MajalahInspiratif.com, Jakarta – Kemauan untuk terus belajar dan berinovasi menjadi kunci sukses Kenia Khairunnisa Mahendra. Putri advokat senior Yusril Ihza Mahendra ini, juga bergabung dengan Relawan Pengusaha Nasional (REPNAS) pendukung Capres-Cawapres Prabowo-Gibran. Seperti apa kiprah suksesnya?
Pengalaman kerja sembari kuliah menjadi bekal bagi Kenia Khairunnisa Mahendra dalam meniti karier hingga kini menjadi entrepreneur sukses. Tahun 2005 Kenia bekerja di perusahaan general kontraktor, kemudian di tahun 2006 ia bekerja di perusahaan parkir. “Saya lebih suka berbisnis daripada akademik ya, jadi saat kuliah saya sudah mulai mencari pekerjaan,” kenang wanita cantik kelahiran 17 Februari ini.

Setelah lulus kuliah tahun 2009, Kenia memutuskan untuk merintis usaha sendiri yang juga bergerak di bidang jasa pengelola parkir. Saat usianya menginjak 23 tahun ia pun bisa memiliki perusahaan parkir sendiri di tahun 2009 dengan brand Centre Parking. Lulusan S1 Fisip Universitas Indonesia, S2 Universitas Pelita Harapan dan Harvard Business School ini, bekerja sama dengan teman-temannya mengembangkan Centre Parking yang hingga kini telah berjalan 13 tahun.
“Saat ini Centre Parking sudah ada di 60 kota dan hampir 600 lokasi, dan ada di 12 airport di seluruh Indonesia. Lokasinya antara lain di Jakarta ada di Grand Indonesia, Bandara Soekarno Hatta, Blok M Plaza, Kuningan City, Darmawangsa Square, dan sebagainya,” ungkap Direktur Centre Parking ini.
Setelah sukses mengembangkan perusahaan parkir, Kenia bersama teman-temannya merintis beberapa usaha lain, yaitu bidang carbon credit, cyber security, keagenan dan lainnya. Di tahun 2016, ayah Kenia yang juga advokat senior Yusril Ihza Mahendra mengajaknya bergabung di law firm Ihza & Ihza.

“Saya waktu itu bilang sama Papa, saya bukan Sarjana Hukum. Saya ini kan Sarjana Bisnis dan Sarjana Komunikasi, bagaimana saya bisa bekerja di law firm. Lalu Papa sambil bercanda bilang kamu juga bukan Sarjana Parkir. Nah akhirnya saya bergabung, Alhamdulillah saya dipercaya Papa di law firm Ihza & Ihza menjadi Direktur Utama dan Keuangan. Pekerjaan saya me-manage office baik dari mencari pegawai, administrasi pembukuan dan keuangan, mengevaluasi pekerjaan karyawan dan para lawyer, tapi yang utama saya mendatangkan banyak klien, dan menjaga hubungan baik dengan klien,” papar Kenia ramah.
Pencapaian Kenia dalam mengembangkan bisnis hingga sukses tentu tak lepas dari berbagai tantangan, termasuk menghadapi pandemi selama sekitar 2 tahun. Di tahun 2023 lalu masih ada efek dari masa pandemi yang bisa diambil pelajaran. Di masa pandemi tak disangka-sangka mall-mall atau property yang besar jadi sepi dan kosong, bahkan waktu pandemi sudah selesai masyarakat juga mulai banyak yang lebih suka berbelanja online. Hal ini membuat tenant-tenant di mall berkurang karena orang lebih suka memasarkan produk secara online.
“Kondisi saat itu juga berdampak pada bisnis parkir saya karena kalau gedungnya tutup maka tidak ada parkir. Jadi kita terpaksa melepas beberapa karyawan. Tapi agak berbeda dengan law firm, apa pun yang terjadi saat ekonomi lagi bagus atau tidak, law firm tetap bertahan. Jadi kesimpulan saya adalah untuk masa depan lebih baik cari bisnis yang risikonya minim dan bisa menyesuaikan dengan keadaan ekonomi negara,” terangnya.
Kenia menilai sebuah bisnis harus mempunyai keunikan yang bisa menarik minat masyarakat. Selain itu, kita juga harus punya team yang solid, produk yang unik, harga yang sesuai, service yang baik, lokasi usaha yang strategis, promosi yang tepat serta strategi marketing yang bagus dan sesuai market.
Meski telah mewujudkan passion di dunia bisnis, Kenia pun merasa masih banyak hal yang harus dipelajari. Ia melihat banyak orang yang lebih berhasil sehingga ia berusaha menjadi lebih baik. Tak hanya di dunia bisnis, dua tahun lalu Kenia juga pernah berpengalaman di pemerintahan dengan menjadi Staff Khusus Wakil Menteri Hukum dan HAM, selama 1 tahun.
“Alhamdulillah saya bisa sejauh ini. Saran saya kalau kita jadi pengusaha, maka kita harus konsisten dengan bisnis kita. Pedagang dengan pengusaha itu harus dibedakan. Kalau pedagang misalnya hanya sebatas menjual produk seperti menjual buah di pasar, tapi kalau pengusaha berpikir lebih besar misalnya bagaimana bisa membuka cabang. Jadi kita harus berpikir jangka panjang dengan tim yang baik dan konsisten,” jelasnya bijak.
Dalam karier, Kenia sangat terinspirasi dari sosok ayahnya. Ia juga berusaha untuk belajar dari lingkungan sekitar, dari kelas bawah hingga atas. “Saya belajar dari semua kalangan baik itu kelas atas, menengah hingga bawah. Kita bisa mempelajari sesuatu dari siapapun dengan pengalaman-pengalaman mereka, kita ambil yang baik dan kita tidak ikuti yang buruk. Jadi semua orang cukup menginspirasi saya dan juga saya banyak belajar dari Papa. Karier beliau juga cukup baik di pemerintahan. Saya belajar bahwa semua pekerjaan maupun bisnis harus dijalankan dengan benar. Jadi lebih baik yang lurus-lurus saja, kalau ada belok-beloknya hasilnya tidak akan baik,” tambahnya
Kenia berharap generasi muda dapat meraih impiannya sesuai minat, apakah menjadi pebisnis, politikus, dosen, PNS, dsb. Jika sudah memilih suatu profesi, harus fokus menjalankan profesi tersebut. “Saya misalnya di akademik biasa saja tapi di bisnis cukup baik, nah saya fokus saja di bisnis dan di perjalanan nantinya akan terbuka pintu-pintu peluang lain dan kita harus pilih mana yang baik buat kita di masa depan.”

Di era digital ini, menurut Kenia, negara kita harus bisa bersaing dengan negara lain. Kita harus melihat sesuatu yang skalanya lebih besar, bukan hanya di Indonesia tapi di dunia dan negara lain, jadi kita juga harus mengejar untuk bisa bersaing. Selain itu Kenia menilai banyak kemudahan dan efisiensi termasuk dalam transaksi pembayaran.
“Digital itu sangat efisien dan inovatif yang membuat segala sesuatu lebih mudah, cepat dan secara perhitungan sebenarnya lebih akurat, misalnya transaksi mengenai pembayaran. Namun ada kelemahan digital yaitu adanya hacker, akses internet harus kuat dan masyarakat juga harus beradaptasi dengan teknologi digital termasuk pelaku usaha,” papar Kenia yang suka travelling.
Lewat REPNAS Berjuang untuk Kemenangan Prabowo-Gibran
Di tahun 2024 ini, Kenia berharap sosok Capres-Cawapres pilihannya bisa menang di Pilpres. “Saya memilih beliau karena ada kecocokan visi misi yang bisa mendukung usaha-usaha saya. Kalau saya pribadi, pertama ingin memperkuat bisnis saya. Kita harus jaga dengan baik dan memantau serta turun tangan. Kesejahteraan pegawai juga harus kita pikirkan dan mengembangkan inovasi-inovasi demi kemajuan perusahaaan. Fokus utama saya adalah mempertahankan dan memperbesar bisnis, memperbanyak klien. Kedua, saya mau terus berinovasi dengan kemajuan teknologi dan saya berharap bisnis saya ke depan bisa berjalan dengan baik.”
Saat ini Kenia terjun menjadi Relawan Pengusaha Nasional (REPNAS) pendukung Capres-Cawapres Prabowo-Gibran. Apalagi ayahnya, Ketua Umum Partai Bulan Bintang sudah memilih paslon yang diusung Koalisi Indonesia Maju itu. “Saya sangat sayang dengan Papa saya dan saya ingin membalas budi, salah satunya support beliau. Nah itu adalah suatu bentuk balas budi saya sebagai anak dan saya juga mau menunjukkan rasa sayang saya dan peduli terhadap beliau.”
Dari pengalamannya berorganisasi, Kenia tak merasa kesulitan saat bergabung bersama REPNAS. Di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kenia juga menjabat sebagai Wasekjen dan di Kadin sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Hukum.
“Jadi saya sudah ada pengalaman berorganisasi yang agak mirip dengan relawan untuk bisa support Pak Prabowo dan Mas Gibran. Kebetulan partai Papa ada di sana, nah relawan ini adalah suatu bentuk gerakan bawah tanah untuk support kegiatan kampanye,” jelasnya.
Kenia menilai sebagai warga negara kita harus memilih figur Capres-Cawapres yang dirasa tepat dalam hati dan tepat dalam pandangan. “Kita harus memilih Capres dan Cawapres yang paling sesuai, punya program yang baik dan berkomitmen serta ada niat baik untuk kemajuan Indonesia. Jangan sampai kita salah pilih Capres dan Cawapres yang nantinya membuat kebijakan yang salah atau membuat keputusan yang kurang baik atau tidak menguntungkan masyarakat.”
Di sela kesibukannya, Kenia rutin olahraga tenis tiga kali dalam seminggu. “Sebelum masa kampanye saya cukup rutin olahraga, tapi sekarang agak berkurang. Saya juga suka travelling, menjelajah dunia mau jauh atau dekat apalagi itu tempat baru karena kita bisa pelajari banyak hal.”







