Crowdfunding Typography Banner
Pramugari, Womanpreneur

Asyifa Sakinah, Jejak Wangi Seorang Ibu, dari Kabin ke Bisnis Parfum

Bagikan:

2

MajalahInspiratif.com, Jakarta – Di tengah deru mesin pesawat yang mengantar ratusan penumpang dari satu kota ke kota lain, ada sosok pramugari yang menjalani pekerjaannya dengan ketenangan dan ketulusan. Ia adalah Asyifa Sakinah, atau yang akrab disapa Syifa, seorang perempuan yang bukan hanya terbang di langit, tetapi juga sedang menata pijakannya di bumi melalui bisnis parfum yang lahir dari keberanian menghadapi masa-masa sulit.

Lahir di Sukabumi pada 12 Juli, Syifa, begitu perempuan cantik ini biasa disapa, tumbuh sebagai pribadi yang menyukai perjalanan, kerap penasaran dengan dunia dan memiliki keinginan untuk melihat lebih banyak warna kehidupan. Setelah meraih gelar Sarjana Ekonomi, ia memilih dunia penerbangan sebagai awal langkahnya. Profesi yang mengajarkannya bukan hanya tentang standar pelayanan, tetapi juga tentang seni bersikap, ketangguhan dan empati.

Nafas Baru Kala Pandemi. Syifa memulai karier sebagai pramugari dengan satu tujuan sederhana namun bermakna, melihat dunia sambil memberi manfaat bagi banyak orang. Dunia penerbangan mempertemukannya dengan berbagai karakter, budaya serta pengalaman yang memperluas cara pandang tentang hidup.

Namun, pandemi datang seperti turbulensi besar yang mengguncang semua sektor, termasuk dunia penerbangan. Saat maskapai menghentikan sementara operasionalnya, Syifa pun terpaksa berhenti terbang.

Tetapi dari jeda itulah sebuah pintu baru terbuka. Di tengah masa hening itu, Syifa mulai meracik parfum. Awalnya hanya eksperimen kecil, sekadar mencari aroma yang ia sukai. Namun, semakin ia mencoba, semakin ia menemukan bahwa menciptakan wangi adalah seni yang menggugah rasa.

“Parfum bagi saya bukan hanya soal wangi. Ia menyimpan memori. Ia memengaruhi mood. Ia membawa energi,” imbuh perempuan berzodiak Cancer ini.

Dari meja kecil di rumah, Syifa meracik aroma demi aroma hingga tercipta karakter wewangian yang kuat dan personal. Dari situ pula lahir sebuah usaha yang kemudian menjadi nafas baru dalam perjalanan hidup Syifa, yang kemudian juga membawanya menyandang status sebagai seorang womanpreneur.

Cerita Dalam Aroma. Keunikan parfum racikan Syifa terletak pada ceritanya. Pengalamannya sebagai pramugari yang kerap melihat suasana bandara, interaksi antar penumpang, hingga mood seseorang sepanjang perjalanan, memberikan inspirasi yang kuat dalam setiap kreasi aroma.

Setiap varian parfum yang ia buat membawa pesan tertentu, tentang keanggunan yang tenang, tentang keberanian mengambil langkah baru hingga tentang rasa percaya diri yang tumbuh dari pengalaman jatuh dan bangkit.

Inilah yang membuat brand parfumnya bukan sekadar produk, melainkan bagian dari perjalanan emosional. Pelanggan yang memakainya tidak hanya menikmati wangi, tetapi juga merasakan cerita.

Bangkit di Masa Sulit. Bagi Syifa, perjalanan membangun bisnis di tengah pandemi Covid-19, merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam hidupnya. Di masa itu, ia bangkit dengan keberanian, bertahan dengan doa dan melangkah dengan percaya bahwa setiap krisis membawa kesempatan.

Melalui bisnis kecilnya, Syifa mulai membuka peluang bagi perempuan lain memberikan inspirasi, berbagi pengalaman, dan mendorong mereka untuk mandiri. “Kesuksesan bagi saya bukan soal materi. Kesuksesan adalah saat kita bisa mengajak orang lain naik bersama,” tekannya.

Tantangan Digitalisasi. Di balik segala kesibukannya, Syifa adalah istri dari dr. Abdelfattah Al Amleh, seorang Konsultan Spesialis Prosthodontics, serta ibu dari putra kecilnya, Omar Al Amleh, yang kini sedang tumbuh ceria di usia sembilan tahun. Saat ini, Syifa menjalani empat peran berbeda, yakni sebagai pramugari, entrepreneur, istri sekaligus ibu. Empat peran yang ia jalani dalam satu tarikan nafas, penuh cinta dan penuh makna.

Dan menjadi entrepreneur di era digital seperti saat ini, bagi Syifa berarti harus siap tampil, aktif, dan menjaga konsistensi di media sosial. Syifa merasakan itu. Di satu sisi, ia harus menjaga interaksi dengan pelanggan, membangun citra brand dan beradaptasi dengan tren konten yang bergerak cepat. Di sisi lain, ia adalah seorang ibu yang ingin hadir secara penuh untuk putranya.

“Kadang saya merasa harus menjadi superwoman. Tapi saya belajar bahwa keseimbangan itu bukan tentang melakukan semuanya, melainkan tahu kapan harus berlari dan kapan harus beristirahat,” tuturnya.

Tekanan dunia digital sering kali tidak terlihat, namun terasa. Karena itu, Syifa memilih untuk tetap berjalan dengan ritme yang sesuai dengan dirinya. Ia tetap hadir di media sosial, namun tidak mengorbankan kedamaian batin dan kualitas waktu bersama keluarga.

Terbang Tinggi, Menjejak Kuat. Ke depan, Syifa ingin terus menjalani dua dunia yang ia cintai, penerbangan dan bisnis parfum. Karena baginya, keduanya saling mengisi. Langit yang mengajarkannya kedisiplinan dan ketenangan dan bisnis yang menjadi ruang kreativitas dan kemandirian.

Ia berharap brand parfum yang dirintis mampu menjadi platform pemberdayaan perempuan, sebuah ruang untuk belajar, membangun kepercayaan diri dan saling menguatkan. “Saya ingin setiap perempuan merasakan bahwa mereka punya tempat untuk bertumbuh,” pungkasnya.

Sosok Inspiratif Itu Bernama “Ibu”

Di balik segala pencapaian Syifa, ada sosok yang selalu ia sebut, ibunya. Perempuan tegar yang mengajarkannya untuk berani bermimpi, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai kebaikan.

“Dari Ibu, saya belajar bahwa kekuatan perempuan tidak hanya terlihat dari ketangguhannya, tetapi dari kelembutannya yang mampu membawa cahaya,” ungkapnya

Hari Ibu selalu menjadi momen refleksi bagi Syifa tentang cinta yang tidak pernah meminta balasan, tentang perjalanan panjang seorang perempuan dalam membentuk keluarga, dan tentang arti pengorbanan.

Seni Mengatur Waktu dalam Banyak Peran

Agar setiap peran yang diemban berjalan harmonis, Syifa menetapkan skala prioritas. Saat bersama keluarga, ia menutup semua urusan pekerjaan, ketika bertugas di udara, ia mencurahkan pelayanan sepenuh hati dan kala mengembangkan bisnis, ia fokus pada inovasi dan hubungan dengan pelanggan.

“Hidup yang seimbang bukan berarti membagi waktu sama rata. Bagi saya, keseimbangan adalah tentang hadir sepenuhnya di tempat saya berada. Dan salah satu momen paling menyentuh hatinya adalah ketika putranya berkata ‘Mama hebat, bisa kerja dan tetap punya waktu buat aku. Sebuah kalimat sederhana yang menjadi penguat terbesar dalam perjalanan saya sebagai ibu yang juga bekerja,” ucapnya, haru.

Untuk sang anak, Omar, Syifa memiliki harapan besar namun penuh kasih. Ia ingin putranya tumbuh menjadi pribadi yang berani bermimpi tinggi, namun tetap rendah hati dan penuh empati.

Karena itu, ia menerapkan pola asuh yang menekankan proses. Anak harus tahu bahwa gagal itu boleh, bangkit itu wajib dan belajar adalah perjalanan seumur hidup. “Dunia boleh bergerak cepat, tapi nilai-nilai kasih dan kerja keras tidak boleh hilang,” nasehatnya.

Energi, Penampilan, dan Kebahagiaan

Syifa percaya bahwa kecantikan sejati dimulai dari energi dalam diri. Menurutnya, seorang perempuan akan memancarkan aura yang kuat ketika ia merasa damai, dicintai, dan percaya diri.

Untuk menjaga energi tersebut, ia rutin melakukan berbagai hal yang mampu menjaga bahkan meningkatnya mood. Mulai dari olahraga ringan, perawatan sederhana di rumah, membaca buku, menulis jurnal atau sekadar menikmati me time ditemani secangkir kopi. “Me-time adalah nutrisi jiwa. Saya butuh itu untuk tetap stabil, tetap lembut, dan tetap kuat,” tambahnya

Meski menjalani banyak peran, ia memahami bahwa merawat diri bukan bentuk egoisme, melainkan kebutuhan untuk tetap sehat secara fisik dan emosional.

Bagikan:

Bagikan: