Crowdfunding Typography Banner
Dokter Spesialis Anak

Yesi Oktavia Dewi, Merawat Kehidupan dan Hadirkan Ilmu Bersama Kehangatan Empati

Bagikan:

YESI 31.jpg

Di balik ketenangan sosok dr. Yesi Oktavia Dewi, Sp.A, tersimpan perjalanan panjang yang sarat makna. Ia bukan hanya seorang spesialis anak, tetapi juga pendamping tumbuh kembang, konselor laktasi dan pengajar pijat bayi. Tiga peran yang dijalani sebagai satu kesatuan utuh demi menghadirkan kesehatan anak yang holistik sejak awal kehidupan.

Yesi tidak menjalankan profesinya sebagai pekerjaan, tetapi sebagai panggilan hati. Baginya, merawat anak bukan sekedar soal diagnosis dan terapi, melainkan tentang hadir sepenuh hati sejak awal kehidupan, memahami kebutuhan fisik dan emosional serta membangun kepercayaan dengan keluarga.

Yesi Oktavia Dewi, Merawat Kehidupan dan Hadirkan Ilmu Bersama Kehangatan Empati
Dari Ruang Pendidikan ke Ruang Kehidupan

Usai menyelesaikan Pendidikan Dokter Umum, Yesi segera mempersiapkan diri untuk menempuh pendidikan spesialis. Tahun 2015 menjadi tonggak penting ketika ia lulus sebagai Dokter Spesialis Anak dari Universitas Diponegoro, Semarang. Keputusan untuk pindah ke Jakarta mengikuti suami yang berprofesi sebagai Dokter Spesialis Urologi, membuka babak baru dalam hidupnya, baik secara personal maupun profesional.

Kariernya sebagai Dokter Anak dimulai pada Juli 2016. Dari praktik klinis sehari-hari, Yesi menyadari bahwa kesehatan anak tidak bisa dilepaskan dari peran ibu, terutama dalam proses menyusui dan ikatan emosional awal. Keluhan para ibu terkait kesulitan menyusui membangkitkan rasa ingin tahunya terhadap ilmu laktasi. Tiga bulan pertama praktik menjadi titik balik yang mengantarkannya mendalami dunia laktasi hingga menjadi Konselor Laktasi.

Yesi Oktavia Dewi, Merawat Kehidupan dan Hadirkan Ilmu Bersama Kehangatan Empati

“Saya memulai sebagai Dokter Anak, di mana saya belajar bahwa kesehatan bukan hanya tentang pengobatan, tetapi juga tentang kehadiran, empati dan kepercayaan. Dari sana, saya semakin menyadari pentingnya peran ibu dan proses menyusui dalam tumbuh kembang anak yang mendorong saya untuk mendalami dunia laktasi hingga menjadi Konselor Laktasi.”

Tak berhenti di sana, pengalaman menghadapi bayi dengan gangguan pencernaan seperti kolik memperluas perspektifnya tentang pentingnya sentuhan dan stimulasi dini. Yesi kemudian melengkapi kompetensinya dengan sertifikasi Certified Infant Massage Instructor (CIMI). Melalui pijat bayi, ia melihat bagaimana sentuhan sederhana mampu menjadi jembatan kuat antara orang tua dan anak, membangun bonding sekaligus mendukung tumbuh kembang optimal.

“Saya melengkapi perjalanan ini dengan sertifikasi sebagai Certified Infant Massage Instructor (CIMI) yang memungkinkan saya mengajarkan pijat bayi sebagai bentuk stimulasi dini sekaligus sarana memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.”

Yesi Oktavia Dewi, Merawat Kehidupan dan Hadirkan Ilmu Bersama Kehangatan Empati

Ketiga peran berbeda yang dijalani dalam satu waktu menjadi satu kesatuan untuk saling melengkapi. Baginya merawat anak berarti memahami kebutuhan fisik dan emosional sejak awal kehidupan dan perjalanan karier ini menjadi refleksi dari komitmennya terhadap hal tersebut. Saat ini Yesi berpraktik di RS Sentra Medika Cibinong, RS Permata Cibubur, dan RSUD Jatisampurna.

Panggilan Profesi dan Nilai Kehidupan

Pilihan Yesi menekuni pediatri berakar dari pengalaman masa Pendidikan Dokter Umum. Tepatnya saat ia menyaksikan banyak bayi lahir dalam kondisi tidak optimal. Pengalaman tersebut membuka matanya bahwa fase awal kehidupan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak dan berdampak jangka panjang. Dari sana, keinginannya semakin kuat untuk terlibat langsung dalam upaya pencegahan, pendampingan, dan edukasi keluarga. Baginya, profesi Dokter Anak adalah ruang untuk menghadirkan ilmu sekaligus empati, mendampingi keluarga agar anak dapat tumbuh sesuai potensi genetiknya, sehat secara fisik maupun emosional.

Yesi Oktavia Dewi, Merawat Kehidupan dan Hadirkan Ilmu Bersama Kehangatan Empati

“Melalui bidang pediatri, saya dapat berperan tidak hanya dalam mengobati, tetapi juga mendampingi dan mengedukasi keluarga agar anak dapat tumbuh kembang optimal sesuai dengan potensi genetiknya.”

Selain itu, Yesi juga menyakini bahwa prospek profesinya di tahun 2026 ini akan tetap kuat dan menjanjikan. Bahkan permintaan akan layanan kesehatan anak tidak akan berkurang karena anak selalu membutuhkan perawatan sejak lahir sampai remaja. Tentunya diimbangi dengan dunia digital yang semakin berkembang pesat.

“Dengan perkembangan teknologi kesehatan, layanan digital, serta pendekatan preventif dan edukasi keluarga, Dokter Spesilais Anak punya peluang besar untuk terus berkembang dan mendukung anak-anak tumbuh sehat, bahagia dan optimal.”

Yesi Oktavia Dewi, Merawat Kehidupan dan Hadirkan Ilmu Bersama Kehangatan Empati

Perempuan kelahiran Purwokerto, 19 Oktober 1985 ini, tak memungkiri adanya tantangan atau kendala yang dihadapi saat menjalani profesi, khususnya sebagai perempuan sekaligus istri dan ibu dua anak. Pertama terkait profesi Dokter Anak menuntut Yesi untuk kesiapsiagaan tinggi, jam kerja yang tidak selalu terprediksi, serta keterlibatan emosional yang besar.

Kedua, sebagai seorang istri, Yesi juga memiliki tanggung jawab besar di rumah yang tidak bisa diabaikan. Di sisi lain, sebagai seorang ibu, Yesi dapat membagi waktu dan hadir secara utuh bagi kedua anaknya yang masih dalam proses tumbuh kembang mereka. Oleh karena itu menjaga keseimbangan antara ketiganya menjadi tantangan tersendiri. Sementara itu perempuan seringkali memegang peranan penting di keluarga dan lingkungan sekitar.

Selain itu, masih ada tantangan tersendiri berupa ekspektasi sosial yang kadang menuntut perempuan untuk “selalu mampu segalanya” tanpa ruang untuk lelah. Namun Yesi selalu memiliki cara untuk mengatasi tantangan tersebut dengan komunikasi terbuka bersama suami dan dukungan keluarga yang kuat. Yesi belajar mengatur prioritas dan menemukan ritme terbaik. Baginya, keseimbangan bukan tentang kesempurnaan melainkan tentang hadir secara utuh di setiap peran yang sedang dijalani.

“Saya belajar mengatur prioritas dan belajar menemukan ritme yang paling sesuai bagi keluarga dan pekerjaan. Bagi saya, keseimbangan bukan tentang melakukan dengan sempurna, tetapi tentang hadir dengan utuh di setiap peran yang sedang dijalani.”

Yesi Oktavia Dewi, Merawat Kehidupan dan Hadirkan Ilmu Bersama Kehangatan Empati
Iman, Restu, dan Integritas

Yesi selalu menanamkan prinsip utama dalam menjalani karier dan kehidupan yaitu menyerahkan setiap langkah kepada Allah sembari terus berusaha, belajar dan bekerja dengan integritas. Ia percaya bahwa setiap pencapaian adalah hasil dari ikhtiar yang disertai doa dan restu orang tua.

“Kunci sukses saya adalah menyerahkan setiap langkah kepada Allah, sambil terus berusaha, belajar dan bekerja dengan intergritas. Saya percaya bahwa pencapaian yang saya raih bukan semata hasil usaha pribadi, tetapi juga karena pertolongan-Nya dan doa restu orang tua yang selalu menyertai.”

Yesi Oktavia Dewi, Merawat Kehidupan dan Hadirkan Ilmu Bersama Kehangatan Empati

Yesi memahami bahwa profesi sebagai Dokter Anak sekaligus menjadi ibu dari dua anak, yaitu M.Algifari dan M.Algifara (3 tahun), dengan tuntutan kesibukan yang padat bukan hal mudah. Namun dengan iman, dukungan keluarga, manajemen waktu yang bijak dan keyakinan pada kemampuan diri, ia belajar bahwa perempuan bisa berkembang secara profesional, hadir sepenuhnya bagi keluarga, memberi manfaat bagi orang lain dan tetap memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Kesuksesan sejati adalah ketika semua peran itu bisa dijalani dengan tulus, bermakna dan tetap sejalan dengan doa serta restu yang diterima.”

Me Time dan Keseimbangan Hidup

Di luar rutinitas medis, Yesi menjaga keseimbangan hidup dengan memberi ruang bagi dirinya sendiri. Me time menjadi rutinitas sederhana namun bermakna yaitu menikmati hot chocolate, membaca buku, mendengarkan musik, dan traveling bersama keluarga. Momen-momen ini menjadi sarana untuk mengisi ulang energi dan kembali menjalani hari dengan pikiran yang lebih jernih.

“Saya menikmati secangkir hot chocolate sambil membaca buku dan mendengarkan musik. Momen ini membantu saya memberi jarak sejenak dari kesibukan, merapikan pikiran, serta menjaga kestabilan emosi.”

Selain itu, sebagai seorang istri dan ibu dari dua anak, waktu bersama keluarga tetap menjadi prioritas utama. Yesi tetap berusaha meluangkan waktu berkualitas bersama suami dan anak-anak baik melalui aktivitas sederhana di rumah maupun perjalanan bersama. Kebersamaan keluarga menjadi sumber ketenangan dan kekuatan yang sangat berarti.

Yesi Oktavia Dewi, Merawat Kehidupan dan Hadirkan Ilmu Bersama Kehangatan Empati

Tak hanya itu, Yesi juga sangat suka dengan traveling. Ia biasanya menghabiskan waktu pergi ke tempat yang berbeda membantunya melepas penat dari rutinitas sehari-hari dan memberikan suasana baru.

“Berada di suasana yang berbeda membantu saya merasa lebih rileks dan melihat banyak hal dengan sudut pandang yang baru. Biasanya saya memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat, menikmati momen dan kembali dengan pikiran yang lebih segar. Menjaga keseimbangan antara pekerjaan, waktu pribadi dan keluarga adalah proses yang masih terus saya pelajari hingga saat ini.”

Orang Tua Merupakan Inspirasi Utama

Sosok paling berpengaruh dalam hidup Yesi adalah kedua orang tuanya. Sang Ayah, seorang Dokter Anak, menjadi teladan nyata bahwa profesi ini adalah amanah. Dari Ayah, Yesi belajar tentang empati, etika profesi, kedisiplinan, serta pentingnya doa dalam setiap langkah.

“Dari Ayah, saya belajar untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan dan ilmu, tetapi juga melibatkan doa dan keikhlasan dalam menjalani tanggung jawab sebagai seorang Dokter Anak. Ayah mengajarkan pentingnya empati, dan kepedulian terhadap pasien serta keluarganya.”

Sementara Sang Ibu mengajarkan kehangatan, kesabaran, dan ketulusan dalam merawat keluarga. Nilai yang kini menjadi bekal Yesi dalam menjalani perannya sebagai ibu dan perempuan.

“Dari Ibu, saya belajar arti kehadiran, perhatian pada hal-hal kecil, serta keseimbangan dalam menjalani peran sebagai perempuan. Nilai-nilai yang Ibu tanamkan sangat membantu saya dalam menjalani peran sebagai istri dan ibu, sekaligus mendukung saya dalam kehidupan professional.”

Yesi Oktavia Dewi, Merawat Kehidupan dan Hadirkan Ilmu Bersama Kehangatan Empati
Keputusan Terpenting Dalam Hidup

Dalam hidup keputusan terpenting yang diambil oleh Yesi adalah menjalani kariernya sebagai Dokter Anak dan menempatkan keluarga sebagai bagian penting di setiap langkah. Keputusan ini tidak selalu mudah karena membutuhkan komitmen, pengaturan waktu dan kesadaran akan prioritas.

Yesi mengaku memiliki dampak yang sangat besar dari keputusannya menjalani profesi sebagai Dokter Anak. Ia merasakan dapat membentuk dirinya untuk bekerja dengan tanggung jawab, empati, dan ketelitian. Di sisi lain, peran sebagai istri dan ibu mengajarkannya untuk lebih peka, sabar dan hadir secara utuh dalam kehidupan keluarga.

“Keduanya saling melengkapi dan memengaruhi cara saya mengambil keputusan, baik di tempat kerja maupun di rumah.”

Menurut Yesi, pilihan tersebut membantunya menjalani hidup dengan lebih seimbang dan mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya dari pencapaian profesional, tetapi juga dari kualitas hubungan dan peran yang dijalani setiap hari bersama orang-orang terdekat yang menjadi sumber kekuatan.

Definisi Sukses yang Lebih Tenang

Menatap tahun 2026, Yesi membawa pelajaran penting tentang menghargai proses dan konsistensi. Ia belajar untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri, menerima keterbatasan, dan menjalani setiap fase dengan kesabaran. Sukses di tahun 2026 bukan semata pencapaian profesional, melainkan kemampuan menjalani profesi dengan tanggung jawab tanpa mengabaikan keluarga, menjaga kesehatan fisik dan mental serta menikmati kebersamaan dengan orang-orang terdekat. Sukses adalah hidup yang dijalani dengan rasa syukur, ketenangan, dan keseimbangan.

“Dengan menerima keterbatasan dan memahami bahwa setiap fase memiliki tantangannya masing-masing, saya dapat menjalani pekerjaan dan kehidupan keluarga dengan lebih ringan,”

“Pembelajaran tersebut menjadi bekal saya dalam menghadapi tahun 2026 dengan tetap berusaha sebaik mungkin, menjaga keseimbangan dan menjalani setiap hari dengan lebih tenang, sabar dan penuh tanggung jawab sambil tetap mensyukuri setiap langkah kecil yang dijalani bersama orang-orang terdekat.”

Sementara makna sukses di tahun 2026 bagi Yesi adalah mampu menjalani profesi dengan tanggung jawab, menjaga kesehatan fisik dan mental dan tetap hadir secara utuh bagi keluarga dengan rasa syukur dan ketenangan.

“Sukses di tahun 2026 berarti mampu menjalani profesi sebagai Dokter Anak dengan penuh tanggung jawab, tanpa mengabaikan peran dalam keluarga. Saya ingin bisa mengatur waktu dengan lebih baik, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta tetap hadir secara utuh sebagai istri dan seorang ibu.”

Tak hanya itu, Yesi juga memaknai sukses sebagai kemampuan untuk terus berkembang dalam karier sambil tetap menikmati momen-momen sederhana bersama keluarga. Dengan keseimbangan tersebut, Yesi berharap dapat menjalani setiap peran dengan lebih baik.

“Bagi saya pribadi, sukses adalah ketika hidup dijalani dengan rasa syukur, ketenangan dan kebersamaan dengan orang-orang terdekat. Prinsip yang selalu dipegang ini dapat melakukan yang terbaik di setiap peran dan menjalaninya dengan seimbang, tulus, dan penuh rasa syukur.” WH

Bagikan:

Bagikan: