Crowdfunding Typography Banner

Kapten Kes (W) dr. Rahayu Kartika Utami, Saraf Kejepit? Sakit Banget, Ya?

Bagikan:

Kapten Kes (W) dr. Rahayu Kartika Utami, Saraf Kejepit? Sakit Banget, Ya?

Saraf kejepit bukan sekedar nyeri punggung biasa. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas bahkan menurunkan kualitas hidup. Seperti namanya, saraf kejepit merupakan salah satu kondisi ketika saraf bagian tulang belakang mendapatkan tekanan secara berlebihan, sehingga menyebabkan kerusakan dan peradangan. Karena saraf menjalar sepanjang tubuh, saraf kejepit juga bisa terjadi di berbagai lokasi dalam tubuh.

Dokter kelahiran Jakarta, yang akrab disapa dr. Ayu ini, menjelaskan bahwa lansia yang berusia lebih dari 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena saraf kejepit. Hal ini terjadi karena adanya degenerasi tulang belakang, sehingga ruas-ruas tulang menekan saraf yang ada di sekitarnya, namun usia muda pun bisa mengalami saraf kejepit. Misalnya, memiliki berat badan berlebih, mengangkat beban berat dengan posisi dan tumpuan yang salah, melakukan gerakan menunduk dan berputar secara mendadak dan bisa juga karena cedera atau kecelakaan.

Kondisi ini muncul dengan berbagai gejala nyeri punggung/pinggang yang menjalar hingga leher dan tangan seperti rasa kesemutan, kebas, serta nyeri seperti tertusuk jarum dalam waktu yang lama. Saraf kejepit juga menyebabkan penderitanya sulit bergerak, ucap dr. Ayu yang berdinas di RS TNI AU Lanud Adi Soemarmo.

Apa yang perlu dilakukan saat muncul nyeri karena saraf kejepit?

  1. Mengistirahatkan diri terutama dari kegiatan fisik yang dapat memperburuk nyeri pinggang seperti duduk lama, menyetir jauh, posisi sering membungkuk, mengangkat benda berat, dan gerakan memutar tubuh.
  2. Aplikasikan kompres es selama 15 menit setiap 1-2 jam pada daerah nyeri, teraba hangat, dan otot teraba keras dan kaku. Kompres hangat dilakukan 48 jam setelah nyeri akut muncul.
  3. Tidak dianjurkan untuk melakukan pemijatan/pengurutan karena akan membahayakan dan meningkatkan iritasi dari saraf yang terjepit.
  4. Minum obat pereda nyeri golongan Obat Anti-Inflamasi Non Steroid (OAINS) seperti Ibuprofen, Naproxen Sodium, Natrium Diclofenac. Obat ini diminum maksimal selama 5 hari nyeri akut muncul. Obat diminum setelah makan, hentikan konsumsi obat apabila terdapat nyeri lambung yang parah atau buang air besar berwarna hitam. Konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum meminum obat pereda nyeri.
  5. Tidur dalam posisi yang nyaman. Pastikan tempat tidur tidak terlalu keras atau terlalu lembut. Gunakan bantal kecil di bawah kepala. Apabila tidur dalam posisi terlentang, pakai bantal di bawah lutut. Apabila tidur posisi miring, berikan bantal di antara paha.

Kapten Kes (W)  dr. Rahayu Kartika Utami, Saraf Kejepit? Sakit Banget, Ya?

Ibunda dari Dirga dan Dea ini menerangkan bahwa, penanganan saraf kejepit bisa dilakukan dengan terapi non bedah ataupun bedah, namun sebelumnya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, baik itu spesialis rehab medik, spesialis saraf atau spesialis bedah saraf, agar dilakukan beberapa pemeriksaan untuk penanganan saraf kejepit.

Untuk terapi non bedah bisa dilakukan fisioterapi oleh dokter rehab medik, Tujuan pemberian fisioterapi ini adalah untuk mengurangi rasa nyeri, meningkatkan relaksasi otot, memperbaiki gerak otot dan persendian, mengurangi pembengkakan otot, serta mengurangi keperluan untuk mengkonsumsi obat pereda nyeri. Modalitas terapi yang diberikan antara lain :

  • Terapi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), terapi laser, atau ultrasound untuk mengurangi rasa nyeri dan melemaskan otot yang spasme.
  • Program traksi untuk melepaskan penjepitan saraf secara perlahan yang dilakukan sesuai dengan tempat penyempitan dan derajat keparahan penjepitan.

Sedangkan Terapi bedah dilakukan apabila terapi secara konservatif tidak memberikan hasil maksimal. Tindakan bedah dapat berupa pengangkatan herniasi diskus (discectomy), penggabungan tulang belakang (spinal fusion), atau mengangkat bagian tulang belakang dan mengurangi tekanan pada saraf (laminektomi). Setelah dilakukan bedah pasien masih perlu melakukan fisioterapi saraf kejepit sesuai petunjuk dokter.

Dengan mengenali gejala, mengetahui penyebab, risiko saraf kejepit dapat segera ditangani. Bila sudah muncul nyeri seperti yang disebutkan diatas, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Bagikan:

Bagikan: