Crowdfunding Typography Banner
Sociopreneur

Lindra Octora, S.I.Kom, Berani Bangkit dari Keterpurukan Kunci Sukses dalam Bisnis

Bagikan:

3

MajalahInspiratif.com, Jakarta – Dalam dunia bisnis yang penuh tantangan, Lindra Octora, S.I.Kom hadir sebagai sosok inspiratif yang menolak untuk menyerah. Perempuan kelahiran Surabaya 25 Oktober ini, membuktikan bahwa ketekunan, keberanian mengambil risiko, dan kepedulian sosial bisa menjadi fondasi utama dalam membangun usaha. Tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat luas, terutama para pelaku UMKM.

Kegagalan Guru Terbaik

Sebagai entrepreneur Lindra sudah melewati jatuh bangun dalam dunia bisnis. Perjalanannya tidak mudah dan penuh perjuangan yang konsisten. Ia berusaha membangun usaha yang berkembang sampai titik terendah usahanya harus merugi. Namun dari setiap kegagalan itu, Lindra tidak patah semangat. Ia justru menjadikannya sebagai pembelajaran berharga. Pengalaman tersebut semakin meyakinkan dirinya bahwa proses kegagalan merupakan guru terbaik.

Lulusan Ilmu Komunikasi ini, mengaku titik terendahnya di dunia bisnis terjadi saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Beberapa bisnis yang dikelola mengalami penurunan yang dratis. Segala cara dilakukan untuk meningkatkan penjualan dan pemasukan dari bisnisnya tersebut. Salah satunya kafe yang dibuka di pusat kota mengalami penurunan yang siginifikan sejak pandemi.

Awalnya Linda optimis salah satu usaha ini bisa diselamatkan dengan merombak semua manajemen kafe. Namun, usahanya tidak membuahkan hasil. Kafe terus mengalami penurunan drastis, dari ramai sampai sepi pengunjung.

“Awal-awal itu meeting online, by zoom dan kita menyediakan fasilitas itu, sempat ramai, kemudian beberapa bulan setelah itu drastis, bukan hanya turun tapi bisa dibilang kita rugi. Akhirnya kita ganti strategi kemudian kita batasi waktu tapi ternyata sepi, karena pada saat itu orang ramai datang untuk wifi gratis,” tutur Lindra.

Naik turun bisnis F&B yang dialami saat Covid-19 dijadikan Lindra sebagai pengalaman berharga. Ia tak putus asa dan kehabisan ide. Dari kegagalan itulah, Lindra bangkit dan bekerja keras untuk terus berjuang mengembangkan usaha yang hampir gulung tikar.

Wanita yang berlesung pipit ini mencari cara lain agar usahanya tetap bertahan saat itu. Ia benar-benar memutar otak untuk mengembalikan bisnisnya yang mulai terpuruk. Akhirnya muncul beberapa ide, mulai dari mencari orang khusus untuk mengurus manajemen kafe sampai terlibat langsung dalam upaya pengembangan, dijalankan tampa mengeluh. Hasilnya pun cukup memuaskan.

“Di sana kita mengalami yang naik betul-betul naik lalu turun yang betul-betul turun, tapi kita tetap ada plan A, plan B, kita cari solusinya dan sudah berjalan dengan baik. Kita juga hire manajemen dan segala macam, itu juga menjadi pembelajaran. Tapi kita tidak bisa mempercayai 100 persen, kita tetap harus turun dan terlibat, harus kita controlling dan pantau walaupun sudah pakai jasa pengelola keuangan atau manage manajemen,” ungkap Lindra.

Terinspirasi dari Sang Ibu dan Terus Bangun Bisnis Baru

Lindra terinspirasi sosok Ibunda tercinta yang membuatnya tak menyerah begitu saja dengan dunia bisnis. Sejak kecil, ia sudah terbiasa melihat kedua orang tuanya membangun bisnis dari kecil sampai besar. Lindra bahkan belajar dari Sang Ibu bagaimana membangun jaringan relasi antar-pelaku usaha. Mulai dari harga sampai mendapatkan kualitas barang yang bagus.  Dari  sana ia termotivasi sekaligus belajar dunia usaha dari Sang Ibu.

“Waktu itu secara tidak sengaja, saya suka diajak oleh orang tua, dari yang membawakan tas mama saya, tapi jadi mengetahui cara bertemu dengan relasi kemudian cara cek barang di pasaran, kalau sekarang lebih mudah karena dari genggaman saja kita bisa tahu semua. Pengalaman ini yang membuat benar-benar melekat di pikirian dan itu terbawa sampai sekarang dewasa,” kata Lindra.

Salah satu kunci yang dipegang dan menjadi komitmen Lindra adalah memperbanyak relasi di mana pun. Untungnya, ia tipikal perempuan yang mudah bergaul. Lindra sama sekali tak kesulitan untuk membangun bisnis dan pengalaman yang sudah dilewati. Terlebih, selain aktif di organisasi, pemilik akun Instagram @lindraandrijuliansyah ini, juga aktif di beberapa bidang. Mulai dari Ketua DPP Perempuan Tani HKTI Banten, Ketua Taekwondo Indonesia Kota Serang dan Wakil Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia Provinsi Banten, anggota Yayasan PSM Indonesia dan HIPMI Banten. Tak heran jika Lindra mudah untuk memperbanyak relasi dari segala bidang. Menurut Lindra salah satu kunci dalam hidupnya adalah pengalaman, memperbanyak relasi dan tentunya berada di lingkungan positif.

“Salah satu kunci suatu keberhasilan adalah kita harus memperbanyak relasi, jadi saya banyak aktif di organisasi di mana saja, di Banten atau pun pusat. Kita juga harus berada di lingkungan yang positif, misalnya kalau selesai acara Raker atau apapun itu kita akan bahas usaha yang lagi happening sekarang, yang lagi banyak dicari orang. Dari obrolan santai itu yang akhirnya mendatangkan ide dan pengalaman baru,” ujar Lindra.

Membantu UMKM Penyandang Disabilitas

Lindra yang aktif menjalani beberapa usaha dari bisnis F&B, rental mobil, travel sampai wedding organizer (WO) juga fokus mengembangkan pendekatan yang komunikatif kepada semua orang, termasuk penyandang disabilitas.

Lindra mengungkapkan beberapa waktu belakangan ini ia sering mengunjungi para penyandang disabilitas. Dari kunjungan tersebut, Lindra melihat ada potensi dari para disabilitas untuk mandiri dan mengembangkan usaha. Ia pun tergerak untuk membantu para disabilitas dengan membantu membuka usaha atau UMKM.

“Jadi, dari sana kita hanya menjembatani, kita buatkan UMKM, kita yang akan mengurus izinnya. Biasanya mereka kendala transportasi, misalnya yang ada di daerah harus ke kota. Jadi kita bisa menjembatani kendala tersebut dan itu merupakan suatu kebahagiaan.”

Selain membantu membuka UMKM dan perizinan, Lindra juga merekomendasikan setiap produk yang dibuat para penyandang disabilitas. Ia juga aktif berkolaborasi dengan lembaga pemerintah dan swasta untuk memperluas jangkauan bantuan kepara UMKM para disabilitas.  Usaha Lindra ini membuahkan hasil, bahkan ada beberapa penyandang disabilitas yang memiliki puluhan karyawan.

“Mereka bahkan ada yang karena kendala izin lalu kita fasilitasi izin. Mereka tidak membiayai segala macam, kita hanya menjembatani untuk membantu teman, sekarang yang bersangkutan itu sudah mempekerjakan 140 karyawan. Jadi dari hal-hal seperti itu, kita bantu dan merekomendasi juga yang barangnya bagus, yang sehat, yang baik, jadi tidak asal.”

Lindra merasa bahagia dan mendapaktan kepuasan hati yang tidak ternilai harganya ketika berhasil memberikan bantuan, meskipun tidak menutup kemungkinan ada beberapa yang memanfaatkan kebaikannya tersebut.

“Ada kepuasan di hati yang tidak bisa dibeli, yang kita lakukan tidak sia-sia. Walaupun banyak juga yang hanya memanfaatkan, datang ke rumah minta bantuan ternyata begitulah. Maksud saya jangan memanfaatkan situasi dan saya sering dalam situasi tersebut. Tapi hal seperti itu yang membuat kita kuat, karena kalau tidak ada yang seperti itu kita jadi asal membantu dan tidak crosscheck untuk membantu.”

Ridho Suami yang Utama

Lindra adalah contoh nyata bagaimana semangat pantang menyerah dan kepedulian sosial dapat menjadi kekuatan dalam membangun bisnis yang berkelanjutan dan berdampak. Dari jatuh bangun membangun usaha sendiri, kini ia menjadi pelita bagi para pelaku UMKM para disabilitas yang membutuhkan arah, harapan, dan pendampingan. Namun dari segala pencapaian yang terpenting bagi Lindra adalah restu dari sang suami Andri Juliansyah, SH., M.H. Menurut Lindra, apapun yang dilakukan harus mendapatkan izin dari suaminya. Segala sesuatu yang diridhoi suami dapat melancarkan segala urusan.

“Kalau saya, apapun itu harus dengan izin suami. Secara logika memang harus suami tahu, diskusi dan komunikasi. Ini yang membuat kita terbuka dan saling berbagi. Awalnya saya merasa dipatahkan oleh suami, tapi ternyata begitu dijalani di lapangan ternyata benar yang suami sampaikan. Kalau kita tidak mendengarkan suami dan suatu saat ada apa-apa, kita mau konsultasi dengan siapa. Saya selalu izin suami, minta doa orang tua, bismillah. itu kuncinya.”

Bagikan:

Bagikan: