Crowdfunding Typography Banner
GM The Grand Mansion Menteng

Angelina Lazuardi, Memimpin dengan Elegan di Dunia Hospitality Premium

Bagikan:

1

MajalahInspiratif.com, Jakarta – Tak semua pencapaian besar berawal dari rencana yang terstruktur. Bagi Angelina Lazuardi, perjalanannya di dunia perhotelan justru dimulai dari rasa bosan dan keinginan sederhana, yakni bekerja di tempat yang penuh estetika dengan rekan kerja yang tampil rapi dan cantik.

Lulusan Sastra Inggris Universitas Bina Nusantara ini, sudah terbiasa bekerja sejak duduk di bangku kuliah. Ia mengajar Bahasa Inggris di beberapa lembaga kursus dan sekolah-sekolah sebagai pekerjaan sampingan. Namun, menjelang kelulusan, Angelina merasa tak lagi tertarik untuk mengajar. Ia ingin mencoba dunia yang berbeda.

“Saya sempat mencoba peruntungan di Singapore Airlines, tapi hanya sampai separuh jalan dan tidak lolos,” kenang sosok cantik yang akrab disapa Angelina ini.

Kegagalan tersebut tak menyurutkan semangatnya. Ia lalu mengarahkan langkah ke industri perhotelan, meskipun saat itu ia tidak memiliki latar belakang pendidikan ataupun pengalaman di bidang tersebut.

Perjuangan mencari pekerjaan pertamanya tidak mudah. Ia melamar ke lebih dari 30 hotel sebelum akhirnya diterima di Gran Mahakam. Di situlah awal mula kariernya di industri hospitality dimulai. Sejak itu, langkahnya tak pernah mundur. Angelina terus mengasah kemampuan dan memperluas pengalamannya dengan bergabung di berbagai hotel luxury ternama. Yakni di Mandarin Oriental Jakarta, Hotel Indonesia Kempinski Bali, The Apurva Kempinski Bali, JW Marriott Jakarta, Le Meridien Jakarta, dan Aloft Wahid Hasyim. Ia bahkan sempat menapaki panggung internasional dengan bergabung di The World’s Largest Sheraton, Parisian Macau.

Kini, Angelina memimpin sebagai General Manager (GM) di The Grand Mansion Menteng by The Crest Collection, di bawah naungan Ascott Limited. Dari seorang lulusan Sastra yang memulai karier tanpa bekal di dunia perhotelan, Angelina berhasil membuktikan bahwa ketekunan, semangat belajar, dan keberanian mengambil risiko bisa membuka pintu menuju pencapaian tertinggi.

Mengelola Ekspektasi di Era Serba Instan. Di tengah derasnya arus digitalisasi, Angelina melihat tantangan terbesar bukan sekadar adaptasi teknologi, melainkan ekspektasi yang muncul bersamanya.

“Semua ingin serba cepat, serba instan. Mulai dari proses pekerjaan, komunikasi, hingga hasil bisnis. Kehadiran teknologi dan AI memang membawa banyak kemudahan, tapi saya percaya tidak semua hal bisa dipercepat begitu saja, terutama dalam membangun relasi, kepercayaan, dan reputasi,” ungkapnya.

Bagi Angelina, perkembangan zaman harus disikapi dengan kebijaksanaan. Teknologi hanyalah alat. Nilai-nilai seperti kesabaran, integritas, dan komitmen tetap menjadi fondasi dalam setiap proses baik dalam karier, keluarga, maupun bisnis.

Inovasi Kearifan Lokal. Sebagai GM, Angelina tidak hanya berfokus pada operasional, tetapi juga aktif melahirkan inovasi yang relevan dengan tren gaya hidup masa kini. Salah satu terobosannya di kuartal pertama 2025 adalah memperkenalkan Afternoon Tea Experience yang mengangkat kekayaan kuliner Indonesia.

Bekerja sama dengan Teh Tiga, The Grand Mansion Menteng menghadirkan pengalaman bersantap yang bukan sekadar menikmati teh dan kudapan, tetapi juga perkenalan dengan budaya dan rasa lokal. Ini menjadi bagian dari misi jangka panjang hotel dalam menjalin kolaborasi dengan komunitas lokal.

Sementara itu, di kuartal kedua, Angelina dan tim meluncurkan Wellness Program Exclusive, hasil kolaborasi dengan Klinik Utama Simas Sehat. Program ini menyatukan kemewahan akomodasi dengan perawatan kesehatan dan kecantikan, seperti detoxification dan high-nutrition diet yang berbasis Gerson Therapy, yakni sebuah metode alami yang fokus pada detoksifikasi dan penguatan sistem imun.

Sebagai bagian dari The Crest Collection yang dikelola oleh The Ascott Limited, The Grand Mansion Menteng juga hadir sebagai luxury serviced residence yang menyatukan kehangatan rumah dengan layanan hotel bintang lima. Lokasinya yang prestisius di kawasan Menteng menjadikannya pilihan utama bagi para ekspatriat, pelaku bisnis, hingga kalangan gaya hidup urban.

Dengan unit-unit yang telah fully furnished, The Grand Mansion Menteng menawarkan kenyamanan jangka pendek maupun panjang, lengkap dengan layanan housekeeping harian, 24/7 butler service dan sistem keamanan tingkat tinggi. Fasilitas yang tersedia mencakup kolam renang dan pusat kebugaran, Wei Café sebagai all-day dining, serta dua restoran tenant, yakni Sushi Manna (Jepang) dan Ganesha (India)

Tersedia juga ruang meeting, private venue, dan ballroom untuk event, paket pernikahan dan event sosial, program kebugaran dan kecantikan bekerja sama dengan Klinik Utama Simas Sehat dan Stay Beauty Aesthetic Clinic

“Desain interior kami menggabungkan sentuhan Eropa dan Jepang dengan pelayanan personal ala boutique hotel. Kami ingin setiap tamu merasa seperti pulang ke rumah, tapi dengan standar layanan premium,” jelas Angelina.

Promo Unggulan. Dalam hal pemasaran, Angelina mengedepankan pendekatan tematik dan adaptif terhadap tren. Beberapa promo unggulan yang ditawarkan secara berkala. Di antaranya Staycation Package, yang ideal untuk akhir pekan santai di tengah kota, Wedding Package untuk pasangan yang mencari venue intim dan eksklusif, Corporate Long-Stay Rate untuk perusahaan dengan staf di Jakarta, kampanye musiman seperti Secret Deals, Summer Eat & Play, hingga bundling promo dengan mitra bisnis.

“Kami juga aktif membangun komunikasi di media sosial, menggandeng influencer, dan menjaga interaksi langsung dengan calon tamu,” imbuhnya.

 Prestasi dan Reputasi. Di balik kepribadiannya yang hangat dan rendah hati, Angelina menyimpan daftar panjang pencapaian yang membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu tonggak terbesar dalam kariernya adalah saat dipercaya menjadi bagian dari opening team The World’s Largest Sheraton di Macau, yang memiliki lebih dari 4.000 kamar. Pengalaman tersebut tidak hanya memperluas wawasan profesionalnya, tetapi juga membentuk fondasi kepemimpinan yang matang di industri hospitality kelas dunia.

Tak berhenti di sana, Angelina juga dipercaya sebagai koordinator untuk Synergy Hotel & Villa, serta aktif dalam berbagai organisasi profesional. Ia menjabat sebagai Bendahara ISSITA (Indonesia Sport and Special Interest Tourism Association) DKI Jakarta untuk periode 2024–2029, serta menjadi Board Member Lions Club Jakarta Host untuk masa jabatan 2025–2026. Kepercayaan ini mencerminkan integritas dan dedikasi yang telah ia bangun sepanjang karier.

Salah satu pengakuan paling prestisius datang saat ia dipercaya untuk memimpin The Grand Mansion Menteng, property pertama dari The Crest Collection, sebuah brand luxury dari Ascott Limited, yang dibuka di Asia. Sebelumnya, The Crest Collection hanya hadir di Prancis. Kini, setelah The Grand Mansion Menteng, ekspansinya berlanjut ke Malaysia, Singapura, dan Thailand.

“Bisa menjadi bagian dari peluncuran brand luxury pertama di Asia adalah kehormatan tersendiri bagi saya. Ini bukan hanya tentang gedung dan fasilitas, tapi bagaimana kita membawa standar pelayanan yang sangat personal dan berkelas,” ungkap Angelina.

Baru-baru ini, ia juga tampil sebagai pembicara di forum internasional Travel Meet Asia 2025, memperkuat eksistensinya sebagai sosok yang diperhitungkan di industri pariwisata dan perhotelan kawasan.

Tantangan dan Peluang. Di tengah kemajuan teknologi yang kian pesat, Angelina melihat banyak peluang terbuka lebar bagi perempuan untuk bangkit dan berdaya. Dunia digital telah menghapus banyak batas lama. Perempuan kini bisa berbisnis dari rumah lewat e-commerce, mengembangkan keterampilan lewat platform daring seperti Coursera atau YouTube, bahkan bekerja dari mana saja dengan sistem remote.

“Yang penting adalah kemauan untuk terus belajar dan adaptif. Teknologi bisa menjadi jembatan yang sangat efektif untuk perempuan tetap produktif, bahkan sambil menjalankan peran domestik,” ujarnya optimistis.

Dan dalam lanskap kepemimpinan modern, Angelina menyakini hal tersebut bukan tentang siapa yang lebih baik, tapi bagaimana perempuan membawa pendekatan yang berbeda. “Perempuan umumnya lebih peka secara emosional, lebih inklusif, dan kuat dalam membangun hubungan interpersonal. Banyak dari kita yang terbiasa multitasking, menghadapi tekanan, tapi tetap bisa berdiri teguh,” ungkapnya.

Untuk itu, Angelina menekankan pentingnya kemandirian bagi perempuan. Bukan hanya demi kesetaraan, tapi untuk kehormatan diri dan masa depan generasi selanjutnya. “Perempuan yang mandiri secara finansial, emosional, dan intelektual akan lebih leluasa dalam memilih hidupnya. Mereka menjadi role model yang bisa menginspirasi anak-anak perempuan lainnya untuk bermimpi lebih tinggi dan berani jadi pemimpin,” tuturnya penuh keyakinan.

Dengan pengalaman, keteguhan, dan visi besarnya, Angelina bukan hanya pemimpin di industri hospitality. Lebih dari itu ia adalah simbol perempuan modern yang tidak berhenti mencipta ruang, membangun koneksi, dan menyalakan inspirasi.

 Kunci Sukses. Di tengah segala pencapaian yang telah diraih, Angelina tetap menapakkan kakinya di bumi. Ia percaya bahwa disiplin, kerja keras, dan rasa syukur adalah fondasi utama dalam menjalani hidup dan karier. “Ketika berada di atas, kita harus sadar bahwa roda selalu berputar. Dan saat kita di bawah, ingatlah bahwa banyak orang di luar sana mungkin menghadapi kesulitan yang jauh lebih berat,” ucapnya bijak.

Namun dari semua itu, satu hal yang paling ia pegang teguh adalah spiritualitas. “Selalu berjalan bersama Tuhan,” katanya tegas. Baginya, kesuksesan sejati bukan hanya soal pencapaian duniawi, tetapi juga ketenangan hati dan kedekatan dengan Sang Pencipta.

Sebagai GM dari The Grand Mansion Menteng by The Crest Collection, satu-satunya brand luxury milik Ascott Limited yang hadir di Indonesia, Angelina membawa harapan besar. Ia ingin memperkenalkan keanggunan dan karakter khas property ini ke khalayak yang lebih luas, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi industri perhotelan Tanah Air.

Ke depan, ia juga memiliki misi yang lebih besar membangun sinergi di antara para pelaku bisnis hotel dan vila. “Dengan sinergi, saya ingin menjadi jembatan untuk menyatukan kekuatan, saling melengkapi, dan berkolaborasi. Bukan hanya untuk bisnis, tapi untuk pertumbuhan bersama,” tutupnya dengan senyum optimis.

Libatkan Tuhan dalam Setiap Aspek Hidup

Di balik kesibukan memimpin hotel mewah, aktif di organisasi, serta terlibat dalam berbagai komunitas sosial, Angelina tetap tampil segar dan bugar. Hal ini karena ia berupaya untuk menjaga keseimbangan antara spiritualitas, aktivitas fisik, dan kebahagiaan batin.

“Saya selalu melibatkan Tuhan Yesus dalam setiap aspek hidup saya. Itu menjadi fondasi utama untuk memiliki jiwa yang sehat dan pikiran yang kuat,” ungkapnya. Bagi Angelina, bersyukur atas apa pun yang terjadi, termasuk saat menghadapi tantangan adalah bentuk perawatan jiwa yang paling dalam.

Di tengah kesibukan, ia tetap menyempatkan diri untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan dan menyegarkan jiwa. Diskusi produktif bersama teman-teman organisasi, menikmati sajian kuliner, hingga traveling adalah bentuk me time yang paling ia nikmati. Sementara untuk menjaga kebugaran fisik, ia konsisten melakukan pilates dua kali seminggu. “Disiplin kecil seperti ini punya dampak besar untuk tubuh dan pikiran kita dalam jangka panjang,” ujarnya.

Hidup di era digital baginya memberikan banyak kemudahan dalam membangun koneksi, tanpa harus selalu hadir secara fisik. “Kadang waktu bersama tidak harus secara langsung. Ketika tidak memungkinkan, kita bisa terhubung lewat telepon atau video call. Yang penting adalah kehadiran yang bermakna dan manajemen waktu yang disiplin,” tekan pehobi kulineran, pilates dan travelling ini.

Angelina percaya bahwa kalender yang tertata, komitmen terhadap jadwal, serta fleksibilitas dalam merespons dinamika kehidupan, menjadi kunci untuk tetap hadir sepenuh hati, baik dalam pekerjaan, keluarga, maupun komunitas sosial.

Makna Kemerdekaan di Era Modern

Makna kemerdekaan bagi Angelina, bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, melainkan kebebasan untuk berkehendak dan berekspresi tentu dengan tanggung jawab moral untuk tidak menyakiti atau menyinggung orang lain.

“Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketimuran, kita sering terjebak dalam tafsir norma budaya yang kadang sudah tidak relevan dengan konteks zaman,” ujarnya.

Angelina menyoroti pentingnya komunikasi antar-generasi dan keterbukaan dalam menyikapi perubahan sosial di era digital. Ia percaya bahwa kemerdekaan sejati tidak bisa hanya diukur dari kebebasan lahiriah, tetapi juga dari kemampuan kita untuk berpikir merdeka, bersikap inklusif, dan hidup dalam harmoni dengan sesama.

“Indonesia sudah merdeka secara politik, tapi kemerdekaan dalam berpikir, memilih jalan hidup, dan berekspresi secara sehat masih terus harus kita perjuangkan, terutama dalam ruang budaya dan sosial,” tutupnya. Laili

Info Lebih Lanjut:

Instagram: @angelina_lazuardi

Bagikan:

Bagikan: