MajalahInspiratif.com, Jakarta – Pengalaman pahit Nimas Tia Setia sebagai korban skincare yang mengandung steroid yang bukan hanya meninggalkan bekas, tetapi juga menumbuhkan keberanian untuk bersuara tentang kejujuran, tentang nilai, dan tentang bagaimana perempuan bisa menjadi kekuatan perubahan. Pada Agustus 2025 lalu, perempuan cantik ini pun meluncurkan brand skincare berbahan alami yang fokus pada kesehatan kulit.
Di tengah berbagai bisnis yang dijalankannya, Nimas Tia memilih untuk tidak tergesa-gesa membuka lini usaha baru. Baginya, setiap bisnis membutuhkan perhatian, proses, dan kedalaman yang tidak bisa dipaksakan. Saat ini, ia tetap fokus mengembangkan PO Bus Setia Alam Transindo yang berjalan stabil, sekaligus memperkuat bisnis pupuk yang terus berinovasi dengan produk-produk baru yang lebih unggul dan kompetitif.

Sementara itu, lini usaha seperti skincare dan rokok yang tergolong baru, menjadi prioritas dalam hal pendampingan dan pengembangan. “Setiap bisnis butuh fokus, perhatian, dan proses belajar. Jadi untuk saat ini saya memilih memperkuat yang sudah ada,” ujar perempuan kelahiran Pati, 29 Februari ini.
Keputusan tersebut menjadi bukti bahwa baginya, pertumbuhan bukan soal seberapa cepat berkembang, tetapi seberapa kuat fondasi yang dibangun.
Kejujuran yang Lahir dari Pengalaman
Di antara semua bidang yang digeluti, dunia kecantikan menjadi ruang paling personal bagi sosok cantik yang biasa disapa Nimas ini. Namun, industri ini tidak dimasukinya hanya karena mengejar peluang, melainkan karena pengalaman yang membekas.
Ia pernah menjadi korban produk skincare yang mengandung bahan berbahaya seperti mercury dan hydroquinone, zat yang jelas dilarang oleh BPOM namun sayangnya banyak digunakan oleh para pengusaha skincare nakal. Dampaknya tidak hanya merusak kulit, tetapi juga membuka kesadaran akan pentingnya kejujuran dalam bisnis kecantikan.
Dari pengalaman tersebut, ia membangun brand dengan satu prinsip utama, transparansi.
“Saya membangun bisnis ini bukan hanya untuk keuntungan. Yang pertama saya bangun adalah kejujuran,” tegas Nimas.
Ia menghadirkan produk dengan formula yang aman, harga yang tetap terjangkau dan kualitas yang tidak dikompromikan. Baginya, kepercayaan konsumen adalah aset jangka panjang yang tidak bisa dibeli dengan strategi instan.

Beradaptasi di Tengah Perubahan Zaman
Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat persaingan bisnis semakin dinamis. Nimas memahami bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi.
Karena itu, ia membangun tim yang tidak hanya solid, tetapi juga memiliki pemahaman terhadap perkembangan digital marketing dan teknologi yang terus berubah. Dengan kombinasi antara kualitas produk dan kekuatan tim, Nimas terus mendorong bisnisnya tetap relevan di tengah perubahan.
“Kita harus punya tim yang satu visi dan mengerti bagaimana menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat,” ungkapnya.
Berdaya Tanpa Kehilangan Nilai
Bagi Nimas, perempuan memiliki kekuatan besar untuk menciptakan perubahan. Ia percaya perempuan harus mandiri, berdaya dan memiliki penghasilan sendiri agar memiliki nilai dalam dirinya.
Namun di balik itu, ia tetap memegang teguh nilai-nilai yang ia yakini. Sebagai perempuan Jawa, ia menjunjung tinggi sikap andap asor, yakni rendah hati, santun dan menghormati orang lain, termasuk dalam kehidupan rumah tangga. Karena bagi Nimas, menjadi perempuan yang sukses tidak harus meninggalkan identitas dan nilai yang dipegang.

“Perempuan harus kuat, berkarya dan berpenghasilan. Tetapi tetap harus menjaga kehormatan, terutama dalam keluarga,” ujarnya.
Dan saat ini, menjalani peran sebagai business woman sekaligus istri bukanlah hal yang mudah. Nimas harus membagi waktu di tengah tuntutan bisnis dan kebutuhan untuk mendampingi suami yang juga memiliki aktivitas usaha yang padat, bahkan hingga ke luar kota dan luar negeri.
Kondisi tersebut menuntutnya untuk membangun sistem kerja yang kuat dan tim yang dapat diandalkan, agar seluruh lini bisnis tetap berjalan meskipun tanpa kehadirannya secara langsung.“Semua harus bisa berjalan tanpa saya di tempat. Kuncinya ada di tim yang kompak,” jelas Nimas, yang tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas utama.
Suara yang Menjadi Perubahan
Apa yang dilakukan Nimas hari ini lebih dari sekadar membangun bisnis. Ia sedang menyuarakan sesuatu yang lebih besar, yakni tentang kejujuran, keberanian dan peran perempuan dalam menciptakan perubahan.
Karena baginya, suara perempuan bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk diwujudkan dalam tindakan nyata. “Jangan pernah membatasi diri. Perempuan harus berani berkarya, berdaya, dan menciptakan perubahan,” pungkasnya.
Meski dalam setiap perjalanan hidupnya ia menyadari bahwa kegagalan adalah bagian yang tidak terpisahkan. Namun bagi Nimas, kegagalan bukan alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan untuk belajar dan tumbuh.
Terinspirasi dari semangat Kartini, ia percaya bahwa setiap masa sulit akan selalu diikuti dengan harapan baru. “Berjalan pelan tidak apa-apa, yang penting tidak berhenti dan harus terus belajar,” pungkasnya.







