saya tahu pada akhirnya harus melepas pekerjaan utama dan fokus membesarkan Wedari Holistic Care. Itu bukan pengorbanan, tapi bentuk komitmen untuk melayani lebih baik,” tutupnya mantap.

Berkarya untuk Menginspirasi dan Memberi Dampak

Di tengah arus kehidupan yang sering kali membentuk dan bahkan membelokkan jalan seseorang, perempuan mandiri hadir sebagai sosok yang mampu menentukan arah hidupnya sendiri. Bagi Mang Winda, kemandirian bukan hanya soal uang, tapi tentang punya kendali penuh atas hidup.

”Saya pernah merasakan tidak enaknya hidup saat harus selalu mengikuti arahan orang. Diperintah ini-itu, hidup seperti bukan milik sendiri. Tapi saat saya mandiri, saya tahu hidup ini mau dibawa ke mana,” ujarnya tegas.

Bagi Generasi Z ini, perempuan yang punya karier dan karya bukan hanya sedang mengejar prestasi pribadi, tapi juga sedang membuka jalan bagi banyak orang lain. Ia percaya bahwa perempuan bisa menjadi sumber inspirasi yang nyata, terutama bagi orang-orang di sekitarnya.

“Kalau kita punya karier dan pencapaian, kita bisa bantu orang lain. Bisa kasih semangat, bisa jadi contoh. Dan kalau suatu hari kita jadi ibu, kita jadi role model buat anak-anak kita sendiri,” tambahnya.

Bahagia Tanpa Beban. Lebih jauh, Mang Winda juga menekankan pentingnya kemandirian finansial bagi perempuan. Dengan keuangan sendiri, seorang perempuan bisa merawat diri, mewujudkan mimpi, bahkan memberi tanpa bergantung.

”Kita bisa beli apa yang kita mau, tanpa menunggu nafkah dari suami ataupun persetujuan orang lain. Rasanya tuh puas, bangga. Karena kita tahu, ini hasil kita sendiri,” jelasnya.

Mang Winda juga ingin mematahkan anggapan bahwa perempuan yang memilih menjadi ibu rumah tangga tak bisa berprestasi. Baginya, menjadi ibu tak menghalangi seseorang untuk sukses, justru bisa jadi penguat nilai, makna, dan kontribusi yang lebih luas.

“Ketika kita bahagia dan hidup punya arah, maka energi positif itu akan sampai juga ke keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.

Info Selanjutnya:

Instagram       : @wedariholisticare_bali

 Home service Singaraja-Denpasar

Bagikan:

Bagikan: