Crowdfunding Typography Banner
Owner KBS by Rasa, Nawasena, Beranda, dan Clover Boutique, Ketua APJI (Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia)

Tashya Megananda Yukki, Merajut Mimpi Lewat Bisnis Kreatif dengan Komitmen dan Ketangguhan

Bagikan:

4

MajalahInspiratif.com, Jakarta – ‘Collaboration is better than competition’ merupakan keyakinan yang dibangun perempuan kelahiran Sukabumi, 17 September, yang akrab disapa Tashya. Lulusan Unitec University Auckland ini selalu percaya bahwa kolaborasi akan membuka lebih banyak peluang daripada membangun persaingan.

“Saya membangun usaha bersama tim, komunitas dan mitra. Saya bergerak bersama, bukan sendirian. Begitu juga saat memimpin APJI, fokus yang dibangun adalah memperkuat ekosistem internal agar organisasi benar-benar bisa memberikan manfaat bagi seluruh anggota.”

Kepercayaan itu yang membuat Tashya berhasil mendapatkan kesempatan untuk memimpin Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI). APJI saat ini memiliki 27 DPD di seluruh Indonesia dan 2 cabang luar negeri dengan anggota lebih dari 3.000 pengusaha jasaboga. Mulai dari usaha catering wedding, catering industrial, offshore, airlines, restoran, bakery, frozen food, produsen bumbu, hingga UMKM binaan. Tashya dan tim terus mendorong kolaborasi antar-pelaku usaha dan aktif mendukung program-program Pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami ingin memastikan pelaku jasaboga Indonesia siap secara kualitas, kapasitas, dan standar keamanan pangan untuk terlibat aktif dalam program strategis nasional. Bagi saya, memimpin organisasi sebesar ini bukan hanya tentang jabatan, tapi amanah besar untuk membawa dampak positif bagi industri kuliner dan pengusaha lokal di seluruh Indonesia.”

Menyusun Inovasi dengan Observasi Pasar. Memutuskan menjadi pengusaha berarti menuntut diri untuk terus berinovasi dan berpikir kreatif agar bisnis tetap bertahan dan berkembang. Salah satu momen krusial ketika pandemi dan PPKM yang membuat operasional restoran sangat terbatas. Mengamati kondisi tersebut, Tashya dan tim berinisiatif menciptakan paket akad nikah intim lengkap dengan dekorasi dan souvenir agar calon pengantin tetap bisa merayakan hari spesial, meskipun dalam skala kecil.

“Kami juga menghadirkan paket makanan siap saji untuk keluarga di rumah serta menu DIY (do it yourself) yang bisa dimasak sendiri sebagai alternatif pengalaman kuliner di rumah. Respons pasar sangat baik, dan pemesanan tidak hanya datang dari Jakarta, tapi juga menjangkau Bekasi, Bogor, hingga Puncak.”

Merayakan Perjalanan. Tashya mengawali perjalanan bisnisnya dimulai dari hobi terhadap fashion. Pada tahun 2005, ia merintis butik yang fokus pada tas branded otentik, baik yang baru maupun preloved. Ia mendapatkan respons pasar yang positif sehingga Tashya berani membuka dua toko fisik di Kawasan Kemang dan Pondok Indah Mall. Ia bersyukur sampai saat ini butiknya masih terus berjalan dan menjadi destinasi bagi para pecinta tas branded yang otentik dan terkurasi dengan baik.

Pada tahun 2012, Tashya memutuskan untuk melakukan re-branding restoran keluarga yang dulunya bernama Sari Melayu. Dengan tetap mempertahankan kekayaan rasa khas Melayu Medan dan menu nusantara lainnya, Tasyha berhasil menghidupkan kembali restoran dengan konsep dan tampilan baru yang lebih modern. Ia mengusung nama baru, Beranda Kitchen dan membuat restoran yang berlokasi di Jl. Ahmad Dahlan ini menjadi salah satu pionir tempat makan di Jakarta yang cocok untuk acara engagement dan intimate wedding.

Seiring waktu, meskipun sempat menjajaki beberapa bidang usaha lain, Tashya menyadari bahwa hati dan passion  tetap di dunia kuliner. Dari sana, ia memperluas lini usaha ke sektor catering dengan fokus utama pada layanan untuk industri, Rumah Sakit, dan pertambangan.

“Dunia kuliner bagi saya bukan sekadar menyajikan makanan, tetapi tentang menyentuh kehidupan orang lain lewat rasa, pelayanan, dan pengalaman,” lirihnya.

Selain itu, Tashya dan suami membangun Nawasena Nugra Jaya, sebuah bisnis keluarga yang disiapkan untuk generasi kedua dan ketiga. Perusahaan ini membawahi beberapa portofolio strategis seperti logistik, food supply chain, dan production house yang dibangun sebagai fondasi jangka panjang agar anak-anak dapat melanjutkan dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

“Perjalanan ini tidak selalu mulus, tapi setiap tantangan justru menjadi pembelajaran yang memperkaya pengalaman dan memperkuat fondasi bisnis kami hingga bisa bertahan dan berkembang seperti sekarang.”

Keluarga, Karier dan Bisnis. Ibunda dari Alifa, Abiyya, Aliya (21 tahun) dan Raehan (20 tahun) ini, sangat menikmati era digital karena banyak memberikan dampak positif. Menurut Tashya, untuk berbisnis dan berorganisasi, digitalisasi mempermudah promosi dan branding melalui website, media sosial dengan tujuan mempermudah pasar yang lebih luas dan efisien.

“Dalam keluarga, teknologi sangat membantu untuk tetap dekat dengan keempat anak yang kuliah di luar negeri. Komunikasi lewat video call membuat kami tetap terhubung secara emosional kapan saja,” ungkapnya.

Perempuan Indonesia Berprestasi dan Kreatif. Pemilik bisnis KBS by Rasa, Nawasena, Beranda, dan Clover Boutique ini, meyakini perempuan Indonesia memiliki banyak potensi, tetapi tidak semua mempunyai kesempatan yang sama. Terkadang masih dibatasi oleh pandangan lama bahwa perempuan harus seperti ini dan tidak boleh begitu. Selain itu, tanggung jawab di rumah seringkali membuat perempuan merasa bersalah ketika memiliki keinginan untuk berkembang.

Padahal banyak perempuan yang memiliki kekuatan luar biasa, multitasking, telaten, sensitif terhadap detail dan tahan banting. Semua itu menjadi modal penting, apalagi jika bicara soal bisnis atau peran kepemimpinan.

“Saya sendiri sangat percaya bahwa perempuan bisa tetap berkarya walau dari rumah. Tidak harus punya modal besar, yang penting mulai aja dulu. Banyak sekali peluang UMKM yang bisa dijalankan dari rumah dan hasilnya nyata. Bisa membantu ekonomi keluarga, membuat perempuan merasa lebih percaya diri, bahkan bisa membuka lapangan kerja buat orang lain. Yang penting jangan takut. Karena begitu perempuan diberi ruang, mereka bisa melakukan banyak hal yang luar biasa,” tegas Tashya dengan antusias.

Bagikan:

Bagikan: