Crowdfunding Typography Banner
Owner Rempah Serai Catering

Jessica Indra, Upgade Diri dengan Kemajuan Teknologi, Tren Terkini, dan Inovasi

Bagikan:

2

MajalahInspiratif.com, Jakarta – Kerja keras, tidak pernah berhenti belajar, tidak mudah menyerah dan percaya diri merupakan rangkaian kekuatan dan semangat yang dimiliki Jessica Indra, seorang pengusaha di bidang kuliner. Berhasil membangun brand Rempah Serai Catering, Chika panggilan akrabnya, menceritakan pengalaman jatuh bangun membangun bisnis dengan keyakinan bahwa tidak ada yang tidak mungkin dicapai jika diiringi keyakinan.

Chika memulai bisnisnya sejak ia mulai bekerja. Sambil bekerja kantoran, ia mendapat pekerjaan sampingan yang tidak mengganggu kinerja dan performa di pekerjaan yang sesungguhnya. Ia tidak hanya bekerja, tetapi berusaha mempelajari sistem pengelolaan perusahaan. Setelah merasa sudah banyak ilmu yang diserap dari pengalaman bekerja dan optimis untuk menjalani bisnis sendiri, maka ia memutuskan untuk resign dan langsung menjalani pekerjaan freelance pada kegiatan event organizer dan PR Management.

“Setelah sudah cukup menabung dari pekerjaan freelance tersebut, saya memutuskan untuk membangun bisnis yang tetap menjadi cikal bakal usaha EO dan catering. Awalnya saya menjalani usaha catering berpartner dengan orang lain sudah berpengalaman di dunia catering. Hal ini yang membuat saya memutuskan untuk berpartner karena saya merasa ilmu saya di dunia catering belum ada, namun seiring perjalanan waktu ternyata terdapat ketidakcocokan dalam kendali bisnis, maka saya memutuskan untuk mendirikan bisnis catering sendiri yaitu Rempah Serai Catering,” tutur Chika mengenang.

Tidak mudah bagi Chika untuk menjalankan bisnis yang baru tanpa ada pengalaman, tetapi ia berusaha mempelajari bisnis catering dengan cepat. Ia tidak malu untuk bertanya dan mencari klien dengan berbagai cara. Saat awal membuka catering, ia tidak mempunyai peralatan memasak yang lengkap. Namun kepercayaan diri untuk tetap bergerak membuat bisnis cateringnya dapat dibangun perlahan sampai berjalan dengan baik.

 Tantangan Inovasi Digital

Tantangan inovasi digital membuat semua bisnis harus memiliki kemampuan untuk upgrade dan mengikuti tren digital, jika tidak ingin tenggelam atau ketinggalan. Situasi seperti ini harus dipelajari lebih mendalam. Meskipun dalam suatu perusahaan sudah ada tim media sosialnya, namun business owner harus melek media sosial, tetap memahami design, tren dan digital marketing agar dapat menyusun strategi bisnis.

“Kendala dan rintangannya adalah saya sebagai business owner yang usianya sudah tidak muda lagi, cukup kesulitan untuk memahami dan mengejar pengetahuan mengenai digital marketing secara mendalam, apalagi jika menyamakan dengan anak-anak muda jaman sekarang. Sedangkan bisnis sekarang ini sangat memerlukan pengetahuan di bidang digital marketing secara mendalam. Selain itu, kendala ada pada kurangnya  waktu untuk keluarga, di mana bisnis merupakan perusahaan yang masih berkembang dan masih membutuhkan pengawasan secara aktif,” ungkap Chika.

Berhubung basic pekerjaan Chika bukan catering, justru ini menjadi kesempatan bisnisnya memiliki terobosan dan ide-ide baru yang berbeda dengan catering lain. Chika menyusun inovasi bisnis dengan melayani pasar corporate, social event dan wedding. Untuk wedding, ia memilih beberapa venue yang dianggap sesuai dengan target bisnisnya.

Istri dari Ricky D Moeljadi yang berprofesi sebagai wiraswasta ini melihat potensi bisnis catering yang menjanjikan. Bisnis yang berkaitan dengan kuliner merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia. Selain itu, bisnis catering juga dapat menyerap banyak pekerja baik yang tetap maupun harian.

“Mudah-mudahan bisnis ini bisa membantu banyak orang yang membutuhkan, sehingga kami terus berinovasi dengan menghadirkan beberapa program promosi, loyalty program, melakukan pendekatan secara digital dan tatap muka. Kami menawarkan one stop service solution untuk kebutuhan customer. Untuk catering sendiri kami menyediakan paket wedding, paket corporate, social event, paket hari raya serta paket hampers. Selain itu kami juga bisa membantu untuk penyediaan EO dan WO jika customer membutuhkan,” jelas Chika berpromosi.

Prioritas Waktu Bersama Keluarga

Kesibukan yang padat tidak membuat Chika kekurangan waktu bersama keluarga dan diri sendiri. Ia selalu menyempatkan waktu untuk menyenangkan diri sendiri dengan cara melakukan perawatan ke spa, olahraga santai dan berkumpul bersama keluarga.

Ibunda dari Indiana (Mahasiswi Universitas Brawijaya) dan Shakira yang gemar membaca dan menonton ini, selalu mengusahakan untuk wajib hadir dalam setiap kegiatan atau hal penting yang menyangkut anak-anak seperti kelulusan, perform dan lainnya. Setiap malam sebelum tidur, ia selalu menyempatkan diri untuk sekadar ngobrol dan bertukar cerita dengan anak-anak. Kalau dengan suami, sesekali ia meluangkan waktu untuk pergi berdua walaupun sekadar nonton bioskop, dinner atau nonton live music.

“Menurut saya hal ini sangat penting dan berpengaruh untuk kelangsungan bisnis yang dijalankan. Dengan kita yang fresh, pastinya pekerjaan juga bisa dijalankan dengan baik,” tegas Chika.

Harapan ke depan, Chika bersama tim hebatnya dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja dan melakukan inovasi ke bisnis lain yang berhubungan serta membuat sistem perusahaan yang lebih baik, sehingga bisnisnya dapat diteruskan oleh anak-anak tercinta.

Perempuan dan Impian

Perempuan berhak meraih impiannya dengan cara-cara positif. Namun Chika memahami bahwa masih banyak perempuan dengan kinerja dan performa yang baik bahkan lebih baik dari laki-laki tetapi kesulitan untuk naik jabatan karena dianggap tidak dapat menentukan skala prioritas antara kantor dan keluarga khususnya untuk perempuan yang sudah berkeluarga.

“Kendala yang terjadi banyaknya dari keluarga terutama anak. Masih banyak suami yang menginginkan istri lebih banyak di rumah bahkan tidak bekerja untuk mengurus anak, ataupun konsentrasi menjadi terpecah karena tidak bisa membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga,” ujar Chika prihatin.

Kondisi ini yang membuat perempuan membutuhkan peran dan dukungan keluarga untuk pengembangan diri. Peran keluarga dan suami bagi yang sudah menikah sangat berpengaruh untuk kemajuan diri. Apalagi sesungguhnya perempua dapat melakukan pekerjaan secara multitasking, lebih cepat dalam mempelajari sesuatu dan kebanyakan perempuan lebih rapi dan teratur dalam merencanakan dan menjalankan pekerjaan.

“Karena kita sebagai perempuan tidak boleh bergantung kepada siapapun. Kita tidak pernah tahu masa depan, orang tua tidak akan selalu ada dan apakah pasangan kita akan selalu ada di samping kita selamanya. Oleh karena itu kita harus bisa dan siap untuk menjaga diri sendiri serta anak bagi perempuan yang sudah memiliki anak,” tekan Chika.

Di era digital dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang pesat, Chika meyakini bahwa banyak pekerjaan yang dapat dilakukan secara remote dari mana dan kapan saja. Hal ini tentunya menjadi peluang yang baik bagi perempuan dan ibu rumah tangga untuk tetap mendapatkan penghasilan melalui berbagai platform digital. Mulai berjualan menjadi design grafis bahkan bisa menjadi content creator, endorse dan lainnya.

Kemerdekaan untuk Sebuah Harapan

Kemerdekaan merupakan hak setiap masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik tanpa paksaan. Kemerdekaan berkaitan dengan hak manusia di mana kita berhak atas pendidikan dan pekerjaan yang baik dan kedudukan yang sama. Saat ini, menurut Chika, kemerdekaan dalam memilih, berbicara, bertindak dan berpikir sudah dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Namun semua tergantung pada pilihan masing-masing mengenai makna kemerdekaan yang dapat diaplikasikan secara positif atau negatif. Karena sesungguhnya kemerdekaan yang berpengaruh terhadap masa depan seseorang berada di pilihan masing-masing.

Bagikan:

Bagikan: