
MajalahInspiratif.com, Jakarta – Darah entrepreneur memang mengalir deras dalam diri Aditya Zoni. Tak heran, jauh sebelum menekuni dunia entertainment yang membawanya menjadi salah satu aktor Indonesia terpopuler, ia telah menjalani beberapa bisnis berbeda. Di usia yang masih terbilang muda, sosok yang karib disapa Adit ini, bahkan telah mengalami lika-liku dunia usaha yang begitu terjal. Hebatnya, kegagalan yang menghadang tak pernah sanggup menjatuhkan mentalnya. Kini, ia sukses mengembangkan beberapa bisnis berbeda.
Sejak kecil, pemilik nama lengkap Muhammad Aditya Warmantelah menunjukkan ketertarikan yang begitu besar pada dunia bisnis. Di usia 8 tahun, ketika teman-teman seusianya sekadar merengek meminta uang jajan kepada orang tua, Adit justru sudah bisa menghasilkan uang.
“Waktu itu, Almarhumah Mama yang meninggal ketika saya berusia 5 tahun, punya koleksi tupperware yang cukup banyak di kamar. Kemudian saya jualin di depan rumah, saking tertariknya berdagang. Alhamdulillah, satu hari laku semua. Di situ bapak saya yang kebetulan pebisnis, agak sedikit bangga tapi ada rasa sesal juga. Beliau bilang Ya Allah, Arman itu kan tupperware-nya mahal. Lalu saya jawab, yang pentingkan laku Pak,” kenang Adit, yang saat itu menjual semua tupperware dengan harga murah karena belum paham soal harga.
Selanjutnya, sosok berusia 21 tahun ini, kembali menjalani bisnis sewaktu duduk di bangku SMA, tepatnya di usia 16 tahun. Ia menjual beragam casing handphone ke teman-teman sekolah atau mainnya. Setahun kemudian, Adit melirik bisnis fashion dengan menawarkan sablon baju yang desainnya custom, sesuai selera konsumen.

“Bisnis fashion tersebut menjadi cikal bakal clothing brand pertama saya, namanya Zaflin, yang launching di tahun 2019. Alhamdulillah, berkembang hingga saat ini. Dan sekarang, saya tengah menyiapkan produk terbaru yang sebentar lagi akan rilis. Produksi sebelumnya Alhamdulillah hasilnya memuaskan, banyak sekali permintaan dari pasar. Setelah ini kita akan mengeluarkan patch-patch berikutnya dengan design berbeda,” ujarnya.
Sejauh ini, desain-desain Zaflin dirancang unisex sehingga cocok dikenakan pemuda-pemudi. Zaflin juga hanya dipasarkan secara online di Shopee, Tokopedia, Instagram dan Website. “Insya Allah, tahun depan saya akan membuka store Zaflin pertama,” katanya.
Menikmati Proses. Seperti halnya kehidupan, perjalanan bisnis yang dilalui Adit juga tidak selalu mulus. Jatuh-bangun juga sempat dihadapi adik dari pesinetron Ammar Zoni ini. Beberapa kali, ia pernah ditipu bahkan nyaris mengalami kebangkrutan.
Dijelaskan Adit, banyak hal yang menyebabkan dirinya mengalami kegagalan. Salah satunya karena ia tidak memahami soal bisnis yang akan ia jalani. “Di usia 20 tahun, saya pernah menjalani beberapa bisnis. Di antaranya Vape dan pasir yang pada dasarnya belum pernah saya tekuni dan tidak saya pahami alur bisnisnya. Akhirnya ditipu rekan bisnis dan kehabisan banyak dana bahkan nyaris bangkrut.
Dari situ saya belajar bahwasanya sebelum memilih satu bisnis, kita harus paham dahulu tentang bisnis tersebut, harus mengenal bisnis itu sama seperti kita mengenal diri kita, dan kita telah saling mengenal bisnis tersebut. Insya Allah akan dipermudah karena kita tahu seluk beluk bisnis itu di mana,” tutur Adit, bijak.

Namun ditekankan Adit, ketika mengalami kegagalan ia tidak akan larut terlalu lama dalam keterpurukan. Tetapi berusaha untuk segera move on dan kembali mengasah kemampuannya berbisnis. “Jujur, saya merasa belum pernah gagal walaupun banyak orang yang bilang kalau saya failed atau bangkrut. Saya tidak pernah merasakan mental breakdown, apalagi sampai trauma lalu stuck dan tidak mau lagi mencoba. Karena saya selalu menganggap itu semua pembelajaran, intinya saya tidak pernah kapok berbisnis,” tegasnya.
Adit pun menyakini, dalam dunia bisnis kegagalan merupakan hal yang wajar, bahkan makanan sehari-harinya seorang pengusaha.
“Sampai sekarang masih terus belajar untuk proper, di bisnis. Susah payah, keringat dan air mata sudah saya hadapi, tapi yang selalu tanamkan dalam jiwa saya untuk menikmati proses ini. Karena ketika kita menikmati proses, maka kita akan bersyukur dengan proses tersebut. Insya Allah, kegagalan-kegagalan yang kita alami itu tidak akan bikin kita menyerah, tapi pembelajaran untuk lebih baik ke depannya,” tutur lelaki berzodiak Aquarius ini.
Rangkul Generasi Muda. Mengangkat konsep street wear, banyak hal unik yang menjadi keunggulan dari produk-produk Zaflin. Salah satunya desain yang Indonesia banget. Desain-desain tersebut dijelaskan Adit, dirancang anak-anak muda Indoensia yang sengaja ia rangkul untuk menciptakan sentuhan yang berbeda.

“Saya mengajak designer muda dari beberapa daerah di Indonesia yang pintar gambar, punya semangat kerja yang tinggi dan jujur. Desain mereka selalu bagus dan tidak kalah dengan produk luar negeri. Jadi bisa dibilang, Zaflin ini karya anak bangsa yang ingin saya tunjukkan ke dunia bahwa brand kita bisa bersaing dengan clothing brand dari Amerika, Korea, Jepang, atau negara lainnya. Bahkan, kita lebih bagus. Zaflin sangat mengandalkan kreativitas mereka, kita juga patut menghargai dan mendukung supaya kreativitas anak bangsa terkenal di dunia dan jadi nomor satu,” ucapnya, bangga.
Ciptakan Kesempatan di Bisnis Skincare. Kesibukan menjalani karier di dunia acting, tak menyurutkan semangat Adit untuk terus melakukan ekspansi bisnis. Di bulan Maret 2021 lalu, pemeran Omar dalam sinetron Anak Langit ini, meluncurkan produk skincare lokal dengan brand Aiora.

“Awalnya banyak yang bertanya kenapa saya terjun ke bisnis ini. Karena selama ini bisnis skincare lebih banyak dijalani oleh kaum hawa. Tapi saya melihat belum ada public figure laki-laki yang terjun dalam usaha per-skincare-an. Dan saya menciptakan kesempatan tersebut, menjadi pioner. Karena dalam bisnis gender bukan masalah, yang terpenting ada transaksi jual-beli,” tekannya.
Banyak faktor yang mendorong Adit terjun ke bisnis skincare. Yang pertama, ia ingin menciptakan usaha yang bisa berguna bagi banyak orang. “Tujuan pertama saya merintis Aiora bukan profit, tapi bagaimana caranya saya bisa membahagiakan orang lain dan berguna bagi orang banyak. Menciptakan bisnis yang bisa menjadi mata pencaharian mereka, serta membuka lapangan pekerjaan juga untuk mereka,” tuturnya.
Alasan lain dipaparkan Adit, ia ingin menciptakan produk skincare yang berbeda secara kualitas. “Aiora diracik dari bahan-bahan yang belum dipakai brand lain, salah satunya dari ekstrak sirsak Turki yang mampu menghaluskan dan mencerahkan kulit,” imbuhnya.
Rangkaian produk Aiora yang terdiri dari Facial Wash, Toner, Day Cream dan Night Cream ini diciptakan untuk semua jenis kulit. Supaya setiap orang bisa cocok tanpa perlu repot menentukan series yang dipilih. “Saat ini kami tengah menunggu izin dari BPOM keluar, namun bisa dipastikan ingredients yang terkandung dalam Aiora adalah bahan baku berkualitas yang aman bagi kulit,” ungkap Adit.

Bukan karena Nama Besar. Melijitnya bisnis-bisnis yang dijalani hingga saat ini, dipastikan Adit bukan 100% karena nama besar yang disandang. Tapi juga karena kualitas dari produk-produk yang ditawarkan. Untuk mendapatkan mutu yang bagus, uji formulasi produk Aiora bahkan memakan waktu hingga 4 bulan.
“Kita memang tidak main-main soal kualitas, benar-benar menjadi top priority kita. Lamanya proses uji formula karena saya mau menciptakan yang terbaik, bukan skincare biasa tapi yang terbaik. 1 paket yang terdiri dari 5 item tersebut kita jual Rp 265 ribu, jadi walaupun harga merakyat tapi kualitas bintang lima. Dan ini menjadi salah satu strategi marketing yang jitu, yaitu menciptakan kualitas dulu sebelum membuat iklan, endorse artis dan lain-lain. Dan sejak awal membangun bisnis, saya ingin menciptakan bisnis yang long lasting,” kata sosok perfectionist ini.
Karena menomorsatukan kualitas, Adit tak lagi memikirkan soal persaingan. Baginya, selama memiliki produk yang bagus, maka pasar akan loyal dengan produk Aiora. Lelaki berperawakan tinggi ini menjadikan competitor sebagai tonggak ukur untuk terus memperbaiki kualitas.
“Apapun akan terjadi dalam bisnis, semua orang bisa melakukan apapun demi menjatuhkan sesama. Tapi saya tidak mau dan tidak akan pernah seperti itu. Saya memilih untuk fokus ke bisnis yang saya jalani, konsen pada branding. Jadi ketika ada competitor yang secara penjualan lebih besar, maka itu akan menjadi tolak ukur kita. Apa yang kurang atau apa yang salah, kemudian kita benahi supaya bisa mencapai target. Kita asah lagi kreativitas yang kita miliki,” tegas Adit, yang kerap mengingatkan timnya untuk tidak mengandalkan nama besar seorang Aditya Zoni.

Rencana ke Depan. Saat ini, produk Aiora menyasar kalangan menengah ke bawah. Namun ke depan, Adit akan menciptakan 2 versi berbeda yang ditujukan untuk kelas menengah dan atas.
“Untuk brand kita tetap menggunakan nama Aiora, hanya saja grade-nya kita naikan menjadi kualitas premium. Supaya kita bisa masuk ke semua kantong masyarakat Indonesia. Tinggal dipilih saja mau versi yang mana, premium, standar, atau middle,” ungkapnya.
Ke depan, pengusaha muda sekaligus aktor bershio Naga Emas ini juga berencana melakukan ekspansi bisnis, dengan mengeluarkan produk-produk Aiora lain dalam bentuk bodycare, parfum, sabun, dan lainnya yang masih berhubungan dengan kosmetik.
“Untuk Zaflin, selain desain-desain T-shirt terbaru, kita juga mau mengeluarkan produk terbaru ada sepatu, jeans, kemeja, batik dan masih banyak lagi. Ada juga bisnis-bisnis baru yang sedang saya pelajari. Semoga tahun depan semakin banyak bisnis yang saya jalani dengan semestinya. Aamiin,” doa Adit.
Lewat bisnis-bisnis yang dijalani, Adit berharap bisa berguna bagi orang lain, dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indonesia dan menjadi wadah anak-anak muda Indonesia berkarya. “Buat saya, kesuksesan sejati adalah ketika kita bermanfaat bagi orang lain. Ketika orang sukses dengan menjual Aiora misalnya, saya bukan hanya senang tapi juga bangga. Harapan saya, bisnis ini bisa menjadi jalan dikenalnya Indonesia sebagai negara yang bisa apapun,” pungkasnya. Laili
Merajut Kesuksesan Bersama. Untuk memperluas pemasaran Aiora, Adit membuka kesempatan bagi siapa saja yang berminat menjadi distributor, dengan minimal order sebanyak 5.000 paket. “Aiora masih saya jalani secara konvensional. Oleh sebab itu kita hanya fokus ke distributor besar. Jadi kita jual ke distributor besar nanti distributornya yang mempunyai reseller,” terang Adit.
Dengan mengandalkan produk berkualitas, meski baru hitungan bulan soft launching Aiora sudah mampu memikat ratusan orang menjadi distributor.
“Dalam waktu 2 bulan, kita sudah punya 230 orang distributor yang tersebar di seluruh Indonesia. Suatu pencapaian yang luar biasa, dari target kami sebelumnya yang hanya 5 orang. Namun saat ini penerimaan distributor kami tutup sementara karena sudah overload,” paparnya.
Demi memudahkan para distributor dalam menawarkan Aiora dan memperluas jaringan mereka, Adit tidak begitu saja melepas para mitra Aiora tersebut. “Selain memberikan tenggat waktu kepada distributor menghabiskan stock paket Aiora yang sudah mereka beli, kita bantu juga strategi marketing mereka. Bagaimana cara promosinya dan kalau mereka kesulitan menjual Aiora di daerahnya nanti kita bantu cara menjualnya. Jadi kita akan selalu rangkul distributor, supaya kita bisa bersama-sama merajut sukses,” tekan Adit.
Demi memantau apa saja kesulitan yang dihadapi distributor dan menjaga agar persaingan antar distributor tetap sehat, Adit rutin menggelar home sharing.
“Setidaknya 2-3 kali dalam sebulan saya datangi para distributor besar. Memberikan edukasi dan motivasi kepada mereka bahwasanya mereka bisa sukses tanpa harus menjatuhkan kompetitor maupun rekan bisnis lain. Alhamdulillah, sampai saat ini distributor kita udah saling akrab, terkadang saling bantu dan support satu sama lain,” ungkap Adit, yang tak segan memberikan punishment kepada distributor nakal.
Bagi mitra bisnis yang mampu mencapai target penjualan, Adit juga tidak segan memberikan reward berupa ragam hadiah mewah. Sebut saja mobil, rumah mewah, motor, umroh hingga jalan-jalan keluar negeri.
Bangun Energi Positif yang Memotivasi Diri. Pandemi membuat sebagian besar bisnis mengalami stagnan bahkan bangkrut. Dan keberanian Adit menawarkan brand skincare baru di masa pandemi bukan tanpa alasan. Selain yakin memiliki produk yang mampu berdaya saing, Adit juga berupaya membangun energi positif yang memotivasi dirinya untuk mencapai sukses.
“Supaya bisa bersaing terutama di masa pandemi ini, kita harus inovatif, memiliki sesuatu yang berbeda dibanding brand lain. Saya juga mengaktifkan imajinasi bahwasanya ketika memulai bisnis ini, saya sudah sukses. Dengan begitu yang keluar dari kepala saya adalah kreativitas. Jadi saya mengajak alam bawa sadar saya untuk membangun energi-energi positif yang memudahkan kita mencapai target,” katanya.
Info Lebih Lanjut: Instagram: @Aiorabeaute @Zaflin







