MajalahInspiratif.com, Jakarta – Pintar melihat peluang dan berani keluar dari zona nyaman, adalah identitas seorang Armaya Doremi. Wanita asal Medan ini, telah memiliki karier yang mapan di salah satu perusahaan bergengsi di Amerika Serikat tidak membuatnya puas. Ia berani keluar dan membangun bisnis sosial media dengan brand AYAMRA MEDIA. Kini AYAMRA MEDIA menjadi salah satu agensi media sosial yang diperhitungkan di Boston. Klien yang ditangani pun variatif, dari pebinis hingga politisi.
Armaya Doremi adalah potret anak muda Indonesia yang membanggakan. Tak hanya membangun karier, ia berani membangun bisnis di negara yang menjadi impian semua orang, Amerika Serikat. Saat ini, Armaya telah 7 tahun tinggal di Boston, Amerika Serikat.

Pasca-menyelesaikan studi S2 dari salah satu universitas top di Amerika, Northeastern University, dengan jurusan Corporate and Organizational Communication, Armaya pun mulai membangun kariernya. Untuk memperkaya pengalaman, Armaya pernah bekerja di beberapa perusahaan ternama di Negeri Paman Sam, termasuk TikTok dan Lilly’s Fresh Pasta.
Namun, bukan Armaya namanya, jika senang dan tenang dengan zona nyaman. Ia berani membangun bisnisnya sendiri yang telah dirintis sejak tahun 2024. Bisnis yang ditekuninya adalah agensi media sosial dengan brand AYAMRA MEDIA. “Gak mudah menjalani bisnisnya. Aku benar-benar bekerja keras, fokus agar hasil yang dicapai maksimal,” kata Armaya.
Bisnis yang dijalani selama satu tahun terakhir ini, ternyata mendapat respon yang bagus di Boston. Bahkan Armaya berani mengklaim AYAMRA MEDIA adalah salah satu agensi media sosial terbaik di Boston. “Alhamdulillah, kalau di Boston, AYAMRA MEDIA sudah dikenal,” ungkapnya.
Apa parameternya? Klien makin variatif, mulai dari bidang hospitality seperti hotel dan restoran, lalu organisasi non-profit, top chef, real estate, politisi, fitness hingga pemerintahan di Boston. Salah satu contoh, kalau Pemerintah Boston ada acara, mereka selalu mengundang AYAMRA MEDIA. “Mereka minta Armaya untuk bantu eksposur event yang mereka lakukan,” terangnya.
Khusus Pemerintah Boston juga selalu meminta AYAMRA MEDIA untuk membantu mengkampanyekan Kota Boston sebagai Kota untuk Semua Orang. “Karena mereka melihat AYAMRA MEDIA kerjanya bagus. Jadi Pemerintah mau terlibat dan membantu Armaya sebagai pebisnis untuk berkembang. Jadi kita sama-sama helping each other,” tukasnya.
Tak hanya diminta untuk menangani konten di media sosial, karena kapasitas di bidang media sosial sehingga Armaya pun sering sekali diminta menjadi pembicara dalam berbagai acara. “Pemerintah Boston meminta saya mengisi workshop untuk mengajarkan para pelaku usaha skala UMKM tentang bagaimana mengelola media sosial dan membuat konten yang tepat sesuai kebutuhan usaha mereka,” kata Armaya. “Jadi Pemerintah Boston punya program untuk memberdayakan UMKM. Dan saya salah satu UMKM yang memang dipekerjakan, dibantu dan dipromosikan oleh Pemerintah,” sambung Armaya.
Dalam setahun perjalanan usaha Agensi Media Sosial ini sudah puluhan klien yang ditangani Armaya. Karena perkembangan usaha yang pesat, Armaya tidak bekerja sendiri. Ia dibantu 4 orang karyawan. Semua karyawan ini adalah orang Indonesia, ada yang tinggal di Boston dan Indonesia. “Kenapa saya mau memperkerjakan orang Indonesia karena pengen giving back bagi bangsa ini dengan membantu membuka lowongan pekerjaan,” kata Armaya.
Pencapaian menarik lainnya dari Armaya setelah membangun bisnis ini, ia telah diundang oleh berbagai universitas sebagai dosen tamu, seperti Hult International Business School, Northeastern University, Suffolk University dan beberapa univeritas lainnya.
”Saya telah melihat peluang bisnis di media sosial, saat masih studi S2 dan telah menjadi komitmen saya untuk menjadi leader di industry media,” tukasnya.
Pencapaian yang diraih Armaya hari ini tidak diraih dengan mudah. Ketekunan dan kegigihan membawanya sampai fase ini. Semakin bersinar, Armaya!

Keluarga adalah Alasan Berjuang
Bagi Armaya Doremi yang telah tujuh tahun merantau ke Boston, Amerika Serikat, keluarga adalah segalanya. “Keluarga bagi saya adalah rumah, tempat yang paling aman bukan hanya untuk tinggal dan berlindung, tetapi juga alasan kenapa saya tidak boleh berhenti berjuang. Mereka adalah alasan saya bertahan dan terus berjuang, terutama ketika berada jauh dari rumah,” tukas wanita murah senyum ini.
Lalu siapa orang yang paling berarti bagi Armaya? Jawabannya hanya satu, Ibu. “Saya percaya surga di telapak kaki Ibu. Perjalanan Ibu dalam membesarkan saya, menjadikan saya perempuan mandiri seperti sekarang ini. Setiap detik Ibu berdoa untuk kesehatan dan kesuksesaan saya. Doa Ibu yang saya percaya membawa saya sampai sejauh ini,” terangnya.
Tak hanya doa Ibu, dalam hidup ini Armaya memegang nilai-nilai penting yang membuatnya mampu mencapai setiap impiannya. “Kebaikan , ketulusan , menghargai orang lain dan kerja keras. Saya percaya nilai-nilai ini bisa membawa hidup kita lebih berarti,” tutupnya.
Tuhan sebagai Sumber Kekuatan dan Harapan
Setiap manusia selalu membutuhkan Tuhan. Karena manusia memiliki keterbatasan dan kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi oleh diri sendiri, sehingga membutuhkan kekuatan yang lebih tinggi untuk membimbing, melindungi, dan memberikan makna hidup.
Termasuk Armaya yang menyakini bahwa Tuhan adalah kreator dalam hidupnya. “Semua yang saya punya, rasakan, dan hidup yang saya hadapi adalah rencana Tuhan. Tuhan adalah segala di atas segala-galanya. I am a beliver, I believe that God is the most powerful creator in the world,” ujar Armaya.
Bagi Armaya, Tuhan adalah sumber kekuatan dan harapan. “Dalam setiap naik-turun kehidupan, saya selalu merasa tidak pernah benar-benar sendirian. Tuhan selalu bersama,” katanya.

Karena menyakini keberadaan Tuhan, Armaya membangun hubungan yang intens denganNya. “Setiap detik saya selalu mengingat Dia. Melalui doa yang jujur dan kehidupan yang berusaha seimbang. Bagi saya, relasi dengan Tuhan bukan hanya soal ritual, tapi bagaimana saya bersikap dan membawa nilai-nilai-Nya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Bahkan saat masih kecil, Armaya memiliki pandangan filosofi tentang Tuhan. “Dulu waktu saya kecil, orang tua saya sering bertanya “Armaya anak siapa?” Anak Bapak atau Mama? Dan saya selalu jawab “saya anak Tuhan”,” kisahnya.
Karena itu, Armaya terus membangun kedekataan dengan Tuhan. “Saya terus belajar untuk dekat dan mengenal-Nya lebih dalam. Ada masa naik-turun, tapi saya percaya Tuhan selalu hadir, bahkan saat saya merasa jauh, susah maupun senang,” ucapnya.
Lalu dengan berbagai pencapaian, hal apa yang paling disyukuri Armaya dalam hidup? “Kesempatan untuk bernafas setiap hari. Kesempatan untuk bisa membantu orang tua dan kesempatan untuk bisa menjadi orang yang masih bisa bersyukur setiap hari. Saya bersyukur atas semua kesempatan yang Tuhan berikan kepada saya,” pungkasnya
Menjaga Mental Sehat dengan Olahraga Rutin
Berolahraga secara teratur memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Di tengah kesibukan aktivitasnya, Armaya tetap meluangkan waktu untuk olahraga. Baginya penting sekali untuk berolahraga. “Olahraga bukan hanya soal fisik, tapi juga untuk menjaga mental tetap sehat. Rasanya seperti bentuk self-love juga. Olahraga membuat hidup saya seimbang, apalagi dengan pekerjaan yang sangat padat,” ujarnya.
Saat ini, Armaya rutin berenang seminggu 3 kali. “Sesekali ikut olahraga lari,” lanjutnya.
Selain olahraga, cara lain mensyukuri pemberian Tuhan dengan merawat tubuh dengan baik. Meski telah bertahun-tahun tinggal di Boston, untuk menjaga kualitas rambut dan kulit, Armaya menggunakan bahan-bahan alami. “Saya masih pakai lidah buaya untuk rambut dan masker bengkoang untuk wajah,” ceritanya.
Lalu untuk menjaga berat badan proporsional, apakah ada trik khusus? “Terus terang, saya suka Indonesian food. Saya jarang diet. Saya makan seperti biasa tetapi olahraganya kuat. Tetapi kalau ada acara penting, saya memprioritaskan diet. Saya tidak makan junk food atau makanan yang sembarangan,” pungkasnya.







