MajalahInspiratif.com, Jakarta – Pengalaman pertama Romlah Sriristanti sebagai entrepreneur mengajarkan banyak hal tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan pentingnya menjaga kepercayaan dalam bekerja. Wanita yang akrab disapa Tanti ini, mengawali bisnis di tahun 1989 dalam bidang kebersihan melalui proyek swastanisasi kebersihan di Jakarta Timur.
Seiring waktu, Tanti mulai mengembangkan berbagai bidang usaha lain. Ia mendirikan Yayasan TK Nurul Ikhsan di Cimanggis, Depok (2006-2019) sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan anak usia dini. Di periode yang sama, Tanti juga membangun Kembang Dhewo Tinoto (2005-2018), salon dan spa yang menjadi wadah pemberdayaan perempuan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

“Saat ini, saya memiliki perusahaan berlabel BNT Grup yang berkantor di Fatmawati, Jakarta Selatan,” tambah wanita cantik kelahiran Yogyakarta, 15 Desember ini.
Sarjana Ilmu Politik ini juga mengembangkan Warung SAE, usaha kuliner yang dirintis sejak 2017 di Jakarta Selatan, serta produk kecantikan Tar & Tan di Yogyakarta. Tanti juga turut aktif di dunia pendidikan melalui SMART FAST Global Education dan Yayasan Salami Sulaimaniyah, yang bekerja sama dengan Yayasan Sulaimaniyah Turki dalam bidang pendidikan di Kulon Progo, Yogyakarta.
Pada 2022, Tanti dipercaya menjadi Komisaris PT Krakatau Pipe Industries (Krakatau Steel Group), dan saat ini juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Berdikari Bungsu Selaras.
Kini, Tanti juga mengembangkan Donahue Jogja, sebuah brand yang lahir dari ide, inovasi, dan karya sendiri sebagai bentuk ekspresi dan dedikasi terhadap dunia kreatif yang ia cintai. Melalui Donahue, Tanti telah berkesempatan berpartisipasi dalam berbagai ajang fashion event bergengsi, baik di dalam maupun luar negeri, yang semakin memperkuat komitmennya untuk membawa karya lokal ke panggung internasional.
“Bagi saya, setiap langkah dalam perjalanan ini bukan sekadar pencapaian bisnis, tetapi proses pembelajaran panjang tentang konsistensi, kolaborasi, dan kebermaknaan karya bagi banyak orang,” tegas Tanti semangat.

Tantangan Era Digital
Di era digital yang serba cepat, tantangan terbesar bagi Tanti bukan hanya beradaptasi dengan teknologi, tapi menjaga nilai-nilai dasar di tengah perubahan. Dunia kerja dan bisnis menuntut kecepatan, namun ia percaya sentuhan manusia tetap tak tergantikan.
Dalam karier, Tanti belajar menyeimbangkan kemajuan digital dengan kepemimpinan yang tetap hangat dan personal. Ia menegaskan bahwa usia tidak boleh menjadi batas untuk terus belajar dan relevan.
Sementara dalam keluarga, tantangannya menjaga waktu dan perhatian agar tidak tersita oleh dunia digital. “Bagi saya, komunikasi dan kehangatan keluarga tetap menjadi sumber energi utama untuk melangkah,” ujar istri dari Tartono, S.H., M.B.A. , Purnawirawan Polisi.
Dalam bisnis, Tanti selalu berpegang pada prinsip bahwa setiap usaha harus membawa nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, ide dan inovasinya banyak lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.
“Pada bidang fashion, saya menggagas kolaborasi dengan desainer nasional untuk menghadirkan produk modest fashion yang berkelas. Sementara di sektor kuliner dan kecantikan, saya mengedepankan konsep local pride menggabungkan cita rasa, keindahan, dan pengalaman yang membawa ciri khas Indonesia ke pasar yang lebih luas. Setiap langkah inovasi selalu saya dasarkan pada tiga hal: kebermanfaatan, keberlanjutan, dan pemberdayaan,” paparnya.
Tanti bersyukur karena dari berbagai bidang usaha yang dijalankan mulai dari kebersihan, fashion, pendidikan, hingga kuliner semuanya dapat tumbuh dengan karakter dan ciri khas masing-masing.
Ukir Prestasi
Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah ketika ia dipercaya menjadi Komisaris di PT Krakatau Pipe Industries, sebuah bentuk kepercayaan besar terhadap kemampuan profesional perempuan dalam industri strategis nasional.
Tanti juga menerima penghargaan Anugrah Perempuan Indonesia VIII Tahun 2022 sebagai Pemimpin Perusahaan, serta apresiasi dari Dinas Koperasi Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2020. Namun yang paling membanggakan baginya bukan hanya penghargaan, melainkan ketika usaha yang ia bangun dapat membuka lapangan kerja dan membawa manfaat bagi banyak orang.
Jaga Life Balance
Sebagai perempuan tentu kebutuhan me time sangat perlu. Tanti percaya kecantikan dan kebugaran berawal dari keseimbangan batin. Rutinitasnya cukup padat, tetapi ia selalu menyempatkan waktu untuk me time sederhana seperti berolahraga ringan, refleksi diri, dan merawat diri secara alami.
“Saya juga senang menghabiskan waktu bersama keluarga, memasak, berinteraksi dengan lingkungan sekitar, serta melakukan travelling ke berbagai negara di Asia, Eropa, Australia, dan Amerika. Bagi saya, perjalanan bukan sekadar hiburan, tetapi juga cara untuk memperkaya pengalaman, memperluas pandangan, dan menemukan inspirasi baru dalam setiap langkah kehidupan,” jelas wanita yang hobi kuliner ini.
Dalam membagi waktu antara usaha, keluarga dan dunia sosial, kunci utama Tanti adalah keseimbangan dan manajemen waktu yang jelas. Ia selalu menempatkan keluarga sebagai pusat dari segala aktivitas, karena dari sanalah energi dan semangatnya berasal.
Di bisnis yang dikembangkannya, Tanti membangun sistem kerja yang profesional dan kolaboratif, sehingga setiap lini usaha dapat berjalan mandiri tanpa harus selalu bergantung padanya.
Sementara dalam dunia sosial, Tanti terlibat aktif melalui yayasan pendidikan dan kegiatan pemberdayaan masyarakat, karena ia percaya keberhasilan seseorang baru terasa lengkap ketika juga membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Saat ini Tanti juga menjadi Pengurus Pusat Perkumpulan Perempuan Pemimpin Indonesia (PERPINA).

Kunci Sukses
Bagi Tanti, kesuksesan berawal dari kemampuan untuk mengenali dan menggali potensi diri. Setiap orang memiliki kelebihan yang unik, namun sering kali tidak menyadarinya. Ketika kita mau belajar, tekun, dan konsisten dalam mengembangkan potensi itu, maka kesuksesan akan mengikuti dengan sendirinya. “Saya percaya, kerja keras memang penting, tapi yang lebih utama adalah keikhlasan dan niat baik di setiap langkah yang kita ambil,” ujarnya bijak.
Harapan terbesar Tanti adalah agar setiap langkah dalam karier dan usaha yang ia bangun dapat membawa manfaat bagi banyak orang. Ia ingin keberadaannya baik sebagai pengusaha maupun sebagai pribadi bisa menjadi inspirasi agar orang lain semakin yakin menggali potensi dirinya sendiri.
“Ke depan, saya ingin terus memperluas ruang pemberdayaan, terutama bagi perempuan dan generasi muda, agar mereka bisa berkembang dengan percaya diri, berdaya saing, dan tetap memegang nilai-nilai kebaikan dalam setiap karya yang mereka hasilkan,” tandasnya.
Selalu Menyimpan Kenangan Bersama Ibu
Hari Ibu memiliki makna mendalam bagi Tanti. Hari Ibu menjadi pengingat baginya akan peran besar perempuan sebagai gudang ilmu dan panutan bagi anak-anaknya. Seorang ibu tidak hanya melahirkan, tetapi juga menanamkan nilai, membentuk karakter, dan menjadi sumber kebijaksanaan dalam keluarga. Ibu adalah sekolah pertama bagi setiap anak, dan dari sanalah masa depan bangsa terbentuk.
“Ibu menjadi sosok yang paling menginspirasi bagi saya. Beliau adalah perempuan berpendidikan tinggi yang memiliki semangat juang luar biasa dan ketulusan hati yang dalam. Dengan penuh kesabaran dan keteguhan, beliau berhasil membesarkan serta mendidik delapan anaknya hingga menjadi pribadi yang sukses dan mandiri di bidangnya masing-masing. Dari beliau, saya belajar arti kesungguhan, kasih sayang tanpa batas, dan kekuatan seorang ibu yang mampu membentuk generasi tangguh melalui keteladanan dan pendidikan,” jelasnya.
Kenangan bersama Ibu selalu membekas dalam hati Tanti. Bersama beliau, ia selalu merasa bisa terbuka dan berbagi cerita apa saja. Ketulusan dan kekuatan Ibu menjadi inspirasi terbesar dalam hidup Tanti, dan nilai-nilai itu pula yang ia coba wariskan kepada anaknya.
Tanti pun memiliki harapan sederhana namun mendalam agar anaknya tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, kokoh dalam iman dan takwa, bermental kuat, serta memiliki akhlak yang baik. “Saya ingin ia bisa menghadapi kehidupan dengan keberanian dan kebijaksanaan, tanpa melupakan nilai-nilai yang sudah diajarkan sejak kecil,” jelas Ibu dari Subronto Laras, BBA., MM. (Pengusaha).
Dalam pola asuh yang diterapkan kepada anaknya, Tanti selalu berusaha menanamkan keseimbangan antara kasih sayang dan ketegasan. Anak perlu merasa dicintai, tetapi juga perlu belajar tentang tanggung jawab dan kedisiplinan. “Saya berusaha menjadi panutan dalam sikap dan tindakan, karena saya percaya, anak-anak tidak hanya mendengar apa yang kita ucapkan, tetapi juga meneladani apa yang kita lakukan,” terangnya.







