Crowdfunding Typography Banner
Content Creator, Student Ambassador and Indonesian President Club of PSB Academy

Shafira Inby Chandra, Menembus Batas Usia, Menginspirasi Lewat Prestasi dan Peran Global

Bagikan:

1

MajalahInspiratif.com, Jakarta – Di usia yang masih sangat muda, Shafira Inby Chandra telah mencetak banyak prestasi yang luar biasa. Gadis kelahiran Jakarta, 13 Agustus 2005 ini, bukan hanya dikenal sebagai Content Creator aktif di Indonesia dan Singapura, tetapi juga merupakan sosok anak muda yang konsisten mengasah potensi diri dan berkontribusi di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.

Saat ini, perempuan cantik yang karib disapa Shafira ini tengah menempuh pendidikan di PSB Academy, Singapura, dan dipercaya sebagai Student Ambassador sekaligus menjabat sebagai Indonesian President Club di kampusnya. Perannya bukan hanya sebatas simbolis, ia aktif menyambut mahasiswa dan guru dari berbagai negara seperti Korea, Filipina, China, dan Indonesia dalam tur kampus, menjadi MC, pembicara, hingga pengisi video promosi resmi institusi.

Pencapaian Gemilang. Sejak SMA, kiprah Shafira sudah menonjol. Ia terpilih menjadi Student Ambassador di Homeschooling Kak Seto dan juga menjadi bagian dari platform edukasi Pilih Jurusan. Bukan hanya itu, ia juga menyabet penghargaan “The Best Student” dan Best Student Ambassador of the Month. Bahkan, ia berhasil meraih beasiswa ke lima negara, yakni Inggris, Singapura, Indonesia, Tiongkok dan Australia, dan ditawari posisi Student Ambassador di dua negara sekaligus.

Shafira juga sempat diterima di Oxford University International Exchange Program serta Harvard Business Course Batch 1 di Indonesia, kesempatan yang sangat langka dan bergengsi untuk anak seusianya.

Tak hanya unggul di bidang akademik, Shafira juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler sejak kecil. Saat SMP, ia menjadi kapten tim basket putri dan berhasil membawa timnya menjuarai beberapa kompetisi. Ia juga menjuarai lomba fashion show sebanyak dua kali. Sejak SD, Shafira telah sering menjuarai lomba menggambar dan selalu meraih posisi tiga besar.

Sebagai Best Speaker dan Ice Breaker di Toast Masters Singapore, Shafira juga dipercaya menjadi Event Manager Toast Masters di PSB Academy, sebuah pencapaian gemilang yang membuktikan kepemimpinannya di kancah internasional.

Semangat Berbisnis Sejak Dini

Tak banyak anak muda yang sudah memahami makna usaha dan kerja keras, namun Shafira membuktikan bahwa semangat berbisnis bisa tumbuh sejak usia belia. Ketertarikannya pada dunia bisnis berawal dari pengamatan sehari-hari saat melihat kedua orangtuanya begitu semangat dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Dari sana, inspirasi bisnis dalam dirinya mulai tumbuh.

Sejak duduk di bangku SD, Shafira sudah mulai berjualan. Mulai dari alat tulis lucu, penghapus, slime hingga gambar hasil karyanya sendiri yang dipesan oleh teman-teman sekelas. Ia tidak malu untuk menawarkan dagangannya ke teman-teman dari satu kelas ke kelas lainnya, terutama saat jam istirahat atau pelajaran kosong.

“Buat saya, itu menyenangkan. Saya suka banget prosesnya. Dari memilih barang yang akan dijual, menawarkannya ke teman-teman, sampai akhirnya dapat uang sendiri,” cerita Shafira dengan semangat.

Menariknya, uang hasil usahanya tak langsung habis digunakan. Sejak kecil, kedua orang tuanya telah menanamkan prinsip mandiri dan bertanggung jawab secara finansial. Jika ingin membeli mainan atau barang di luar kebutuhan sekolah, maka Shafira harus membelinya dari hasil tabungan sendiri.

Orang tuanya ingin ia dan adiknya belajar menghargai setiap rupiah yang diperoleh dan memahami jerih payah di baliknya. Nilai hidup ini terbukti bertahan hingga sekarang. Kebiasaan menabung dan hidup hemat menjadi karakter yang terus dibawanya, bahkan saat ia tinggal dan belajar di luar negeri.

Warisan Keluarga Membentuk Jiwa

Tak hanya berprestasi secara akademik, Shafira juga memiliki sisi personal yang begitu menginspirasi. Salah satu hal yang paling melekat dalam hidupnya sejak kecil adalah kecintaannya terhadap buku. Hobi membaca ini diwariskan dari keluarga, mulai dari ibu, ayah, bahkan kakeknya yang merupakan seorang tokoh masyarakat yang saat ini menduduki posisi sebagai Pembina Yayasan Sekolah Al-Ihsan serta pernah menjabat sebagai K3S (Ketua  Kelompok Kerja Kepala Sekolah)  tingkat kecamatan. Tak heran, kegiatan membaca telah menjadi kebiasaan yang mengakar kuat dalam diri Shafira.

“Sejak kecil, ibu selalu mengajarkan saya untuk mencintai buku. Bahkan, kalau supir menjemput saya sepulang sekolah dan bingung saya di mana, pasti saya lagi di dua tempat,  perpustakaan sekolah atau kantin sambil baca buku dan ngemil,” kenangnya dengan tawa.

Baginya, buku bukan sekadar bacaan, melainkan jendela dunia. Ia bisa betah berjam-jam di toko buku hanya untuk menikmati suasana dan membaca. Kecintaan ini pula yang menumbuhkan ketajaman pikirannya dan memperkaya perspektifnya sebagai generasi muda.

Tak hanya literasi, dunia seni juga menjadi bagian dari jiwanya. Shafira bisa bermain gitar akustik dan piano elektrik, serta menyanyi dengan suara yang merdu. Meski sempat merasa tidak percaya diri saat belajar musik melalui les, dibantu Sang Ibu ia akhirnya menemukan ritme belajar yang pas dan semangat belajar secara mandiri.

“Ibu selalu bilang, semua orang pasti bisa, hanya saja caranya yang berbeda-beda. Tugas kita adalah menemukan cara kita sendiri,” ujar Shafira, mengutip nasihat Sang Ibu yang begitu membekas di hati.

Kemampuan lain yang dimiliki Shafira adalah dunia modeling dan makeup. Ia sempat menempuh pendidikan modeling di KJS, dibimbing langsung oleh Top Model Indonesia, serta dilatih sendiri oleh ibunya yang merupakan mantan model era 90-an. Tak berhenti di situ, ia juga mahir merias wajah, baik makeup natural maupun makeup karakter. Bakat ini merupakan warisan turun-temurun dari sang nenek, yang berprofesi sebagai perias pengantin, yang kemudian diturunkan ke ibunya dan kini mengalir pada Shafira.

Dengan latar belakang keluarga yang kuat di bidang pendidikan, seni, dan budaya, Shafira tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan serba bisa. Ia membuktikan bahwa kombinasi kecintaan terhadap ilmu, seni, dan didikan keluarga mampu membentuk anak muda yang tak hanya cerdas, tapi juga kaya rasa dan nilai.

Mimpi Membawa Nama Bangsa

Kini, di usianya yang baru 19 tahun, Shafira telah melakukan satu langkah nyata dalam mewujudkan mimpi membawa nama Indonesia harum di mata dunia. “Menjadi Student Ambassador di Singapura dan Content Creator lintas negara adalah salah satu cita-cita saya. Saya ingin memperkenalkan potensi anak muda Indonesia di luar negeri. Ini bukan sekadar tentang saya, tapi tentang Indonesia,” ungkap Shafira penuh semangat.

Selain aktivitas akademik dan digital, Shafira juga mulai mengembangkan bisnis yang dijalankan orangtuanya, yakni Inby Fashion, Skincare dan developer property. Meski baru sebatas menjadi suporter, namun ia begitu enjoy dalam mendukung bisnis keluarga tersebut.

Diceritakan Shafira, kecintaan terhadap fashion tumbuh dari ibunya yang gemar tampil modis dan neneknya yang dikenal gaul dan stylish. Dari kecil, Shafira sudah terbiasa memperhatikan gaya, padu padan, dan bahkan sempat bercita-cita menjadi desainer. Kini, ia memilih fokus ke dunia bisnis fashion karena merasa lebih cocok di jalur entrepreneur.

Sementara untuk dunia property, Shafira kerap memberikan ide maupun saran terkait digital marketing. Setiap pulang ke Indonesia, ia bahkan kerap ikut ayah-ibunya ke kantor atau mengunjungi proyek-proyek perumahan yang tengah dibangun. Sehingga ia memiliki gambaran tentang cara kerja di dunia property.

Bagikan:

Bagikan: