Crowdfunding Typography Banner
Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional

Dr. Khairul Hidayati, S.Ant., M.Si, Kepercayan dan Komitmen Mewujudkan Global Mindset

Bagikan:

Dr. Khairul Hidayati, S.Ant., M.Si, Kepercayan dan Komitmen Mewujudkan Global Mindset

Global mindset bukan soal merasa paling tahu, melainkan tentang kemampuan mendengar, memahami, dan bekerja bersama lintas perspektif demi dampak yang lebih luas. Pemahaman ini tercermin dalam perjalanan karier Dr. Khairul Hidayati, S.Ant., M.Si., selama mengemban amanah sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN).

Bagi lulusan Doktor Universitas Indonesia ini, Global mindset dalam kebijakan gizi berarti melihat isu gizi dalam perspektif lintas wilayah dan pengalaman antarnegara, namun tetap harus berpijak pada kepentingan nasional. Dalam praktiknya, pendekatan global tidak dimaknai sebagai meniru secara utuh, melainkan mempelajari praktik baik dari berbagai negara untuk kemudian disesuaikan dengan kebutuhan, karakter, dan tantangan Indonesia.

“Dalam kebijakan dan komunikasi publik, global mindset membantu kita berpikir lebih terstruktur tentang standar, dampak, dan keberlanjutan, sekaligus memastikan pesan yang disampaikan tetap relevan dan membumi bagi masyarakat. Bekal utamanya adalah keterbukaan berpikir, kemauan belajar, dan kepekaan sosial,” ujarnya.

Dr. Khairul Hidayati, S.Ant., M.Si, Kepercayan dan Komitmen Mewujudkan Global Mindset

Sebagai penanggung jawab kebijakan hukum dan komunikasi publik BGN, Hida senantiasa berupaya menyeimbangkan referensi global dengan realitas masyarakat di lapangan. Pengalaman internasional menjadi bahan pembelajaran, sementara kondisi sosial, budaya, dan kebiasaan masyarakat Indonesia menjadi dasar utama perumusan kebijakan. Pendekatan ini memastikan bahwa kebijakan tidak hanya tepat secara konsep, tetapi juga dapat diterima dan dijalankan secara efektif.

Pembelajaran Antarnegara dalam Program Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Menurut Hida, dalam perumusan program ini, pemerintah mempelajari pengalaman sejumlah negara yang telah lebih dulu menjalankan program serupa, sebagai bahan pembelajaran dan pengayaan kebijakan.

“Namun seluruh proses tersebut dilakukan dengan prinsip penyesuaian penuh terhadap kondisi Indonesia, baik dari sisi regulasi, budaya, maupun kemampuan pelaksanaan di lapangan,” jelasnya.

Dr. Khairul Hidayati, S.Ant., M.Si, Kepercayan dan Komitmen Mewujudkan Global Mindset

Saat ini, Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat. Capaian ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui kebijakan gizi yang berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat secara lebih luas.

Melalui program ini, BGN tidak hanya menjalankan mandat program, tetapi juga memastikan tata kelola yang transparan, komunikasi publik yang edukatif, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Tantangan tentu ada, terutama dalam menjaga kebijakan tetap adaptif terhadap dinamika lapangan tanpa mengesampingkan kepastian hukum dan akuntabilitas.

Program berskala nasional seperti ini membutuhkan fondasi tata kelola yang kuat, mitigasi risiko yang matang, serta pengawasan berkelanjutan agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Meningkatkan Kapasitas dan Komitmen Pelayanan Publik

Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, Hida bersama tim menaruh perhatian besar pada penguatan kapasitas SDM, budaya belajar, dan nilai integritas. Ia meyakini bahwa kompetensi teknis harus berjalan seiring dengan karakter dan etika pelayanan publik.

Dr. Khairul Hidayati, S.Ant., M.Si, Kepercayan dan Komitmen Mewujudkan Global Mindset

“Kuncinya adalah empati dan konsistensi. Kami berupaya menerjemahkan bahasa kebijakan yang kompleks menjadi pesan yang sederhana, jujur, dan mudah dipahami. Komunikasi harus mengajak, bukan menggurui,” tuturnya.

Di era digital yang serba cepat, Hida memahami pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam merespons isu publik. Memasuki tahun 2026, BGN memfokuskan penguatan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, mulai dari tata kelola, standar layanan, hingga pengawasan. Di saat yang sama, edukasi gizi masyarakat terus diperkuat agar dampak program tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi berkelanjutan.

“Objektivitas dan komunikasi berbasis data menjadi kunci. Kami hadir untuk menjelaskan, bukan bersikap defensif. Ketika publik merasa dilibatkan dan dihargai, kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya,” tegasnya.

Bagi Hida, seluruh upaya ini bermuara pada satu harapan sederhana namun fundamental: anak-anak Indonesia tumbuh lebih sehat, lebih kuat, dan lebih siap belajar. Dari sanalah fondasi masa depan bangsa dibangun—dengan integritas, kehati-hatian, dan keberpihakan pada kepentingan publik. WH

Bagikan:

Bagikan: