Crowdfunding Typography Banner

Aman Suparman, S.E., M.M., Ph.D, Ciptakan Produk Halal Non Makanan Pertama di Dunia

Bagikan:

1

MajalahInspiratif.com, Jakarta – Dari lapak kecil di Gasibu hingga ekspor ke mancanegara, Aman Suparman, S.E., M.M., Ph.D belajar mengenai ketekutan, keberanian untuk berinovasi dan komitmen terhadap nilai-nilai halal. Ketiga hal ini dapat mengubah usaha sederhana menjadi ladang keberkahan yang berdampak luas bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk masyarakat.

Prinsip bisnis tersebut selaras dengan komitmen Aman, sapaan akrab pria kelahiran Bandung, 15 Januari 1982 ini, ketika memulai usaha pada usia 18 tahun. Aman mengawali bisnisnya dengan menjual kaos kaki di Lapangan Gasibu, Bandung. Ia mengambil produk dari pedagang lain dan menjual kembali dengan keuntungan 20-30%. Seiring waktu, ia memperluas usahanya ke koperasi mahasiswa dan pasar tradisional hingga mencapai omzet sekitar Rp 400 juta per tahun.

Evoto

Pada 2004, Aman mendirikan CV Al Amin bersama istrinya, namun produk awalnya kurang diminati pasar. Ia kemudian mengganti merek menjadi “Soka”, yang diterima dengan baik oleh konsumen. Pada 11 November 2011, ia mendirikan PT Soka Cipta Niaga bersama enam rekan lainnya, mengubah usahanya menjadi perusahaan profesional dengan fokus pada produk halal sampai akhirnya perusahaan dikenal sebagai pelopor kaos kaki halal pertama di dunia.

“Kesadaran terhadap pentingnya kehalalan produk muncul saat saya mengetahui bahwa mesin pembuat kaos kaki dari Taiwan menggunakan bulu babi dalam prosesnya. Saya kemudian memodifikasi mesin tersebut agar bebas dari unsur haram dan memastikan seluruh proses produksi sesuai dengan standar halal.”

Strategi Bisnis dan Inovasi

Aman bersyukur, PT. Soka Cipta Niaga mendapatkan sertifikasi halal dari MUI dengan nomor registrasi 00170075071215. PT Soka Cipta Niaga terus berinovasi dengan meluncurkan produk-produk seperti kaos kaki wudhu yang dirancang khusus untuk memudahkan ibadah, serta kaos kaki anti licin untuk kenyamanan pengguna. Perusahaan juga memperluas lini produknya ke inner fashion seperti manset, legging, dan hijab, semuanya dengan sertifikasi halal.

Terinspirasi oleh Chairul Tanjung, Aman yang menyelesaikan pendidikan hingga tingkat doktoral di bidang Manajemen Bisnis ini menerapkan strategi kolaborasi dan akuisisi dalam mengembangkan bisnisnya. Ia aktif dalam organisasi seperti HIPMI dan KADIN untuk membangun jaringan serta mencari mitra bisnis. Dengan strategi ini, PT Soka Cipta Niaga mengalami pertumbuhan signifikan, dengan omzet mencapai puluhan miliar rupiah dan distribusi produk ke berbagai negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Arab Saudi.

Aman yang aktif sebagai pembicara dalam berbagai seminar dan forum termasuk di MBA ITB, menerapkan strategi khusus yaitu diferensiasi produk, ekspansi pasar, kolaborasi dan kemitraan strategis, modernisasi produksi, manajemen profesional dan transformasi organisasi, branding dan edukasi publik serta digitalisasi penjualan. Inovasi unik dilakukan dengan menghadirkan kaos kaki pertama di dunia yang bersertifikat halal oleh MUI. Nilai tambahnya adalah menyesuaikan kebutuhan pasar muslim dengan produk seperti kaos kaki wudhu, antislip, dan inner fashion halal. Setelah menentukan produk, Aman dan tim melakukan proyeksi distribusi melalui reseller, agen, toko ritel dan e-commerce yang menyasar pasar internasional seperti Malaysia, Brunei, Singapura dan Arab Saudi.

Evoto

“Saya terinspirasi dari strategi Chairul Tanjung sehingga saya melakukan kolaborasi dengan pebisnis lain, bergabung di organisasi seperti HIPMI dan KADIN untuk memperluas jejaring dan memperkuat lobi bisnis. Saya juga mengganti komponen mesin produksi dengan standardisasi halal dan memastikan seluruh proses manufaktur sesuai syariat Islam yang memperkuat kepercayaan terhadap brand.

Pada 2011, Aman dan tim melakukan perubahan bentuk usaha dari CV ke PT sebagai upaya untuk memantapkan langkah menuju manajemen yang lebih formal dan skalabel. Rekrutmen SDM profesional, pembentukan tim riset dan inovasi. Soka aktif melakukan kampanye kesadaran pentingnya halal dalam produk non-makanan. Brand positioning sebagai pelopor fashion halal Indonesia, edukasi melalui seminar di universitas, forum UMKM, dan komunitas muslim.

“Strategi yang dilakukan di antaranya membangun platform digital mitra, kampanye awareness langsung ke konsumen akhir untuk mendukung permintaan di jalur B2B, investasi di sistem ERP ringan dan CRM untuk optimalisasi data dan hubungan pelanggan, pelatihan digital bagi mitra B2B dan reseller, meningkatkan konten edukatif tentang fashion halal dan value produk di media sosial serta YouTube.”

Selain strategi yang dibentuk dengan signifikan, Aman siap menghadirkan produk-produk inovasi di antaranya Kaos Kaki Wudhu, Kaos Kaki dengan Teknologi HEIQ Smart Temp, Kaos Kaki Anti Nyamuk, Inovasi Desain dan Varian Produk.

Hadapi Tantangan dengan Adaptasi Strategis

Tantangan SOKA, diyakini Aman di era digitalisasi khususnya karena 90% pasarnya cukup signifikan dan menuntut adaptasi strategis. Ia juga berusaha untuk menyesuaikan proses transaksi yang cenderung konvensional ke sistem digital berbasis platform atau portal.

“Banyak reseller dan agen belum terintegrasi ke dalam ekosistem digital. Hal ini menyulitkan pengumpulan data, pemantauan stok, dan kontrol harga di lapangan. Perlu digitalisasi distribusi misalnya dengan sistem ERP, aplikasi mitra, atau dashboard reseller. Karena fokus utama adalah B2B, brand SOKA tidak sekuat brand fashion halal lainnya di mata konsumen langsung. Ini menghambat potensi SOKA untuk diversifikasi ke B2C online melalui marketplace, social commerce, atau website B2C.”

Aman memahami banyak brand kecil yang muncul secara agresif di platform digital dengan menjual produk serupa dan menawarkan harga murah. Tentunya situasi ini mengganggu persepsi harga dan posisi produk SOKA yang premium dengan  sertifikat halal.

“Banyak mitra dagang (agen, koperasi, toko kecil) belum siap menggunakan tools digital (e.g., order via apps, invoice digital, training online). Pastinya butuh pendekatan hybrid (pendampingan offline + onboarding digital bertahap). Tanpa sistem data pelanggan, SOKA sulit menjalankan CRM, retargeting, dan kampanye digital yang personalisasi. Digital marketing B2B sangat bergantung pada content marketing, funnel edukatif, dan lead nurturing, yang mungkin belum optimal dijalankan.”

4-00832

Harapan Terbaik untuk Pengembangan Bisnis

Penikmat olahraga golf dan traveling yang aktif mengajar sebagai dosen ini berharap bisnis SOKA dapat menjadi brand global pelopor fashion halal bukan hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara mayoritas Muslim lainnya seperti Malaysia, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Selatan.

Menguatkan Dampak Sosial dan Spiritual. Tidak sekadar menjual produk, tetapi juga menyebarkan nilai kesucian, etika, dan gaya hidup islami yang modern. Aman meyakini produknya dapat menjadi contoh bahwa industri fashion pun bisa membawa nilai ibadah dan keberkahan, memberdayakan lebih banyak perempuan dan UMKM. Melalui jaringan reseller, kemitraan, dan pelatihan, SOKA diharapkan bisa menjadi mesin ekonomi untuk banyak keluarga. Terutama bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil di daerah.

“Menjadi teladan industri bersertifikat halal non-makanan mendorong kesadaran bahwa kehalalan bukan hanya urusan makanan, tapi mencakup produk sehari-hari seperti fashion dan perawatan diri.”

Rencana ke depan, Aman akan melakukan ekspansi produk dan inovasi, penguatan R&D untuk desain fungsional berbasis kebutuhan ibadah dan aktivitas muslim modern, ekspansi pasar internasional, penetrasi e-commerce global seperti Amazon, ZALORA, dan Shopee Global. Kolaborasi dengan brand fashion muslim di luar negeri, digitalisasi distribusi dan sistem reseller, peluncuran aplikasi “SOKA Partner” untuk reseller, pemesanan, pelatihan, dan pelacakan komisi, membangun SOKA Academy untuk edukasi wirausaha syariah digital, membangun pusat produksi berbasis green factory, fasilitas produksi ramah lingkungan dan berstandar halal global, penggunaan bahan baku ramah lingkungan seperti serat bambu atau daur ulang, edukasi pasar lewat konten Islami dan interaktif, pengembangan YouTube dan media sosial SOKA untuk edukasi halal lifestyle, talkshow, testimoni ulama, kampanye “Beribadah dengan Bersih dan Halal”.

“SOKA bukan hanya tentang kaos kaki. Ini tentang langkah kecil yang membawa keberkahan besar bagi diri sendiri, keluarga, dan umat. Kunci utamanya dalam membangun bisnis dengan menentukan prioritas, perencanaan, dan keikhlasan untuk tidak sempurna di semua lini setiap saat. Tapi jika dilakukan konsisten, hasilnya akan seimbang dan bermakna.”

Kualitas Waktu Bersama Keluarga

Suami dari Imas Siti Nuraeni dan ayah dari Bagja Fatih Amani (SMP) dan Sofia Syifa Amani (TK) ini, tetap memprioritaskan waktu bersama keluarga di tengah kesibukan yang padat. Caranya sederhana, tetapi memberikan dampak luar biasa. Ia konsisten menentukan prioritas harian dan mingguan dengan jadwal terstruktur dan fleksibel.

“Saya selalu menanamkan komunikasi terbuka dengan keluarga. Menentukan jadwal terstruktur yang fleksibel, menentukan delegasi, membangun tim yang kuat, menetapkan batasan yang sehat dan melakukan evaluasi rutin.”

Bagikan:

Bagikan: