Crowdfunding Typography Banner
Lawyer dan Entrepreneur, Owner Warriors Swimming Club

Prawidha Murti, Keberanian, Ketegasan, dan Empati Kunci Sukses dalam Hidup

Bagikan:

1

MajalahInspiratif.com, Jakarta – Perempuan kuat bukan hanya yang berhasil mencapai puncak, tetapi yang mampu mengulurkan tangan dan mengangkat orang lain ikut naik. Jika satu perempuan dapat menyalakan semangat seribu generasi, itu berarti kita sedang menulis sejarah bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk bangsa. Pemikiran dan pemahaman ini yang membuat seorang Prawidha Murti, lulusan Sarjana Hukum Universitas Indonesia, berhasil menaklukkan ruang keberanian untuk menghadapi hidup dengan cara yang lebih lapang dan berani.

Awalnya Wida melangkahkan perjalanan kariernya secara profesional di bidang hukum. Baginya, hukum bukan soal pasal dan logika, tetapi tentang keadilan dan keberanian untuk berdiri di sisi yang benar. Profesi sebagai lawyer mengajarkan disiplin berpikir, ketegasan bersikap dan tanggung jawab moral yang tinggi. Kemudian, selain fokus dalam kegiatan lawyering, Wida memberanikan diri terjun ke dunia entrepreneurship dengan harapan sederhana, tetap mengukir semangat bagi banyak orang.

“Sebagai seorang ibu tunggal, saya belajar menghadapi hidup dengan cara yang lebih lapang dan berani. Dari sana lahirlah Warriors Swimming Club, sebuah inisiatif yang lahir dari hati, tetapi dijalankan dengan prinsip kepemimpinan profesional.”

Wida berhasil memadukan dunia hukum dan entrepreneur dengan sempurna. Ketegasan sebagai lawyer dan empati seorang leader sama-sama membentuk karakter melalui logika serta semangat yang tak pernah memudar. Buktinya, Warriors Swimming Club miliknya, telah mendapatkan kepercayaan masyarakat di tengah tantangan yang harus dihadapi.

“Tantangan terbesar justru pada menjaga keseimbangan antara menjadi ibu yang hadir untuk anak dan pemimpin yang harus sigap dalam mengambil keputusan. Dunia digital memberi peluang besar, tetapi juga membuat batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin tipis. Di sini kedisiplinan dan manajemen waktu menjadi kunci.”

Inovasi dalam Ruang Keterbatasan

Inovasi tidak hanya tentang menciptakan hal baru, tetapi bagaimana menanamkan nilai setiap langkah. Di Warriors Swimming Club, Wida mengembangkan sistem yang fokus pada pembentukan karakter dan juga fokus pada teknik. From pool to life, menjadi filosofi yang ditanamkan Wida sebagai seorang leader.

“Renang bukan hanya olahraga, tetapi metafora kehidupan. Tentang fokus, ritme dan daya tahan. Sebagai lawyer, saya membaca pendekatan strategis dan struktur kerja yang rapi ke dalam manajemen klub. Sementara sebagai CEO, saya memimpin dengan hati, membangun tim yang solid dan menjadikan komunitas ini rumah kedua bagi banyak keluarga.”

Tips Kesuksesan Kunci Raih Prestasi

Berusaha dengan keyakinan dan konsisten dengan tanggung jawab menjadi kekuatan Wida dalam meraih prestasi. Kedisiplinan, berani mengambil risiko, empati dalam kepemimpinan dan integritas merupakan rangkaian komitmen yang tidak dapat terpisahkan.

“Lakukan hal kecil dengan tekun karena keberhasilan lahir dari kebiasaan baik. Keberanian adalah mata uang utama dalam perubahan. Ketegasan tanpa empati hanya melahirkan jarak, tetapi empati tanpa ketegasan tidak akan membawa kemajuan. Sebagai lawyer atau leader, karakter menjadi fondasi yang tidak boleh dikompromikan.”

Setiap meliihat anak-anak Warriors berdiri percaya diri di podium, ia merasa itu bukan hanya kemenangan mereka, tetapi kemenangan nilai-nilai yang ditanamkan. Di sisi lain, Wida tetap merasa bangga dapat menjaga reputasi profesional di dunia hukum, dikenal sebagai pribadi yang berintegritas dan tidak mudah goyah dalam prinsip.

“Pencapaian terbesar bagi saya bukan gelar atau penghargaan, melainkan ketika anak saya tumbuh melihat ibunya bekerja keras, berdiri tegak dan tetap lembut pada saat yang sama. Itu warisan hidup yang saya ingin tinggalkan.”

Rencana ke depan, Wida memiliki keinginan untuk mengembangan Warriors Swimming Club menjadi institusi pembinaan karakter yang profesional dan berdampak nasional. Ia juga ingin terus berkontribusi dalam bidang hukum, khsusunya terkait perlindungan perempuan dan anak.

Keseimbangan Waktu Bersama Keluarga dan Sahabat

Wida percaya bahwa hidup adalah seni menyeimbangkan prioritas. Karena itu, ia tidak mengejar kesempurnaan, tetapi kehadiran penuh dalam setiap peran. Ketika berada di kantor hukum, ia fokus sebagai profesional. Sementara saat berada di kolam renang, ia menjadi mentor. Setelah sampai di rumah, ia menjadi ibu yang sepenuhnya hadir untuk anak-anak tercinta.

“Bekerja di bidang hukum menuntut fokus dan tekanan tinggi, sementara mengelola Warriors menuntut energi dan empati. Karena itu, saya selalu menyediakan waktu untuk pause. Saya menemukan keseimbangan lewat membaca, berolahraga dan berpergian sendiri. Ini merupakan cara menata ulang pikiran agar kembali dengan energi yang segar.”

Menorehkan Kenangan Cinta di Hari Ibu

Hari ibu merupakan refleksi tentang cinta yang bekerja tanpa suara. Menjadi ibu, bagi Wida berarti menjadi pusat ketenangan dan sumber kekuatan baik di rumah, kantor maupun di ruang publik. Ia tidak akan pernah lupa masa-masa membangun Warriors, masa ketika ia dan anaknya sering menghabiskan waktu di kolam renang hingga larut. Di tengah lelahnya, sang buah hati sering mengatakan “Mama hebat” Kalimat sederhana ini yang menjadi bahan bakar dan semangat untuk terus melangkah.

Ibunda dari Gerrard Indivari Rumi dan Andrea Nur Alesha ini memiliki harapan kedua anaknya dapat bertumbuh menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab dan punya empati. Wida tidak menuntut kesempurnaan, tetapi ia ingin buah hatinya berani menghadapi hidup dengan kepala tegak.

“Saya tidak memanjakan, tetapi mendampingi. Saya mengajarkan disiplin, tanggung jawab dan konsekuensi. Ia boleh gagal, tetapi tidak boleh menyerah karena kekuatan tidak lahir dari kemudahan, melainkan dari keberanian untuk bangkit. Harapan terbesar saya, anak-anak tumbuh dengan keberanian untuk bermimpi dan keteguhan untuk mewujudkannya.”

Moment Hari Ibu bukan sekedar perayaan dan kebahagiaan, tetapi bagaimana Wida  bersyukur memiliki sosok ibu yang menjadi inspirasi dan sumber kekuatan terbesar dalam menjalani kehidupan dan mengembangkan karier.

“Ibu saya adalah sumber kekuatan terbesar. Beliau menanamkan nilai tangguh, tetapi lembut dan penuh kasih. Dari beliau, saya belajar bahwa menjadi perempuan bukan berarti harus memilih antara kuat atau lembut, tetapi kita bisa menjadi keduanya sekaligus. Seorang wanita tidak didefinisikan oleh tubuh atau wajahnya. Dan ia tidak perlu bergantung pada siapa pun — termasuk laki-laki — untuk membangun hidupnya. Wanita harus kuat, mandiri, dan mampu berdiri tegak dengan usahanya sendiri. Ketika sesama wanita saling mengangkat, saling melindungi, dan saling membuka jalan, kita tidak hanya maju… kita naik kelas bersama.”

Bagikan:

Bagikan: