Crowdfunding Typography Banner
Founder Brand Fashion Lokal “RY Prive Ramayani” & Restoran Kinawa

Rahmayani SE, M.M, Merangkai Karya, Menyebar Manfaat Lewat Bisnis dan Komunitas

Bagikan:

1

MajalahInspiratif.com, Jakarta – Tekun, kreatif, dan penuh semangat sosial, tiga kata yang pantas menggambarkan sosok Rahmayani SE, M.M, perempuan pengusaha yang sukses mengembangkan dua lini bisnis sekaligus, yakni sebuah brand fashion lokal asal Lombok-NTB, berlabel RY Prive Ramayani dan Restoran Kinawa. Tak hanya berkembang secara bisnis, ia juga menciptakan ruang sosial melalui komunitas pelanggannya yang aktif dalam kegiatan positif dan kemanusiaan.

Sosok Rahmayani SE, M.M, atau akrab disapa Rama, merupakan sosok womanpreneur yang tidak hanya sukses dalam membangun bisnis, tetapi juga aktif menciptakan dampak sosial lewat komunitas pelanggan yang dibinanya.

Berawal dari kecintaan pada dunia mode, Rama membangun sebuah butik dengan nama RY Prive Ramayani, yang kini berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya dikenal di dalam negeri, desain rancangannya bahkan telah menembus pasar internasional. ”Alhamdulillah, butik sekarang makin banyak dikenal. Pada momen Lebaran lalu kami juga kebanjiran order dari beberapa customer yang saat ini stay di luar negeri, seperti Jerman dan Malaysia,” ungkap Rama.

 Rambah Dunia Kuliner. Tak puas hanya menjajaki dunia fashion, tahun 2023 pasca pandemi, Rama mewujudkan mimpinya yang lain, yakni merambah bisnis kuliner. Ia membuka sebuah restoran berlabel Restoran Kinawa, yang juga berlokasi di Mataram, Lombok – Nusa Tenggara Barat (NTB). Restoran ini mengusung menu khas Nusantara, terutama masakan Sulawesi, tanah kelahirannya. “Saya orang Makassar, jadi ingin perkenalkan citarasa Sulawesi kepada masyarakat luas di NTB,” ujarnya.

“Kini, baik butik maupun restoran telah berkembang pesat. Yang awalnya hanya dibantu satu dua orang, sekarang sudah puluhan karyawan. Alhamdulillah, kami bisa membuka lapangan pekerjaan,” tambahnya.

Dengan konsistensi, kerja keras, dan ketekunan, Rama membuktikan bahwa perempuan bisa menjadi penggerak ekonomi, sekaligus menciptakan dampak positif di masyarakat. Dan perjalanan bisnis Rama adalah bukti bahwa impian besar bisa diwujudkan dengan langkah-langkah yang mantap dan penuh semangat.

 Bangun Komunitas. Lebih dari sekadar bisnis, Rama juga membentuk komunitas RY Lovers. Beranggotakan para pelanggan butik yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Dalam satu tahun terakhir, komunitas ini telah terbentuk di beberapa kota, seperti Palopo, Makassar, dan Lombok.

“Kami biasa kumpul untuk kegiatan positif. Kalau ada bencana alam, kami ikut berdonasi. Ada juga Jumat Berkah dengan membagikan nasi box untuk anak-anak yatim. Intinya

kami ingin menjaga kedekatan dan sama-sama tumbuh lewat hal-hal baik,” ungkapnya.

Melalui RY Prive Ramayani dan Restoran Kinawa, Rama menunjukkan bahwa bisnis bisa menjadi sarana pemberdayaan sekaligus ladang kebaikan. “Bisnis bukan hanya soal untung. Tapi bagaimana kita bisa bermanfaat dan tumbuh bersama. Dari pelanggan, lahirlah kebersamaan. Dari kebersamaan, lahirlah kekuatan untuk berbagi,” ucapnya.

Dengan pendekatan penuh cinta terhadap pelanggan dan semangat berbagi yang konsisten, Rama tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun hubungan dan nilai-nilai kebersamaan. Ia adalah gambaran nyata womenpreneur yang tak sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga mengusung misi sosial yang kuat.

Kualitas dan Eksklusivitas. Dalam dunia fashion yang makin kompetitif, mempertahankan ciri khas bukanlah perkara mudah. Namun, Rama berhasil menjaga eksklusivitas produk-produknya dengan pendekatan yang konsisten. Yakni dengan desain berkelas, kualitas tinggi, dan sentuhan ornamen khas. “Setiap desain kami punya DNA-nya sendiri,” tekan Rama.

Dijelaskan Rama, desain baju rancangan RY dikenal memiliki ciri khas berupa renda, les, atau ornamen elegan yang menjadikannya langsung dikenali meskipun tanpa melihat label. “Banyak yang bilang, ‘wah ini pasti bajunya RY’. Dari desain saja sudah ketahuan. Kami memang produksi dan desain sendiri, jadi bisa jamin tidak ada kembarannya,” ucapnya bangga.

Dan, demi menjaga kualitas dari tiap desain yang diluncurkan RY Prive Ramayan, dalam operasional harian, Rama menempatkan quality control sebagai prioritas utama. Dengan tim yang berjumlah sekitar 20 orang, setiap orang memiliki peran khusus, dan salah satu yang paling krusial adalah tim quality control  (QC).

“Saya sangat selektif memilih orang untuk bagian QC. Mereka harus punya ketelitian tinggi, karena kualitas itu bukan cuma soal jahitan rapi, tapi juga soal detail ornamen, kesesuaian pola, dan hasil akhir yang sempurna,” ungkap Rama.

Ditambahkan wanita yang saat ini tengah melanjutkan study S3 Program Doktor Ilmu Manajemen di Pasca-Sarjana STIEM Bongaya, Makassar, setiap produk yang akan dikirimkan ke pelanggan selalu melalui proses pengecekan akhir yang ketat. Tidak ada ruang untuk miskomunikasi di bagian ini. “Kami sudah punya standar sendiri yang tidak bisa dikompromi. Kalau tidak sesuai, lebih baik tidak dikirim dulu,” tegasnya.

Proses ini menjadi salah satu alasan mengapa brand RY Prive Ramayan tetap konsisten dalam mempertahankan kepercayaan pelanggan loyalnya. Dalam dunia fashion yang cepat dan penuh persaingan, kualitas yang terjaga bukan hanya soal kepuasan sesaat, tapi soal reputasi jangka panjang.

Menariknya, hingga kini Rama tetap mempertahankan sistem penjualan langsung secara offline maupun online di market place,tanpa membuka peluang reseller. Meski begitu, Rama tidak melarang pelanggan membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali. “Selama stok masih ada, silakan. Tapi harga tetap harga kita, tidak ada harga reseller,” jelasnya.

Dengan produksi in-house, eksklusivitas produk pun tetap terjaga.Meski pernah mendapat tawaran franchise, Rama memilih untuk menunda. Ia khawatir dengan kesiapan SDM yang saat ini masih terbatas dan sudah cukup kewalahan dengan stok yang ditargetkan. “Kalau franchise pasti butuh jumlah produksi yang lebih banyak, sedangkan mencari penjahit yang benar-benar mampu menjaga kualitas itu sulit. Kami ingin matang dulu, mungkin akhir tahun ini baru mulai buka peluang franchise,” ungkapnya realistis.

Screenshot

Kreatif Tapi Tetap Otentik. Menjawab tantangan zaman, RY terus berinovasi tanpa kehilangan jati diri. Rama mengakui bahwa sumber inspirasinya datang dari banyak hal, termasuk mengamati tren fashion terkini. “Kadang kalau kehilangan ide, saya lihat brand-brand lain untuk tahu tren apa yang sedang berkembang. Tapi tetap kami olah dengan gaya dan ciri khas sendiri. Bukan meniru, tapi mengembangkan,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi adalah bagian tak terpisahkan dari proses kreatif. Namun, ia menegaskan pentingnya menjaga benang merah dari identitas merek. “Kita ikuti tren, tapi tidak kehilangan arah. Tetap ada pakemnya, tetap ada DNA-nya. Itu yang membuat RY Prive Ramayan punya tempat di hati pelanggan.”

 Kualitas Internasional, Harga Rasional. Satu hal yang menjadi keunggulan utama RY adalah harga yang dianggap jauh lebih terjangkau dibandingkan brand besar, padahal material dan kualitasnya setara. “Banyak pelanggan kami yang biasanya pakai brand ternama, bilang bahwa produk kami jauh lebih worth it,” tutur Rama.

Material pun dipilih dengan cermat. Meski tidak impor, ia bekerja sama langsung dengan pabrik di Jakarta dan memesan motif secara khusus agar tetap eksklusif dan tidak pasaran.

Tahun depan, RY Prive Ramayan bersiap untuk melangkah ke panggung nasional. “InsyaAllah, 2026 kami akan ikut Indonesia Fashion Week. Semoga bisa memperkuat posisi brand ini di level nasional,” katanya optimis.

 Siap Ekspansi. Saat ini, Rama tengah merencanakan langkah besar untuk mengembangkan bisnisnya. Setelah sukses mengelola butik di Mataram, Rama kini mempersiapkan untuk membuka cabang di Makassar pada akhir tahun 2025. Ini menjadi langkah strategis untuk membawa RY Prive Ramayani lebih dekat dengan pelanggan setianya di luar kota, terutama di kota asalnya.

Insya Allah, cabang pertama di Makassar akan dibuka akhir tahun ini. Saya ingin memulai di kampung halaman, karena banyak pelanggan setia yang berasal dari sana,” ujar Rama dengan semangat.

Meskipun cabang baru ini akan berlokasi di Makassar, Rama memastikan bahwa proses produksi akan tetap dilakukan di Mataram, sehingga kualitas produk tetap terjaga. “Produksinya tetap satu tempat di Mataram, tapi kami akan membuka cabang di beberapa titik pasar yang potensial,” tambahnya.

Rama juga mengungkapkan rencananya untuk membuka cabang di Jakarta pada tahun depan. “Rencana di Jakarta InsyaAllah tahun depan. Kami sudah memiliki banyak pelanggan di sana, jadi itu menjadi target pasar kami selanjutnya,” katanya.

Rencana ekspansi ini menunjukkan bahwa RY Prive Ramayani siap tumbuh dan menjangkau lebih banyak pelanggan di berbagai kota. “Harapan saya, butik ini bisa bertahan dan terus membantu orang tampil cantik. Banyak koleksi baju kami yang menjadi signature, terutama untuk acara seperti kondangan. Jadi, orang tidak perlu repot-repot lagi ke tukang jahit karena kami sudah memiliki ready stock,” jelasnya.

Namun, lebih dari sekadar menawarkan pakaian, Rama menekankan pentingnya dampak positif dari hasil bisnis yang dijalankan. “Yang paling penting bagi saya adalah hasil produk ini bisa bermanfaat untuk banyak orang dan rezekinya bisa berkah,” tambahnya.

Bagi Rama, kesuksesan dalam berbisnis bukan hanya soal keuntungan finansial, tetapi juga tentang bagaimana bisnis tersebut memberikan dampak baik, terutama untuk keluarga. Ia merasakan sendiri bagaimana berbisnis telah membawa perubahan positif dalam hidupnya. “Setelah berbisnis, saya merasa lebih bisa memberi dampak positif untuk keluarga. Kami bisa merasakan manfaat dari hasil usaha sendiri, dan itu sangat memuaskan,” ungkapnya dengan bangga.

Dengan semangat yang tinggi dan visi yang jelas, Rama terus berupaya untuk membawa RY Prive Ramayani ke tingkat yang lebih tinggi, sambil tetap mengedepankan kualitas produk, pelayanan, dan manfaat bagi pelanggan dan keluarga.

Menenun Hubungan Emosional dengan Customer

Di balik kesuksesan RY Prive Ramayani bukan hanya karena desainnya yang elegan dan eksklusif, namun juga karena hubungan emosional yang dijaga erat oleh Rama dengan para pelanggannya.“Fashion ini ternyata bukan hanya soal jualan produk, tapi soal membangun penyesuaian dan hubungan personal,” tutur Rama.

Dalam enam tahun perjalanan brand RY Prive Ramayan, ia menyadari bahwa kepercayaan dan kedekatan emosional dengan pelanggan menjadi fondasi loyalitas. “Misalnya, kalau mereka ulang tahun, kita kirimkan hadiah kecil. Mereka tidak harus belanja dulu untuk kita jaga relasinya,” ungkapnya.

Dengan harga produk yang berada di kisaran satu jutaan, RY menyasar segmen menengah ke atas. Mayoritas pelanggannya adalah kalangan pejabat dan ibu-ibu PKK. Rama menyadari, menjaga relasi dengan mereka penting untuk memperkuat jaringan promosi organik. “Hubungan baik dengan satu pelanggan bisa membuka jaringan ke banyak lainnya, terutama di kalangan ibu-ibu pejabat yang saling merekomendasikan,” katanya.

Perpaduan antara kualitas, estetika, dan pendekatan emosional, Butik RY bukan hanya membangun brand fashion, tetapi juga membangun komunitas dan kepercayaan jangka panjang.

Tetap Percaya Diri di Tengah Gempuran Produk Luar

Meski kini pasar fashion Tanah Air dibanjiri produk impor, khususnya dari Tiongkok, Rama tetap optimis dan teguh pada prinsip kualitas. Ia menyadari banyak pelaku usaha memilih produk luar negeri karena margin keuntungan yang tinggi. “Barang dari China itu memang lebih murah, banyak teman-teman juga yang ambil dari sana, kemudian di-rebrand,” ungkapnya.

Namun bagi Rama, jalan pintas bukanlah pilihan. Ia percaya, konsistensi dalam menjaga kualitas dan membangun karakter produk jauh lebih bernilai dalam jangka panjang. “Selama kita punya kualitas dan ciri khas, kita akan tetap survive. Orang mungkin tergoda beli murah, tapi setelah tahu kualitasnya, mereka akan kapok,” jelasnya.

Brand RY sendiri tetap menikmati kepercayaan pasar yang tinggi. Testimoni dan review dari pelanggan terus mengalir, menunjukkan loyalitas konsumen terhadap produk lokal berkualitas tinggi. “Bagi saya, omzet besar bukan segalanya. Yang lebih penting adalah kepercayaan pelanggan dan keberlanjutan bisnis,” kata Rama, penuh keyakinan.

Hadapi Perubahan dengan Fleksibilitas dan Inovasi

Di tengah perubahan yang cepat, baik dari segi pasar maupun preferensi pelanggan, Rama juga menekankan pentingnya fleksibilitas dan inovasi dalam bisnis. RY terus beradaptasi dengan tren fashion terkini dan kebutuhan pelanggan yang dinamis. “Saat ini, tren fashion berubah dengan cepat. Kami selalu berusaha untuk tetap relevan dengan menyediakan koleksi yang up to date, namun tetap mengutamakan kualitas dan kenyamanan bagi pelanggan,” kata Rama.

Selain itu, Rama juga selalu memperhatikan setiap feedback dari pelanggan. Dengan begitu, ia bisa langsung melakukan perbaikan dan penyesuaian dalam produk atau layanan yang ditawarkan. “Kami tidak hanya berfokus pada penjualan, tapi juga pengalaman yang diberikan kepada pelanggan. Itu yang membuat mereka kembali lagi,” jelasnya.

Rama menyadari bahwa meskipun saat ini bisnis yang digeluti masih aman dari dampak negatif ketegangan ekonomi, persiapan untuk menghadapi potensi tantangan ekonomi global ke depannya tetap diperlukan. Salah satunya adalah dengan memastikan arus kas yang sehat dan melakukan diversifikasi produk.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat sistem manajemen keuangan dan mengembangkan berbagai produk baru untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, menjaga hubungan yang lebih dekat dengan pemasok dan mitra bisnis juga sangat penting untuk menghadapi fluktuasi ekonomi,” ujar Rama.

Fokus pada Pengembangan Diri dan Pemberdayaan Perempuan

Rama sangat percaya pada potensi perempuan untuk sukses, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Itulah mengapa RY Prive Ramayani tidak hanya berfungsi sebagai tempat belanja, tetapi juga sebagai platform untuk memberdayakan perempuan. Dalam setiap kesempatan, Rama mendorong teman-temannya untuk berbisnis dan tidak takut untuk memulai, bahkan jika itu terasa rumit di awal.

“Banyak perempuan yang merasa sudah cukup dengan peran sebagai ibu rumah tangga atau mengandalkan suami. Padahal, memiliki bisnis sendiri memberi kebebasan finansial dan kesempatan untuk berkontribusi lebih besar pada keluarga dan masyarakat,” ujar Rama.

Rama menekankan pentingnya untuk tidak hanya fokus pada keuntungan pribadi, tetapi juga untuk mengajak orang lain agar turut merasakan kesuksesan. “Berbisnis bukan soal menjadi kaya sendiri, tetapi tentang bagaimana kita bisa mengangkat orang lain juga,” tambahnya.

Di luar kesibukannya mengelola butik, Rama juga aktif dalam berbagai komunitas yang mendukung wirausaha perempuan. Salah satunya adalah keterlibatannya dalam IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia), di mana ia turut berperan dalam memberikan pelatihan dan bimbingan kepada pelaku UMKM, terutama ibu rumah tangga yang memiliki potensi besar namun kurang terekspos.

Bersama IWAPI, ia kerap mengadakan bazar dan event untuk memperkenalkan produk UMKM dari berbagai daerah, memberikan mereka wadah untuk menunjukkan kreativitas mereka. “Banyak ibu rumah tangga yang memiliki produk luar biasa, tapi mereka tidak tahu bagaimana cara memasarkan produk mereka. Kami memberikan ruang bagi mereka untuk memperkenalkan karya mereka ke pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Menjalankan Bisnis dan Keluarga dengan Seimbang

Dengan kesibukan yanga ada, Rama tetap memprioritaskan keluarga. Sebagai istri dari Ir. Lalu Progonanto MM sekaligus ibu 2 orang anak, ia selalu memastikan bahwa waktu bersama keluarga tetap menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Setelah melahirkan anak kedua, ia mengurangi keterlibatannya di beberapa kegiatan komunitas untuk lebih fokus pada keluarga, tetapi tetap menjaga komitmennya dalam menjalankan bisnis.

“Setiap bisnis pasti ada tantangannya, tetapi keluarga adalah prioritas utama. Saya selalu berusaha menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Bisnis bisa berkembang, tapi kebersamaan dengan keluarga itu yang tak ternilai,” pungkasnya.

Bagikan:

Bagikan: