MajalahInspiratif.com, Jakarta – Lebih baik mencoba dan berusaha memulai daripada tidak melakukan apapun lalu menyesal di kemudian hari. Inilah motto singkat namun tegas yang menjadi keyakinan Natasha Synne dalam mengarungi berbagai pengalaman untuk menghasilkan berbagai pencapaian. Terbukti dengan rangkaian bisnis yang dimiliki di antaranya Nats wear, Nats Thelabel, Nats Time Coffee and Resto, Nats Aesthetic, Borneo Etam, Bighen, Dioon Café, Danau Sentani, Youghwa Resto Seafood, Telaga Senayan Resto, Fits Salon dan Fits Klinik, Nats Lab (parfume, skincare, dan haircare/bodycare).

Penggemar kuliner yang akrab disapa Nats ini, termotivasi oleh sosok Nenek tercinta yang pantang menyerah, rasional dan pejuang sejati untuk anak-anaknya. “Saya mengagumi perjuangannya, mencintai tujuannya, menghargai ketulusannya dan bangga memiliki beliau sebagai nenek saya. Dari Nenek saya belajar untuk tidak mudah putus asa, pantang mengeluh dan terus berusaha memperbaiki yang menurut saya menjadi kelemahan.”
Lulusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Angkatan 94 ini, memulai usaha sendiri sejak duduk di bangku kuliah. Ketika menikah, ia mulai fokus dan berusaha profesional di bidang yang sudah diputuskannya dengan konsisten dan terus berinovasi dalam perkembangan zaman. Nats boleh berbangga hati, produk atau bisnisnya satu per satu tumbuh dengan konsisten. Tentunya dengan berbagai inovasi dan penawaran yang menarik bagi masyarakat.

“Keunggulan produk saya adalah dari segi kualitas dan harga. Konsumen harus mendapatkan kualitas pelayanan yang memuaskan, kualitas produk yang bagus dan harga yang terjangkau. Setiap produk yang kami keluarkan selalu dipikirkan dengan hati-hati dan direview dari segala aspek untuk meminimalkan resiko mngecewakan konsumen,” tegas wanita cantik kelahiran Pangkal Pinang, Bangka 15 Juli 1976 ini.
Nats masih memiliki harapan yang ingin diwujudkan dengan membuat diri bermanfaat bagi orang banyak, sehingga investasinya bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. “Saya sadar bahwa saya belum ada jaminan apapun untuk masuk surga, jadi saya akan terus berusaha merayu Allah agar diberikan RakhmatNya dan diberikan hidayah sebesar-besar dalam hidup saya saat ini dengan berusaha menjadi problem solver bagi orang-orang yang membutuhkan saran, tenaga dan materi selama yang saya mampu.”
Optimis Hadapi Tantangan dan Krisis Global
Krisis ekonomi global, menurut Nats dialami oleh semua Negara, dan tentunya akan berpengaruh di daya beli, tetapi secara kebutuhan tentunya tetap harus tersedia. Nats tetap bersyukur tinggal di Indonesia karena dengan jumlah penduduk yang banyak dan tingkat kesejahteraan mulai meningkat, maka barang-barang sekunder sudah mulai dianggap primer oleh sebagian orang, sehingga kebutuhan akan produk baru yang berkualitas semakin meningkat.
Pasar di Indonesia sangat beragam dari produk maupun segmen penggunanya, sehingga Nats yakin mampu bersaing sehat. Apalagi, pemerintahan mendukung industri rumahan atau kecil yang merupakan buatan masyarakat Indonesia.

“Selama kita mampu mnganalisa pasar, mereview produk sehingga kualitas terkontrol dan memasarkan produk sesuai target mayoritas yang sudah kita tentukan sejak awal inshaa Allah semua bisa berjalan dengan baik dan tentunya semua harus dengan Ridho Allah,” yakin Nats.
Demikian pun dengan persaingan dalam dunia kerja, merupakan hal yang lumrah, tapi tidak dianggap sebagai masalah. Mengubah mindset dan menganggap persaingan menjadi tantangan untuk diri sendiri melakukan upaya bertahan dalam membangun bisnis. Namun untuk menghadapi tantangan tersebut, Nats mengawali bisnisnya dengan tahap analisis yang akurat dan persiapan yang matang agar siap mengantisipasi segala risiko yang ada.
Me Time dan Harmoni dalam Keluarga
Selain sebagai entrepreneur, Nats merupakan Ketua Bhayangkari daerah Kalimantan Timur, karena suaminya adalah anggota Polri yang bertugas sebagai Kapolda Kalimantan Timur. Sebagai seorang istri yang selalu mendukung dan mendampingi suami dalam mengabdi Negara dan masyarakat, serta sebagai ibunda dari Namira Pramadhina Anjali (23 tahun, S1 UNPAD, jurusan Ilmu Komunikasi), Reuben Muharrom Narendra (Taruna AKPOL Tingkat 2), Nisrina Rania Emmarissa (Jurusan Design Interior Tingkat 1 di Nanyang Academy of Fine Arts/NAFA), dan Evander Ragil Indrastata (Siswa kelas 2 SMAN 8 Jakarta), Nats selalu memiliki waktu prioritas bersama keluarga.
Sementara me time untuk diri sendiri ataupun family time bersama keluarga tidak pernah dilewatkan demi mendapatkan kesegaran pikiran dan kebugaran fisik, serta menciptakan dan menjaga harmoni dalam rumah tangga. “Me time saya dengan kuliner dan nonton drama Korea, China atau film kolosal berseri di Korea maupun China







