MajalahInspiratif.com, Jakarta – Passion dan cita-cita mendorong harapan Nin Yasmine Lisasih, S.H., M.H untuk mewujudkan mimpi masa kecilnya sebagai seorang Advokat dan Dosen. Mengawali perjalanan yang tidak mudah, kehidupan Yasmine, sapaan akrab kelahiran Solo ini, harus tumbuh tanpa sosok seorang ayah. Ayah Yasmine berprofesi sebagai PNS di KPPN (Departemen Keuangan), sehingga harus mutasi kerja setiap 3 tahun sekali seperti di Nabire (Papua), Palu (Sulawesi Tengah) dan kota-kota lainnya.
Yasmine merasa perpisahan dengan Ayah selama bertahun-tahun adalah cobaan yang paling berat namun ternyata ada yang lebih berat yaitu ditinggalkan oleh Ayah selama-lamanya dari dunia ini. Saat itu, Yasmine ingin sekali menempuh bangku kuliah. Namun Ayah sudah meninggal dunia dan Ibu tidak bekerja. Ia mencari beasiswa yang dapat membiayai pendidikan Sarjana.

“Saya mengikuti seleksi beasiswa Djarum, saya menjalani 4 seleksi yaitu Seleksi Administrasi (S1), Tes Potensi Akademik, Psikotes dan Interview. Saya berhasil lolos seleksi akhir dari 3.178 pendaftar untuk beasiswa Djarum, hanya 441 mahasiswa dari 44 PTN dan 27 PTS di 23 provinsi berhasil memperoleh beasiswa tersebut se Indonesia,” bangga Yasmine.
Meskipun biaya pendidikan telah dicover oleh beasiswa Djarum namun ia tetap membutuhkan biaya hidup untuk makan sehari-hari. Akhirnya Yasmine memutuskan untuk bekerja sebagai penyiar radio di PTPN radio Solo. Ia sering mengambil jadwal siaran subuh yaitu berangkat jam 4 pagi dari rumah, jam setengah 5 pagi sudah standby dan jam 5 pagi sudah mulai siaran. Ia menyiarkan berita luar negeri dari VOA (Voice of America) dan BBC (British Broadcasting Corporation).
“Saya siaran hingga jam 9 pagi lalu jam 10 pagi lanjut kuliah di Fakultas Hukum Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Selain sebagai penyiar radio, di weekend saya bekerja sebagai penyanyi di wedding event, café atau coffee shop,” kisahnya mengenang.
Akhirnya Yasmine berhasil menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Hukum UNS dengan memperoleh IPK tertinggi dari 2.271 wisudawan sekaligus lulusan termuda se-universitas, karena mampu menyabet gelar Sarjana di usia 20 tahun. Ia bahkan menjadi lulusan tercepat di angkatannya, sehingga berhak memperoleh penghargaan sebagai Lulusan Terbaik. Bermodal prestasi tersebut Yasmine mengajukan beasiswa S2 di Djarum Foundation (Djarum Bakti Pendidikan) dan berhasil mendapatkan beasiswa S2.

“Saya mengambil S2 di Universitas Padjajaran Bandung dan berhasil lulus tepat waktu dengan IPK di atas 3,50 dan lulus di usia 22 tahun. Sewaktu menjalani kuliah S2 saya mengikuti Program Comparative Study di NUS (National University of Singapore) dan beberapa kali intensive course di Program UTS (University Technology Sidney) in Cooperation with WIPO (World Intellectual Property Organization). Saya menjalani kuliah S2 saya cukup berat, saya harus kost, bekerja sambil kuliah dan saya berhadapan dengan masalah hukum saat itu. Saya pernah menjadi korban cyber bullying oleh netizen Indonesia. Tapi saya tidak menyerah dan terus fokus pada perkuliahan.”
Setelah menamatkan pendidikan pascasarjana, Yasmine merantau ke Jakarta. Pada 2013, ia bersyukur karena Tuhan mempertemukannya dengan pengacara kondang Dr. Hotman Paris Hutapea S.H., M.Hum dan ia bekerja dengan beliau sebagai Asisten Dosen untuk mata kuliah Hukum Kepailitan. Hingga sekarang, ia masih bekerja dengan Bapak Hotman Paris, menangani kasus-kasus kemanusiaan seperti pembunuhan, pemerkosaan dan penganiayaan berat yang kasusnya terhenti atau tidak mendapat atensi dari aparat penegak hukum.
“Saya mengabdikan diri saya untuk membela para pengais keadilan karena saya tau bagaimana sakitnya tidak mendapat keadilan dan berada dalam keadaan tidak berdaya ketika berproses hukum di Indonesia,” lirih Yasmine.
Selain berprofesi sebagai Advokat, Yasmine juga sebagai Dosen di 5 (lima) kampus di Jakarta yaitu Universitas Esa Unggul, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Kwik Kian Gie School of Business, GS Fame Institute of Business dan Universitas Mpu Tantular. Profesi Dosen lebih dari 12 tahun ini mengantarkannya sebagai Saksi Ahli di puluhan perkara hukum di persidangan atau di kepolisian. Selain itu, Yasmine juga sudah puluhan kali menjadi pembicara seminar tingkat nasional maupun internasional.
Perempuan yang hobi traveling, memelihara kucing dan menyanyi ini, juga gemar menulis. Adapun buku yang pernah ditulis adalah Panduan Praktek Beracara Perdata bagi lawyer yang telah mendapat thropy terlaris di Shopee dan nomor 1 buku terlaris di penerbit. Beberapa kali ia sering masuk media elektronik cetak dan televisi baik sebagai Dosen maupun Pengacara. Berbekal pengalaman pekerjaan baik sebagai Pengacara dan Dosen, maka pada 17 September 2023 ia mendirikan kantor hukum bernama Yasmine Lisasih Law Office& Partners yang berkantor pusat di Bekasi dan pada 9 Juni 2025 ia mendirikan kantor cabang di Jakarta Barat.
“Melalui kantor hukum yang dibangun, saya menawarkan jasa layanan hukum berupa pendampingan di litigasi persidangan dan non litigasi di luar persidangan serta segala permasalahan yang berhubungan dengan sektor hukum. Dengan pencapaian yang ada, saya selau berusaha hidup produktif. Dalam satu tahun, saya harus menghasilkan suatu karya atau prestasi,” tekadnya.
Mengajar dengan Bahagia
Sebagai Dosen, Yasmine mengajar dengan prinsip “learning is fun”. Ia menerapkan games berkaitan dengan materi perkuliahan sehingga mahasiswa tidak bosan dan aktif terlibat dalam diskusi. Ia selalu memberikan apresiasi kepada mahasiswa dengan memberikan selempang ‘best student” bagi mahasiswa yang meraih nilai tertinggi di kelas, sehingga mahasiwa akan bersaing secara positif dan mempunyai ambisi untuk berprestasi.
Perempuan Merdeka
Kemerdekaan di era sekarang bukanlah kemerdekaan dari penjajah, namun melawan ego diri sendiri yang terkadang menghambat kesuksesan sendiri. Menjadi perempuan merdeka berarti terbuka dengan kemajuan teknologi. Perempuan dapat mengakses pendidikan, pekerjaan dan bisnis dengan mudah. Contohnya, sebagai Dosen ia dapat mengajar online atau menjadi pembicara di webinar internaisonal dengan peserta dari negara lain. Sebagai Pengacara, melalui website https://yasminelisasihlawoffice.com ia dapat melayani konsultasi hukum via online.
“Budaya patriarki, meskipun ada perubahan dan upaya menuju kesetaraan gender, sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai tokoh utama dan memiliki otoritas lebih besar masih sangat terasa di berbagai aspek kehidupan. Ini terlihat dari pembagian peran dalam keluarga, struktur pekerjaan, hingga representasi dalam media dan politik,” ungkap Yasmine.
Lebuh lanjut Yasmine mengungkap fakta dalam dunia karier, isu gender masih menjadi persoalan utama untuk perempuan Indonesia. Hal ini terbukti dari lebih banyaknya pekerja laki-laki dibandingkan perempuan yang harus menjalankan peran ganda yaitu bekerja di luar rumah dan mengurus rumah tangga. Bahkan dalam Undang-Undang Perkawinan Pasal 34 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Pasal tersebut menyatakan bahwa “Istri wajib mengatur urusan rumah-tangga sebaik-baiknya” yang artinya perempuan tidak diwajibkan untuk berkarier.

Perempuan Mandiri Berkarya
Perempuan wajib memiliki kebebasan finansial terutama dalam menghadapi budaya patriarki di Indonesia. Ketika sudah memiliki kebebasan finansial, maka perempuan tidak akan direndahkan oleh laki-laki dan masyarakat. Perempuan juga harus berkontribusi kepada masyarakat dan negara, sehingga dapat menjadi agen perubahan.
“Perempuan lebih dapat menahan rasa sakit dibanding laki-laki, terbukti dari perempuan yang diberikan kodrat untuk hamil dan melahirkan. Perempuan dapat menjalankan peran suami yaitu mencari nafkah sementara itu laki-laki tidak dapat menggantikan kodrat perempuan. Perempuan harus berpendidikan dan berprestasi karena perempuan adalah calon ibu yang akan mendidik anaknya yaitu generasi penerus bangsa,” jelas Yasmine.
Me Time Berkualitas
Yasmine selalu melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan hormon-hormon positif dan menurunkan hormon stress seperti hormon oktistosin dengan mengadopsi kucing. Ia mempunyai dua kucing yaitu Max (ras Persian Himalaya Siamese) dan Drex (ras Mainecoon Tortoiseshell). Ia juga hobi traveling keliling dunia dan sudah mengunjungi puluhan Negara di dunia. Sementara untuk kecantikan, ia harus menyempatkan diri untuk rutin menggunakan skin care setiap hari terutama malam hari sebelum tidur serta berolahraga renang di waktu luangnya.
“Saya selalu menjadikan hari Minggu untuk hari keluarga. Dalam 6 hari kerja, 3 hari untuk profesi Lawyer dan 3 hari untuk profesi Dosen. Untuk bisnis, saya memilih bisnis rumah kost, sehingga tidak terlalu membutuhkan waktu intensif untuk mengurusnya,” tutup Yasmine.
Info lebih lanjut:
Instagram : @yasminelisasih







