Crowdfunding Typography Banner
Anggota DPD RI/MPR RI Utusan Provinsi Kalimantan Tengah

Siti Aseanti, S.S.T.M.Keb, Semangat Juang untuk Perubahan Terutama Bidang Kesehatan, Pendidikan, dan Pemberdayaan

Bagikan:

1

MajalahInspiratif.com, Jakarta – Sebagai seorang perempuan yang tumbuh dengan nilai-nilai kepedulian dan pengabdian, H. Siti Aseanti, S.ST., M.Keb yang akrab disapa Sean, menjadi sosok inspiratif. Ia mampu memadukan peran sebagai akademisi, tenaga kesehatan, pelaku usaha kreatif, hingga kini mengemban amanah sebagai Anggota DPD RI Periode 2024–2029 untuk Provinsi Kalimantan Tengah.

Lahir di Banjarmasin, 17 September 1994, Sean adalah gambaran perempuan muda yang progresif, cerdas, dan memiliki semangat juang tinggi untuk membawa perubahan, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Berbekal pendidikan magister di bidang kebidanan, Sean memulai kiprahnya sebagai seorang bidan dan dosen di Jakarta serta Kalimantan Tengah. Dunia kebidanan membawanya berinteraksi langsung dengan masyarakat dari berbagai latar belakang, sekaligus membuka mata bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan, edukasi, dan pemberdayaan perempuan khususnya di daerah masih sangat besar.

Pengabdiannya tidak hanya berhenti di ruang praktik atau ruang kuliah. Sean juga aktif sebagai pembina di Yayasan Banua Insan Harati yang bergerak di pendidikan D3 Kebidanan. Melalui perannya, Ibu dua anak ini ikut mempersiapkan tenaga kesehatan berkualitas untuk terjun ke masyarakat.

Keterlibatan aktifnya di berbagai organisasi semakin menguatkan jejaring serta kepeduliannya, seperti Ikatan Bidan Indonesia Kab. Kapuas Prov. Kalimantan Tengah, Organisasi Fatayat NU di Kab. Kapuas Prov. Kalimantan Tengah dan menjadi Dewan Pertimbangan di Organisasi IKA PMII Prov. Kalimantan Tengah.

Kesadaran bahwa perubahan besar membutuhkan langkah yang lebih strategis mendorong Sean maju sebagai Anggota DPD RI. Sean ingin membawa suara masyarakat Kalimantan Tengah termasuk isu kesehatan, pendidikan, perempuan, dan UMKM lebih terdengar di tingkat nasional.

Tantangan Era Digital dalam Karier dan Keluarga

Bagi Sean, era digital menghadirkan percepatan yang menuntut adaptasi cepat. Teknologi berubah begitu pesat, sehingga setiap profesional harus terbuka terhadap perkembangan, mau belajar, terus memperbarui keterampilan dan pengetahuan. Pemahaman tersebut berlaku untuk dirinya bahwa berkarier di era digital seperti sekarang harus berani berupaya untuk terus melakukan update keterampilan dan melek digital.

“Kita harus dapat beradaptasi dengan kecanggihan teknologi di era globalisasi agar terus dapat mengikuti perkembangan jaman selain mengembangkan keterampilan juga meng-update pengetahuan.”

Di tengah kesibukan dan dinamika keluarga sebagai ibu tunggal, kemampuan mengelola waktu dan mental menjadi tantangan tersendiri. Namun dengan disiplin, jadwal yang teratur, serta komunikasi yang baik, Sean mampu menjaga keseimbangan antara karier, keluarga, dan kehidupan sosial.

“Untuk membagi waktu antara karier, keluarga dan dunia sosial, saya membuat jadwal yang teratur, menetapkan batasan waktu yang jelas, belajar mendelegasikan tugas, atau meminta bantuan di saat tidak bisa mengerjakan sendiri serta menjaga komunikasi dengan keluarga dan teman agar semua aspek kehidupan berjalan seimbang.”

Inovasi dan Gagasan

Sean berhasil mencetak perjalanan akademik yang membuahkan inovasi dan membanggakan yaitu “Replika Gizi KEK”, sebuah alat bantu edukasi berpredikat HAKI yang digunakan untuk membatu tenaga kesehatan dalam memberikan konseling, informasi dan edukasi yang berkaitan dengan asupan gizi bagi ibu hamil. Temuan ini memberikan solusi praktis bagi tenaga kesehatan dalam menyampaikan informasi nutrisi secara visual dan menarik.

Di sisi lain, sebagai Anggota Komite IV DPD RI, Sean juga mendorong terobosan kebijakan untuk mempermudah akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, sebuah langkah penting dalam menumbuhkan ekonomi daerah.

“Sebagai anggota Komite IV telah membuat terobosan di dalam regulasi untuk mempermudah para pelaku UMKM dalam memperoleh pinjaman modal.”

Selain meraih posisi strategis sebagai Anggota DPD RI, Sean juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai Best Presentation Public Speaking dari Tetha Development Institute (TDI). Prestasi ini menegaskan kapasitasnya sebagai komunikator publik yang mumpuni dan visioner.

Ritual Me Time: Merawat Batin dan Raga

Bagi perempuan yang hobi membaca, memasak dan traveling ini, perawatan diri tidak hanya soal penampilan, tetapi juga keseimbangan batin. Shalat lima waktu adalah bentuk me time terbaik, ruang untuk hening, bersyukur dan menguatkan diri.

“Shalat 5 waktu, itu merupakan salah satu me time terbaik kita dengan Sang Pencipta, untuk menjaga kesehatan rohani agar kita tetap dapat beraktivitas,” tuturnya.

Sementara untuk kesehatan jasmani, Sean menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan menyempatkan waktu untuk refreshing agar tetap bugar, cantik, dan awet muda di tengah padatnya aktivitas.

Membagi Waktu Kunci Harmoni dalam Hidup

Keseimbangan adalah kunci. Sean membagi waktu dengan membuat jadwal terstruktur, menetapkan batasan, mendelegasikan tugas, meminta bantuan ketika diperlukan, serta menjaga komunikasi dengan keluarga dan rekan kerja. Baginya, semua peran penting dan harus berjalan beriringan dengan seimbang tanpa saling mengorbankan.

Sean juga memberikan enam poin kiat sukses yang selama ini menjadi pedoman dan dijalankan dengan sepenuh hati. Pertama menjaga sholat 5 waktu, kedua taat kepada orang tua, ketiga rajin bersedekah, keempat konsisten pada visi dan misi hidup, kelima membangun hubungan baik dengan banyak orang dan terakhir terbuka pada kritik dan saran yang membangun.

Harapan dan Rencana Masa Depan

Sean memiliki visi besar untuk masyarakat Kalimantan Tengah. Ia ingin terus memberikan yang terbaik, memperkuat komunikasi dengan para pemangku kepentingan, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, memperluas jaringan, dan menapaki posisi kepemimpinan lain di masa depan. Tujuannya dapat berkontribusi dalam strategi pembangunan dan pengembangan politik nasional.

Makna Hari Ibu: Penghormatan untuk Cinta Tanpa Syarat

Bagi Sean, Hari Ibu adalah momen refleksi atas besarnya pengorbanan seorang ibu yang menjadi sosok pilar keluarga untuk mendidik anak sekaligus memberikan cinta tanpa syarat. Hari Ibu bukan hanya apresiasi bagi ibu biologis, tetapi semua perempuan yang berkontribusi di berbagai bidang kehidupan.

Sean juga memiliki sosok dua tokoh inspiratif yang sangat mempengaruhi perjalanannya. Mereka adalah RA Kartini dan Ibundanya tercinta. Keduanya memberikan contoh kekuatan perempuan dalam mendidik, memperjuangkan, dan menginspirasi baik dalam keluarga dan memberikan pelayanan terbaik untuk karier yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kenangan Indah Bersama Anak dan Ibunda

Sean bersyukur memiliki dua kenangan paling berkesan saat bersama Sang Bunda dan anak-anaknya. Pertama shalat berjamaah bersama anak-anak dan momen mengajarkan surat Al-Fatihah kepada putri sulungnya. Kedua, Ibadah Umrah bersama Ibunda yang menjadi perjalanan spiritual dengan kenangan yang terus melekat dalam ingatan.

Tak hanya itu, harapan besar tersemat dalam panjatan doa Sean untuk kedua anaknya. Ia memiliki impian agar kedua putri tercintanya, Syarifah Bilqis Bahasyim dan Syarifah Adiba Bahasyim, tumbuh menjadi anak yang bahagia, shaleha, berakhlak baik, berilmu, bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Pola Asuh Mencetak Generasi Tangguh

Meskipun memiliki kesibukan padat di dunia pekerjaan dan karier, Sean tidak pernah meninggalkan tanggung jawab utama sebagai ibu dan mengutamakan pola asuh yang tepat untuk kedua putrinya agar menjadi sosok tangguh dan bertanggung jawab, bukan menjadi generasi strawberry.

“Pertama yang saya terapkan adalah mengajarkan kemandirian sejak dini kepada Syarifah Bilqis Bahasyim dan Syarifah Adiba Bahasyim. Kedua, membiasakan anak berbagi dan bersedekah. Ketiga tidak memberikan reward berupa uang untuk setiap prestasi. Keempat menanamkan nilai kesederhanaan dan kelima membentuk pola pikir bahwa tujuan hidup adalah menjadi orang yang bahagia, bukan sekadar kaya.”

Bagikan:

Bagikan: